Selama libur “Pekan Emas” 1 Oktober, di berbagai wilayah Tiongkok terjadi wabah virus pernapasan syncytial (RSV). Rumah sakit anak-anak dipadati pasien. Banyak orang tua melaporkan bahwa anak mereka terinfeksi RSV; sebagian harus dirawat di ICU, bahkan ada yang menerima “surat pemberitahuan kondisi kritis.”
Etindonesia. Dalam beberapa waktu terakhir, RSV menyebar di berbagai daerah Tiongkok, menyebabkan rumah sakit anak-anak penuh sesak.
Seorang dokter di Rumah Sakit Anak Provinsi Hunan mengatakan: “Dalam beberapa hari ini, baik di klinik demam maupun di antara pasien rawat inap, jumlah pasien dengan infeksi virus pernapasan syncytial memang menunjukkan tren peningkatan.”
Professor Liu, dari Akademi Pengobatan Tradisional Tiongkok di Kanada, menjelaskan: “Virus RSV memiliki pola infeksi yang sangat musiman. Puncaknya biasanya terjadi setelah bulan Oktober. Virus ini dapat mengganggu sistem kekebalan, dalam tingkat tertentu menurunkan daya tahan tubuh anak.”
Pada 9 Oktober, media daratan Tiongkok melaporkan dari Rumah Sakit Anak Shanghai bahwa dalam dua hari terakhir, jumlah anak yang datang ke IGD dengan demam, batuk, dan asma meningkat sekitar 30% dibandingkan akhir September.
Di rumah sakit itu, bagian gawat darurat, pediatri, dan pulmonologi semuanya dipenuhi antrean panjang. Di ruang perawatan, kebanyakan pasien adalah anak-anak yang terinfeksi virus. Pada pukul 3 dini hari di area infus, tempat tidur darurat bahkan diperpanjang hingga ke ujung lorong, dengan suara batuk terdengar di mana-mana.
Seorang dokter mengatakan, pada 7 Oktober ia menangani seorang pasien berusia 5 tahun, dan nenek serta ibunya juga menunjukkan gejala serupa.
Banyak warganet melaporkan bahwa anak mereka masuk ICU. Bahkan ada yang menandatangani surat pemberitahuan kondisi kritis.
Laporan mingguan Pusat Pengendalian Penyakit (CDC) Tiongkok menunjukkan bahwa tingkat positif RSV di Shanghai mencapai 34,7%, hampir tiga kali lipat dibandingkan periode sebelumnya.
“Dibandingkan dengan virus corona dan influenza, partikel RSV jauh lebih kecil. Virus ini sangat berbahaya bagi ibu hamil, bayi baru lahir, dan anak-anak di bawah usia dua tahun,” jelas Dr. Jiang Guanyu dari Rumah Sakit Umum Kota Taipei.
Para ahli mengingatkan bahwa RSV menular terutama melalui percikan (droplet) dan kontak erat. Virus ini secara khusus menyerang anak-anak usia dini, meskipun orang di semua kelompok umur juga dapat terinfeksi. (Hui/asr)
Sumber ; NTDTV.com


