EtIndonesia. Seorang netizen di Baishan, Provinsi Jilin, Tiongkok menemukan tiga gigi manusia di dalam sosis, membuat banyak orang terkejut dan bertanya-tanya: “Sebenarnya daging apa yang kita makan selama ini?” Setelah ditelusuri, ditemukan bahwa sebuah perusahaan di Dalian yang memproduksi spesimen tubuh manusia juga memiliki izin untuk menjual makanan kemasan — hal ini menimbulkan ketakutan besar di kalangan publik.
Beberapa hari terakhir, insiden serupa muncul di berbagai daerah di Tiongkok.
- Di Baishan (Jilin), seseorang menemukan tiga gigi manusia dalam sosis.
- Di Dongguan (Guangdong), sebuah keluarga menemukan dua gigi dalam siomay yang mereka beli.
- Di Shanghai, seorang konsumen menemukan gigi implan dengan baut logam di dalam kue isi kurma dan kenari.
Video tentang insiden-insiden ini menyebar luas dan menimbulkan kepanikan besar di internet, banyak warganet mencurigai bahwa makanan tersebut mungkin mengandung daging manusia.
Dalam beberapa tahun terakhir, peristiwa mengerikan semacam ini sering terjadi di daratan Tiongkok.
Pada Agustus tahun lalu, sebuah perusahaan milik negara di Shanxi, Aoruibio, dilaporkan menggunakan potongan tubuh manusia untuk memproduksi implan tulang medis secara massal.
Laporan-laporan seperti ini membuat publik menduga bahwa rantai industri gelap pengambilan organ hidup oleh Partai Komunis Tiongkok (PKT) mungkin juga mencakup pemanfaatan sisa tubuh donor untuk dijual ke industri lain. Penyelidikan menunjukkan bahwa Aoruibio mendapatkan jenazah dari rumah sakit yang diduga terlibat dalam pengambilan organ hidup.
Baru-baru ini, kasus aktor pria Tiongkok Yu Menglong juga menyeret perhatian publik pada museum yang memamerkan spesimen tubuh manusia di Beijing, sehingga kembali membuka diskusi tentang kejahatan pengambilan organ hidup dan plastinasi tubuh manusia oleh PKT.
Beberapa media independen berusaha menelusuri hubungan antara industri spesimen tubuh ini dan temuan gigi manusia dalam makanan.
Netizen menemukan bahwa Dalian Hongfeng Biotechnology Co., Ltd., salah satu perusahaan besar pembuat spesimen tubuh manusia, juga menjual makanan kemasan.
Diketahui, Dalian Hongfeng Biotech dan Dalian Von Hagens Plastination Co., Ltd. adalah dua perusahaan raksasa dalam industri spesimen tubuh manusia. Mereka memproduksi berbagai spesimen plastinasi tubuh dan memamerkannya di berbagai pameran dalam dan luar negeri, bahkan menawarkan “layanan pembuatan spesimen tubuh” untuk institusi lain.
Hasil penelusuran NTD terhadap data industri Tiongkok menunjukkan bahwa Dalian Hongfeng Biotech memiliki “izin usaha makanan” (Food Business License) dengan nomor JY32102120001696, dan beberapa anak perusahaannya memang menjual makanan.
Contohnya, anak perusahaan Kunshan Zhouzhuang Hongfeng Life Mystery Museum Co., Ltd. memiliki izin usaha makanan dalam cakupan bisnisnya.
Selain pameran spesimen biologis dan tubuh manusia, museum ini juga menjual makanan kemasan, sesuatu yang dinilai sangat janggal untuk sebuah lembaga “budaya dan seni”.
Anak perusahaan lain yang juga menjual makanan antara lain:
- Dalian Jinshitan Life Mystery Museum Co., Ltd.
- Shenyang Life Mystery Museum Co., Ltd.
- Chengdu Life Mystery Museum Co., Ltd.
Semua perusahaan ini terdaftar memiliki izin untuk menjual makanan kemasan (pre-packaged food), meskipun tidak jelas jenis makanan apa yang mereka jual dan seberapa luas skalanya.
Media daratan sebelumnya melaporkan bahwa Dalian Hongfeng Biotech bersaing dengan Dalian Von Hagens, dan mengklaim bahwa semua jenazah yang mereka gunakan berasal dari dalam negeri. Kedua perusahaan ini tumbuh pesat setelah PKT mulai melakukan pengambilan organ hidup terhadap praktisi Falun Gong, dan Bo Xilai, mantan pejabat tinggi yang pernah memimpin Dalian, disebut sebagai pelaku awal kebijakan brutal tersebut.
Istri Bo Xilai, Gu Kailai, diketahui memiliki hubungan dekat dengan dua perusahaan tersebut. Industri spesimen tubuh manusia di Dalian diduga berkaitan erat dengan praktik pengambilan organ hidup.
Pabrik spesimen tubuh manusia di Dalian diketahui memposisikan jenazah dalam berbagai bentuk aneh dan menyeramkan, kemudian memplastinasinya menjadi “karya seni” untuk pameran di berbagai negara.
Dalam kasus Yu Menglong, netizen juga menemukan kemungkinan hubungan dengan Qihui Art Museum, Red Brick Art Museum, dan 798 Art District di Beijing — di mana banyak pameran diduga menampilkan benda-benda milik orang mati, termasuk spesimen bagian tubuh dan bahkan kulit manusia.
Selain itu, muncul kabar bahwa aktris terkenal Tian Hairong juga terseret dalam kasus Yu Menglong, meskipun dia telah membantahnya. Mantan suaminya, Xu Ming, adalah pendiri Dalian Shide Group dan dikenal sebagai “bendahara pribadi” Bo Xilai, yang kemudian meninggal secara misterius di penjara setelah Bo jatuh dari kekuasaan.
Banyak pengamat menduga bahwa kasus Yu Menglong mungkin merupakan perpaduan antara kejahatan kalangan elit hiburan dan kejahatan pengambilan organ hidup oleh PKT. (Hui/asr)
Sumber : NTDTV.com


