Sidang Pleno Keempat Komite Sentral ke-20 Partai Komunis Tiongkok (PKT) berakhir pada Kamis (23 Oktober) sore. Menurut laporan resmi, hampir 60 orang absen dari pertemuan tersebut — suatu hal yang sangat jarang terjadi sejak era pasca-Revolusi Kebudayaan. Para analis menilai bahwa ketidakhadiran massal ini menunjukkan meningkatnya perpecahan internal di tubuh PKT.
Meski banyak pejabat yang jatuh belum diumumkan secara resmi, angka ketidakhadiran ini sudah menjadi bukti kuat adanya perebutan kekuasaan yang sengit. Menurut laporan dari Xinhua, jumlah peserta sidang kali ini terdiri dari 168 anggota Komite Sentral dan 147 anggota cadangan (pengganti).
EtIndonesia. Awalnya, Komite Sentral PKT ke-20 memiliki 205 anggota tetap dan 171 anggota cadangan. Hingga Sidang Pleno Ketiga pada 2024, dua orang — Li Shangfu dan Li Yuchao — telah dikeluarkan dari partai, sementara Qin Gang mengundurkan diri, dan tiga orang baru ditunjuk menggantikan mereka. Dengan demikian, pada awal Sidang Pleno Keempat seharusnya masih ada 205 anggota tetap.
Di sisi anggota cadangan, pada Sidang Pleno Ketiga, tiga orang naik jabatan menjadi anggota tetap, dan satu orang (Sun Jinming) dikeluarkan dari partai. Maka, seharusnya terdapat 167 anggota cadangan yang masih aktif.
Namun, jika dibandingkan dengan angka resmi peserta sidang, terlihat bahwa kali ini ada 37 anggota Komite Sentral dan 24 anggota cadangan yang tidak hadir, total 57 orang absen — jumlah yang sangat besar dan mencolok.
Sebelumnya, laporan dari berbagai sumber independen telah mencatat setidaknya 9 anggota Komite Sentral yang dikabarkan sedang diselidiki, meskipun belum ada pengumuman resmi dari pihak berwenang. Mereka termasuk:
- Panglima Komando Wilayah Barat Wang Haijiang,
- Sekretaris Komisi Politik dan Hukum Komisi Militer Pusat Wang Renhua,
- Komisaris Politik Pasukan Polisi Bersenjata Zhang Hongbing,
- Panglima Angkatan Laut Hu Zhongming (diberhentikan Juni lalu),
- Panglima Wilayah Militer Tibet Wang Kai (tidak hadir dalam kunjungan Xi Jinping ke Lhasa pada Agustus),
- Panglima Angkatan Darat Li Qiaoming,
- Komisaris Politik Pasukan Dukungan Informasi Li Wei,
- Panglima Komando Wilayah Tengah Wang Qiang, dan Komisaris Politiknya Xu Deqing (semuanya tidak hadir dalam acara peringatan Hari Tentara Rakyat pada 1 Agustus).
Selain itu, Ma Xingrui, anggota Politbiro yang sebelumnya menjabat sebagai Sekretaris Daerah Otonom Xinjiang, dicopot dari jabatan pada Juli lalu dengan alasan “akan ditempatkan pada posisi lain”. Namun, beredar kabar bahwa ia sedang diselidiki.
Zhong Shaojun, mantan kepala kantor Komisi Militer Pusat yang kemudian dipindahkan menjadi Komisaris Politik Universitas Pertahanan Nasional, juga dikabarkan telah diberhentikan dari jabatannya.
Dalam sidang kali ini, terdapat 11 anggota cadangan yang dipromosikan menjadi anggota penuh Komite Sentral, dan semuanya berlatar belakang sipil.
Menariknya, dalam mekanisme normal PKT, jika seorang anggota tetap meninggal dunia, pensiun, atau diberhentikan, maka penggantinya dipilih berdasarkan urutan jumlah suara dalam daftar anggota cadangan. Namun, kali ini beberapa nama yang seharusnya mendapat giliran naik justru dilewati — hal yang dianggap tidak lazim dan mencurigakan.
Pengamat politik Li Linyi berpendapat bahwa jika seseorang “dilewati” dalam proses pengangkatan, itu bisa berarti ia sudah “bermasalah” atau sedang diselidiki. Mereka yang lama tidak muncul di publik atau keberadaannya tidak diketahui juga kemungkinan besar sudah tersingkirkan. Menurutnya, masih ada lebih banyak orang yang tersingkir akibat pertarungan internal antar faksi, tetapi belum diumumkan secara resmi, sehingga mereka pun tidak dapat menghadiri sidang pleno kali ini.
Li menegaskan, meskipun PKT berusaha menutupi fakta, angka ketidakhadiran ini sendiri sudah menjadi bukti kerasnya konflik internal di dalam partai. (Hui/asr)
Sumber : NTDTV.com


