Trump Peringatkan Hamas: Jika Terus Membantai Warga Sipil, Kami Akan Musnahkan Kalian

EtIndonesia. Presiden Amerika Serikat Donald Trump pada Kamis (16/10/2025),  memperingatkan kelompok  Hamas agar menghentikan pembunuhan terhadap warga sipil, atau mereka akan menghadapi kehancuran total.

Sementara itu, PM Israel Benjamin Netanyahu menegaskan bahwa Israel akan mencapai seluruh tujuan perang Gaza. Di waktu yang sama, kelompok Houthi Yaman mengkonfirmasi bahwa Kepala Staf Umum mereka, Abd al-Karim al-Ghamari  telah tewas.

  •  Trump Peringatkan Hamas: Hentikan Pembunuhan Warga Gaza

Pada Kamis, Presiden AS Donald Trump mengeluarkan peringatan keras kepada Hamas agar segera menghentikan pembunuhan warga sipil di Gaza.

Trump menulis di platform Truth Social, “Jika Hamas terus membunuh warga sipil di Gaza — hal yang sama sekali tidak termasuk dalam perjanjian perdamaian — maka kami tidak punya pilihan lain selain mengambil tindakan untuk melenyapkan mereka sepenuhnya.”

Setelah tahap pertama perjanjian damai Gaza diberlakukan, beredar video yang memperlihatkan anggota Hamas mengeksekusi secara terbuka warga yang mereka tuduh sebagai ‘pengkhianat’ di Kota Gaza.

Sumber-sumber terpercaya kemudian mengkonfirmasi keaslian video tersebut.

  •  Netanyahu: Israel Akan Capai Semua Tujuan Perang Gaza

Pada hari yang sama, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menyampaikan dalam upacara memperingati para prajurit yang gugur, bahwa Israel akan menuntaskan semua tujuan militernya di Gaza.

Netanyahu berkata:“Mereka (tentara Israel) berjuang bahu-membahu untuk mencapai semua sasaran tempur, dan kita akan mewujudkan seluruh tujuan perang ini.”

Menurut militer Israel, selama dua tahun perang antara Israel dan Hamas, hampir 1.000 tentara Israel gugur dan lebih dari 6.000 orang terluka.

  •  Presiden Israel Sampaikan Permintaan Maaf Nasional

Pada hari yang sama di Yerusalem, diadakan upacara memperingati tragedi “pembantaian 7 Oktober.”  Presiden Israel Isaac Herzog menyampaikan permintaan maaf resmi kepada rakyat Israel.

Herzog mengatakan:“Yang bisa saya lakukan hanyalah memeluk kalian, meminta maaf atas nama Negara Israel, dan berdoa agar seluruh bangsa ini menemukan pemulihan dan penghiburan. Kami akan menyelidiki tragedi ini secara tuntas agar tidak mengecewakan pengorbanan kalian.”

Sehari sebelumnya, pemerintah Israel menerima dua jenazah sandera yang diserahkan oleh Hamas dari Gaza. Militer Israel pada Kamis memastikan identitas keduanya: Inbar Hyman (27 tahun) dan Sersan Mayor Mohammed Atresh (39 tahun).

Hingga saat ini, dari 28 sandera yang telah tewas, baru 9 jenazah yang berhasil dikembalikan.

Ratusan warga Israel juga berkumpul di wilayah tengah Israel untuk menghadiri pemakaman Tamir, salah satu sandera yang terbunuh.

Ayah Tamir menyampaikan rasa terima kasihnya kepada pasukan pertahanan Israel dan menyerukan agar pemerintah membawa pulang semua sandera.

Ayah Tamir, Nimrodi, berkata:“Jangan pernah melupakan atau mengabaikan 19 sandera yang masih berada di Gaza. Sebagai satu bangsa, kita memiliki tanggung jawab besar untuk melakukan segala cara agar mereka bisa kembali ke rumah.”

  •  Kepala Staf Houthi Tewas di Yaman

Pada hari yang sama, kelompok Houthi di Yaman mengumumkan bahwa Kepala Staf Umum mereka, Abd al-Karim al-Ghamari  yang merupakan salah satu pejabat militer tertinggi kelompok itu, tewas saat menjalankan misi. Gamari merupakan bagian dari “Kantor Jihad”, lembaga komando operasi militer utama kelompok Houthi. (Hui)

Laporan oleh Zhao Fenghua — New Tang Dynasty Television (NTD)

INSPIRASI ERABARU

Mengapa Dighosting Lebih Menyakitkan daripada Penolakan dan Lebih Sulit untuk Dilupakan

Penolakan sosial mengaktifkan banyak jalur saraf yang sama seperti rasa sakit fisik. Oleh Fjolla Arifi Pesan terakhir itu tetap berada di sana, terkirim dan sudah dibaca....

Seperti Apa Kondisi Otak Anda Saat Membenci Seseorang?

Cinta membuat kekurangan tampak tak berarti, sedangkan kebencian membuat kekurangan yang tak ada seolah nyata Arsh Sarao Ketika Anda melihat sekilas seseorang yang Anda benci, otak...

LATES

Google search engine

VIDEO ET NEWS

MISTERI

Google search engine