EtIndonesia. Seseorang pernah bertanya kepadaku: “Berapa panjang usia manusia?”
Aku menjawab, “Panjang itu seperti malam yang penuh gelisah dan sulit menunggu datangnya fajar; Pendek itu seperti pasir di sela jari — sekejap, hilang begitu saja.”
Bagaimanapun juga, masa depan selalu penuh misteri.
Orang lain bertanya lagi : “Apa yang kamu cari dalam hidup ini?”
Aku menjawab : “Ada hal-hal yang tak bisa didapat meski kita berusaha, dan ada hal-hal yang tak bisa dilepas meski kita ingin. Kadang kita harus memilih — memberi untuk menerima, karena tak mungkin memiliki segalanya.”
Hidup, sejatinya, adalah perjalanan antara memiliki dan kehilangan. Hanya dengan belajar melepaskan, barulah hati bisa merasa damai. Daripada menganggap ‘untung dan rugi’ sebagai permainan, lebih baik melihatnya sebagai pilihan.
Dalam hidup, kita akan bertemu dengan banyak orang dan mengalami banyak hal. Kita bertemu, juga berpisah; kita menemukan, juga kehilangan. Suka dan duka yang tertinggal di hati bukanlah awan yang berlalu, melainkan perasaan yang melekat dan membentuk diri kita.
Di antara lautan manusia, setiap pertemuan adalah sebuah takdir. Entah takdir itu berakhir dengan senyum atau air mata, kita tetap harus bersyukur — bersyukur atas semua orang yang pernah singgah dalam hidup kita.
Mereka yang Memberi Kita Kehidupan dan Kasih Sayang
Sejak kita lahir ke dunia, kita sudah seharusnya belajar bersyukur. Tidak peduli apakah kita lahir di keluarga kaya atau miskin, tinggi atau rendah status orangtua kita — mereka selalu layak kita hormati.
Jangan mencela orangtua karena hidup mereka sederhana, jangan menyalahkan mereka karena tak punya kekuasaan atau kekayaan. Darah mereka mengalir di tubuh kita — merekalah yang memberi kita kehidupan.
Seorang ibu mengandung selama sembilan bulan, mengasuh dan mencintai kita tanpa henti selama puluhan tahun. Dalam waktu hidupnya yang terbatas, dia memberikan kasih sayang yang tak terbatas.
Mereka memberi kita dunia dan mimpi, namun hanya menginginkan satu hal: anak yang sehat dan bahagia.
Cinta seorang ayah dan ibu tak ternilai; tak ada cara untuk membalasnya, selain meneruskan kasih itu kepada generasi berikutnya, dan mengajarkan arti cinta yang sejati.
Ingatlah —
- Kita boleh tidak sukses, tapi kita tidak boleh tidak berbakti.
- Kita boleh jarang pulang, tapi tidak boleh lupa rumah.
- Kita boleh sibuk, tapi tidak boleh berhenti menyayangi diri sendiri.
Mereka yang Mengajarkan Kita Arti Cinta
Ada orang yang datang seperti malaikat, muncul di masa muda kita yang paling indah.
Kita pernah berdebar untuknya, bahkan rela memberikan segalanya demi membuktikan ketulusan cinta.
Apa pun akhirnya — bersama atau berpisah — kita seharusnya bersyukur.
Tak perlu menanyakan apakah dia benar-benar mencintai kita; yang penting, dia pernah membuat hati kita bergetar, pernah membuat kita belajar tentang cinta, bahkan melalui luka.
Jangan karena sekali terluka, kita menutup hati selamanya. Hidup ini panjang — selalu ada seseorang yang akan menemani perjalanan kita sampai akhir.
Biarkan waktu mengalir, biarkan kesedihan berlalu, dan percayalah akan ada satu orang yang dunianya memang disiapkan untukmu, dan dia sedang menunggumu untuk datang.
Mereka yang Memberi Kita Kesempatan dan Harapan
Kadang kita merasa sukses karena kita pintar membaca peluang, padahal sesungguhnya, karena ada orang yang memberi kita kesempatan.
Tidak semua orang diberi kesempatan yang sama, dan tidak semua kesempatan bisa diciptakan sendiri.
Di dunia ini, ada tiga jenis “manusia berbakat”:
- Mereka yang memang berbakat sejak awal.
- Mereka yang ditemukan dan dihargai orang lain.
- Mereka yang mampu memimpin dan mengembangkan bakat orang lain.
Ketika seseorang menghargai kita, memberi kita ruang untuk tumbuh, itulah saatnya kita harus belajar berterima kasih.
Mimpi memang penting, tapi jauh lebih berharga adalah orang yang memberi kita kesempatan untuk mewujudkannya.
Kita semua ingin hidup untuk mengejar mimpi kita sendiri, bukan sekadar membantu orang lain mewujudkan mimpi mereka.
Karena itu, bersyukurlah kepada orang-orang seperti “Sang Penemu Bakat” dalam hidup kita — mereka yang memberi kita panggung untuk bersinar. Bukan karena suara kita luar biasa indah, tapi karena panggung itu membuat dunia mendengar suara kita.
Penutup
Sepanjang hidup, kita akan kehilangan banyak hal, dan juga mendapatkan banyak hal. Namun yang paling penting — jangan pernah melupakan orang-orang yang kita temui dalam perjalanan itu.
Merekalah yang membuat hidup kita bermakna, yang mengajari kita mencintai, berjuang, dan bersyukur. Merekalah harta paling berharga dalam perjalanan hidup kita.(jhn/yn)


