EtIndonesia. Menteri Luar Negeri Rusia, Sergei Lavrov dan mitranya dari AS, Marco Rubio membahas persiapan KTT mendatang antara Vladimir Putin dan Donald Trump melalui panggilan telepon pada hari Senin, ungkap kedua belah pihak.
Rubio “menekankan pentingnya pertemuan mendatang sebagai kesempatan bagi Moskow dan Washington untuk berkolaborasi dalam memajukan resolusi yang berkelanjutan atas perang Rusia-Ukraina,” ujar Wakil Juru Bicara Utama Tommy Pigott dalam sebuah pernyataan.
Presiden Ukraina, Volodymyr Zelenskyy sebelumnya mengatakan bahwa dia siap untuk bergabung jika diundang, tetapi baik Moskow maupun Washington tidak menyebutkan Zelenskyy dalam pernyataan mereka.
Kremlin sebelumnya mengatakan bahwa mereka “tidak memiliki detail” tentang apakah Zelenskyy akan hadir.
Upaya diplomatik untuk mengakhiri invasi Rusia yang telah berlangsung selama tiga setengah tahun telah terhenti sejak Trump dan Putin bertemu untuk perundingan damai di Alaska pada bulan Agustus.
Keduanya mengumumkan pekan lalu bahwa mereka akan bertemu di Budapest untuk putaran perundingan kedua, tetapi belum jelas apakah Zelenskyy — yang tidak hadir dalam pertemuan sebelumnya — akan hadir.
“Jika saya diundang ke Budapest — jika undangan tersebut berupa format pertemuan bertiga atau, sebagaimana disebut, diplomasi bolak-balik, Presiden Trump bertemu dengan Putin dan Presiden Trump bertemu dengan saya — maka dalam satu format atau lainnya, kami akan sepakat,” ujar Zelenskyy kepada wartawan dalam pernyataan yang dirilis pada hari Senin (20/10).
Zelenskyy juga mengkritik Hungaria — mitra terdekat Moskow di Uni Eropa — sebagai tempat pertemuan.
Negara-negara Barat mendorong Ukraina untuk menyerahkan persenjataan nuklirnya pada pertemuan puncak di Budapest tahun 1994, sebuah momen penting dalam sejarah pasca-Soviet yang kini dianggap oleh banyak warga Ukraina sebagai pengkhianatan.
“Skenario ‘Budapest’ lainnya juga tidak akan positif,” kata Zelenskyy.
Presiden Prancis, Emmanuel Macron pada hari Senin menyambut baik rencana pertemuan puncak tersebut tetapi mengatakan bahwa Ukraina dan Eropa harus diikutsertakan. (yn)


