EtIndonesia. Pada Selasa (7 Oktober), konvoi “Aksi Keliling Anti-Komunis Amerika Timur” yang berlangsung selama sebulan penuh resmi berakhir di Konsulat Partai Komunis Tiongkok (PKT) di Los Angeles, tempat diadakannya upacara penutupan dan pertemuan umum.
Penggagas kegiatan ini sekaligus pendiri Taman Patung Kebebasan (Liberty Sculpture Park) di California, Chen Weiming, menyatakan bahwa perjuangan demi kebebasan dan hak asasi manusia masih panjang dan memerlukan ketekunan bersama.
Puncak Akhir Perjalanan di Konsulat PKT
Konvoi “Anti-Komunis Amerika Timur” mengakhiri perjalanannya dengan sukses, tiba di Los Angeles sebagai pemberhentian terakhir, di mana mereka mengadakan upacara perayaan dan seruan bersama.
“Ketika orang-orang mendengar tentang perjalanan kami demi hak asasi manusia ini, dan bagaimana kami memperingatkan dunia tentang bahaya yang ditimbulkan oleh Partai Komunis Tiongkok, mereka mendoakan kami dan mengacungkan jempol.
Setiap hari ratusan orang memberikan semangat — mereka berkata ‘luar biasa!’, ‘hebat!’, dan ‘mengagumkan!’ — pemandangan yang sungguh menyentuh hati,” kata Chen Weiming, pendiri Taman Patung Kebebasan.

Dukungan dari Warga dan Pejabat AS
Peserta konvoi Chen Yong mengatakan: “Setelah mereka (warga AS) mengetahui tujuan kegiatan ini, banyak yang ingin berfoto bersama kami, bahkan meminta tanda tangan.”
Selama berada di Washington D.C., konvoi ini juga mendapat dukungan dari sejumlah anggota Kongres AS.
Jin Xiuhong, Ketua Aliansi Demokrasi dan Hak Asasi Manusia Tiongkok, mengungkapkan: “Saat kami bertemu dengan Anggota Kongres Chris Smith di Washington D.C., beliau kembali menegaskan pesan penting: bahwa kami harus menuntut pertanggungjawaban dan ganti rugi dari Partai Komunis Tiongkok atas kejahatan dan kerusakan yang mereka timbulkan.”
Sementara itu, Guo Bin, penerjemah dalam tim konvoi, menambahkan: “Kami juga mendapat tanggapan besar dari kalangan politik Amerika. Mereka kini lebih memahami bagaimana Partai Komunis Tiongkok melakukan infiltrasi dan merusak masyarakat AS. Mereka sangat marah dan sangat mendukung perjuangan kami.”
Melintasi 20 Negara Bagian di Amerika Serikat
Konvoi ini berangkat dari California Selatan pada 6 September, menempuh perjalanan selama sebulan penuh, melintasi lebih dari 20 negara bagian di sepanjang pantai timur dan barat Amerika Serikat.
Chen Weiming menegaskan: “Saya percaya, meskipun perjalanan hak asasi manusia ini telah berakhir, perjuangan kita demi kebebasan dan hak asasi manusia bagi rakyat Tiongkok belum boleh berhenti. Jalan kita masih panjang, dan kita harus terus melangkah ke depan.”
Sumber : NTDTV.com


