Dari strategi hingga hubungan sosial, permainan catur menawarkan cara mengejutkan untuk memperkuat daya pikir dan mendukung penuaan yang sehat
Zena le Roux
Catur bukan sekadar permainan—ia menantang otak Anda.
Penelitian menunjukkan bahwa orang yang rutin bermain catur mengalami peningkatan daya ingat dan fungsi kognitif. Bermain catur bahkan dapat membantu mencegah demensia.
Catur dan Kesehatan Otak
Catur tidak pernah membosankan karena menuntut kemampuan merencanakan dan berpikir ke depan untuk mengantisipasi langkah lawan.
“Kerumitannya membuat kita selalu punya hal baru untuk dipelajari dan cara untuk berkembang, yang sangat baik untuk menjaga ketajaman otak,” kata Lissett
Gonzalez-Burgos, doktor psikologi dan peneliti yang mempelajari pengaruh catur terhadap fungsi kognitif, kepada The Epoch Times.
Menurut penelitian yang dilakukan Gonzalez-Burgos, orang dewasa yang bermain catur menunjukkan peningkatan fungsi kognitif, terutama dalam fungsi eksekutif, perhatian, kecepatan memproses informasi, dan kemampuan visual-spasial—yakni kemampuan membayangkan dan memanipulasi objek dalam pikiran. Dalam proses penuaan normal, beberapa fungsi ini biasanya menurun, terutama fungsi eksekutif, yang berperan penting dalam menjaga kemandirian seseorang dalam kehidupan sehari-hari.
Bermain catur melibatkan banyak bagian otak.
Ketika pemain semakin mahir, mereka lebih banyak menggunakan lobus frontal dan temporal otak, serta anterior cingulate cortex, bagian dari sistem limbik.
Dalam sebuah tinjauan ilmiah pada tahun 2019, peneliti dari Spanyol menulis, “Ciri patologis penyakit Alzheimer paling kuat muncul pada sistem limbik serta area neokorteks temporal, frontal, asosiasi, dan bagian otak depan yang terkait dengan pembelajaran, memori, emosi, penilaian, bahasa, dan fungsi eksekutif.
‘Catur menonjol sebagai aktivitas yang menggabungkan semua fungsi tersebut.’”
Sebuah studi yang dimuat di The New England Journal of Medicine menemukan bahwa orang berusia di atas 75 tahun yang aktif dengan permainan papan seperti catur jauh lebih kecil kemungkinannya mengalami demensia atau penyakit Alzheimer.
Sementara itu, riset tahun 2023 yang diterbitkan di JAMA Network Open—melibatkan lebih dari 10.000 orang lanjut usia—menunjukkan bahwa mereka yang bermain catur dan terlibat dalam aktivitas mental lainnya memiliki risiko lebih rendah mengalami demensia dalam jangka waktu 10 tahun.
“Semua ini berkaitan dengan cadangan kognitif—yakni kemampuan otak untuk menahan dampak penuaan normal maupun patologis,” jelas Gonzalez-Burgos.
Selain itu, bermain catur juga melibatkan interaksi dua orang atau lebih, yang dapat mempererat hubungan sosial, memperluas pertemanan, dan memperkuat ikatan keluarga.
Karena berbagai manfaat tersebut, pelatihan catur dinilai berpotensi menjadi salah satu cara pencegahan demensia, menurut tinjauan ilmiah oleh William Bart, profesor psikologi pendidikan di Universitas Minnesota.
Cara Memulai
Bagi Anda yang belum pernah bermain catur, cara termudah untuk memulainya adalah dengan menggunakan papan sederhana di rumah atau bermain santai bersama teman maupun anggota keluarga. Anda bisa memulai dengan permainan singkat atau aturan yang disederhanakan agar lebih percaya diri sebelum beralih ke permainan penuh.
“Penting untuk menyesuaikan tingkat kesulitan dengan kemampuan diri sendiri,” kata Dr. José Carlos Millán Calenti, pakar geriatri dan gerontologi yang banyak meneliti penuaan serta fungsi kognitif, kepada The Epoch Times. Penyesuaian ini membantu menghindari rasa frustrasi, hilangnya motivasi, dan keinginan untuk berhenti bermain.
“Meskipun awalnya terasa sulit, seiring waktu Anda akan menikmatinya—dan yang lebih baik lagi, kemampuan kognitif Anda akan meningkat,” ujarnya.
Bergabung dengan klub catur lokal atau komunitas lansia juga bisa membuat pengalaman bermain lebih menyenangkan dan bersifat sosial.
Yang terpenting, bersabarlah dengan diri sendiri. Kemajuan mungkin tampak lambat pada awalnya, namun tantangan itulah yang membawa manfaat bagi otak Anda.
Alternatif Selain Catur
Meski catur sangat bermanfaat, penting untuk memilih permainan yang benar-benar Anda sukai.
“Menikmati permainan adalah kunci untuk tetap konsisten dalam jangka panjang,” ujar Candida Lozano-Rodriguez, peneliti catur yang juga doktor psikologi, kepada The Epoch Times.
Jika catur tidak menarik bagi Anda, carilah permainan lain yang melatih strategi, ingatan, kosakata, atau kemampuan berhitung.
Permainan papan tradisional dapat membantu menjaga ketajaman otak, bahkan bagi lansia yang sudah—atau berisiko—mengalami demensia. Setiap jenis permainan melatih bagian otak yang berbeda: ada yang mengasah strategi, menguji daya ingat atau bahasa, dan ada pula yang melatih kemampuan mencocokkan pola.
Menurut Lozano-Rodriguez, untuk melatih fungsi kognitif secara optimal, sebaiknya seseorang berganti-ganti antara berbagai jenis permainan.
“Setiap permainan yang melibatkan keterampilan berpikir dapat melatih kemampuan tersebut dan mendukung kesehatan kognitif,” ujarnya.


