AS Kobarkan Perang Melawan Kartel Narkoba dengan Lebih dari 4.000 Tentara di Amerika Latin

EtIndonesia. AS mengerahkan lebih dari 4.000 Marinir dan pelaut ke perairan di sekitar negara-negara Amerika Latin dan Karibia untuk memperkuat perang melawan kartel narkoba, menurut CNN.

Operasi ini akan melibatkan Grup USS Iwo Jima dan Unit Ekspedisi Marinir ke-22 di wilayah tanggung jawab Komando Selatan AS.

Sebagaimana ditegaskan dalam pernyataan yang dirilis oleh juru bicara Pentagon, Sean Parnell, keputusan tersebut diambil sesuai dengan arahan Presiden untuk membubarkan organisasi kriminal transnasional (TCO) dan memerangi terorisme narkotika untuk melindungi tanah air.

Menurut para pejabat, sebagai bagian dari misi tersebut, Komando Selatan AS akan menerima sebuah kapal selam serang bertenaga nuklir, sebuah pesawat pengintai P-8 Poseidon tambahan, beberapa kapal perusak, dan sebuah kapal penjelajah berpeluru kendali.

Sumber lain yang mengetahui masalah ini mengatakan bahwa aset tambahan tersebut bertujuan untuk menghilangkan ancaman terhadap keamanan nasional AS dari organisasi-organisasi narkotika-teroris yang ditunjuk secara khusus di kawasan tersebut.

Pada hari Jumat, Angkatan Laut AS mengumumkan pengerahan kapal induk USS Iwo Jima, Unit Ekspedisi Marinir ke-22, dan dua kapal lain dalam kelompok amfibi tersebut – USS Fort Lauderdale dan USS San Antonio – tetapi tidak mengungkapkan tujuan mereka.

Seorang pejabat menekankan bahwa peningkatan kehadiran militer terutama merupakan unjuk kekuatan dan sinyal, alih-alih persiapan untuk serangan terarah terhadap kartel. Pada saat yang sama, hal ini memberikan komando militer AS dan Presiden berbagai pilihan jika Donald Trump memerintahkan tindakan militer.

Sebelumnya, Presiden AS, Donald Trump secara diam-diam menandatangani sebuah arahan yang mengizinkan operasi militer langsung terhadap kartel narkoba Amerika Latin yang ditetapkan sebagai organisasi teroris asing.

AS juga menawarkan 50 juta dolar untuk informasi yang mengarah pada penangkapan pemimpin Venezuela Nicolás Maduro, yang dituduh melakukan perdagangan narkoba, korupsi, dan pelanggaran hak asasi manusia, termasuk menggunakan organisasi yang ditetapkan sebagai kelompok teroris untuk menyelundupkan narkoba ke AS. (yn)

INSPIRASI ERABARU

Chemistry Tumbuh dari Kedekatan: Mengapa Kencan Tatap Muka Masih Tak Tergantikan di Era Digital

Di era ketika lebih dari setengah lajang berusia di bawah 30 tahun menggunakan aplikasi kencan, berbagai bukti menunjukkan bahwa pendekatan digital terhadap percintaan mungkin...

Mengapa Introvert dan Ekstrovert Sama-Sama Berperan Penting dengan Kekuatan Mereka yang Unik

Cara sistem saraf kita merespons lingkungan sosial mencerminkan lebih dari sekadar kepribadian. Oleh Sarah Campise Hallier Dua orang teman memasuki sebuah bar karaoke. Yang satu langsung...

LATES

Google search engine

VIDEO ET NEWS

MISTERI

Google search engine