Pada Jumat (17/10/2025), harga emas sempat mencapai rekor tertinggi sebelum kemudian turun kembali di bawah 4.300 dolar AS per ons. Meski demikian, harga emas minggu ini tetap naik 6,7%, menjadi salah satu performa mingguan terbaik sepanjang sejarah.
EtIndonesia. Pada Jumat (17/10/2025) siang waktu Timur AS pukul 12:39, harga emas spot turun 2,6% menjadi 4.212,99 dolar AS per ons, setelah sebelumnya sempat menyentuh rekor tertinggi 4.378,69 dolar AS per ons.
Sehari sebelumnya (Kamis), harga emas spot untuk pertama kalinya menembus level 4.300 dolar AS dan ditutup di rekor 4.326 dolar AS per ons, sementara harga emas berjangka sempat menembus 4.344 dolar AS per ons.
Dari sisi teknikal, kenaikan emas dianggap sudah terlalu tinggi, yang biasanya diikuti oleh koreksi harga. Selain itu, pernyataan Presiden AS Donald Trump tentang tarif terhadap Tiongkok juga meredakan kekhawatiran pasar.
Menurut laporan Reuters, penurunan harga emas dipengaruhi oleh penguatan dolar AS serta pernyataan Presiden Trump yang mengatakan bahwa kebijakan tarif menyeluruh terhadap Tiongkok “tidak dapat dipertahankan.”
Trump juga mengonfirmasi bahwa ia akan bertemu dengan Sekretaris Jenderal Partai Komunis Tiongkok, Xi Jinping. Berita ini meredakan kekhawatiran pasar akan eskalasi konflik dagang antara AS dan Tiongkok.
Harga emas didorong oleh berbagai faktor, termasuk ketegangan geopolitik, pembelian obligasi oleh bank sentral, keluarnya dana dari dolar AS, serta arus masuk besar ke dalam dana ETF berbasis emas. Taruhan investor bahwa The Fed akan menurunkan suku bunga juga memperkuat permintaan terhadap emas — aset yang tidak memberikan bunga.
Seiring harga emas yang terus mencetak rekor baru, permintaan emas fisik di Asia tetap tinggi. Di India, premi emas bahkan mencapai level tertinggi dalam sepuluh tahun terakhir.
Pada Jumat, harga perak spot turun 5,1% menjadi 51,48 dolar AS per ons, setelah sebelumnya sempat mencapai rekor tertinggi 54,47 dolar AS.
Kenaikan Harga Emas Tahun Ini
Sejak awal tahun 2025, harga emas telah melonjak sekitar 60%. Pada Jumat siang, harga emas diperdagangkan di 4.212,99 dolar AS per ons, sedangkan pada awal Januari tahun ini harganya sekitar 2.670 dolar AS per ons.
Perak mengikuti tren kenaikan emas dengan kenaikan yang bahkan lebih besar. Sejauh ini tahun ini, harga perak berjangka naik sekitar 70%. Pada Jumat pagi sempat diperdagangkan di atas 50 dollar AS per ons.
Bank ANZ pada Kamis memprediksi bahwa harga emas akan naik hingga 4.400 dolar AS per ons pada akhir tahun ini, dan mencapai puncak sekitar 4.600 dolar AS pada Juni 2026. Setelah itu, seiring berakhirnya kebijakan moneter longgar The Fed, harga emas diperkirakan akan menurun pada paruh kedua tahun depan.
Sementara itu, Bank of America pada awal pekan ini memperkirakan bahwa harga emas bisa menembus 5.000 dolar AS per ons pada tahun depan. (Hui/asr)
Laporan oleh Jin Jing / Xu Gengwen


