Juri Paris Jatuhkan Hukuman Kurungan Seumur Hidup  kepada Tersangka Pemerkosaan dan Pembunuhan Brutal Gadis Berusia 12 Tahun

EtIndonesia. Pada 17 Oktober 2025, ibu dari Lola Daviet, gadis berusia 12 tahun yang menjadi korban pemerkosaan dan pembunuhan brutal di Paris, Delphine Daviet, tiba di Pengadilan Sirkuit Paris untuk menghadiri sidang Dahbia Benkired, terdakwa dalam kasus tersebut. Benkired didakwa memperkosa, menyiksa, dan membunuh Lola Daviet.

Dihukum Penjara Seumur Hidup, Kasus Pembunuhan Brutal di Prancis

Pada 24 Oktober, majelis hakim dan juri memutuskan menjatuhkan hukuman penjara seumur hidup kepada Dahbia Benkired, 27 tahun — hukuman paling berat dalam sistem hukum Prancis. Ia harus menjalani setidaknya 30 tahun penjara sebelum bisa mengajukan pembebasan bersyarat.

Kasus seperti ini sangat jarang terjadi di Prancis, dan Benkired menjadi wanita pertama yang menerima hukuman seumur hidup tanpa kemungkinan pembebasan dini.

Hukuman serupa sebelumnya hanya dijatuhkan kepada pembunuh berantai Michel Fourniret dan teroris Salah Abdeslam, pelaku serangan Paris tahun 2015 yang menewaskan 130 orang.

Setelah keputusan dibacakan, ibu korban, Delphine Daviet, berkata: “Kami percaya pada keadilan, dan kami telah mendapatkannya.”

Saudara laki-laki Delphine, Thibault, menambahkan: “Kami telah mengembalikan kehormatan kakak saya, kami telah mengembalikan kebenaran.”

Tubuh Lola Ditemukan dengan 40 Luka — Disiksa Hingga Tewas

Benkired adalah seorang imigran asal Aljazair yang datang ke Prancis dengan visa pelajar, tetapi gagal memperpanjang izin tinggalnya. Pada Juli 2022, ia sempat ditahan di bandara Paris dan diberi 30 hari masa tenggang untuk meninggalkan negara itu.

Pada 14 Oktober 2022 sore hari, rekaman CCTV menunjukkan Benkired, saat itu berusia 24 tahun, mendekati Lola setelah gadis itu pulang sekolah dan membujuknya masuk ke apartemen yang disewa kakaknya di gedung yang sama.

Selama lebih dari satu setengah jam, Benkired memperkosa dan menyiksa Lola, lalu menyerangnya dengan gunting dan pisau cutter, serta membungkus kepalanya dengan lakban hingga membuatnya mati lemas.

Polisi kemudian menemukan jasad Lola di dalam kotak penyimpanan plastik di halaman sebuah gedung di timur laut Paris. Tubuhnya mengalami sekitar 40 luka, termasuk luka di kepala dan leher akibat sayatan gunting, serta tanda-tanda kekerasan seksual.

Putusan Hakim: “Kejahatan yang Teramat Kejam”

Selama penyelidikan, Benkired menjalani pemeriksaan kejiwaan. Hasilnya menunjukkan bahwa ia memiliki ciri-ciri psikopat, namun secara mental masih waras dan sadar akan tindakannya.

Jaksa menegaskan di hadapan tiga hakim dan enam juri: “Tidak ada keraguan bahwa tidak ada pengobatan apa pun yang dapat mengubah karakter Benkired. Jika tidak ada penyakit, maka tidak ada pengobatan.”

Sebelum juri mulai bermusyawarah pada Jumat, 24 Oktober, Benkired meminta maaf di pengadilan, mengatakan:

“Apa yang telah saya lakukan terlalu mengerikan.”

Ketika membacakan putusan, hakim ketua menyebut tindakan Benkired sebagai:

“Kejahatan yang sangat kejam — penyiksaan yang sesungguhnya.”

Hakim menambahkan bahwa pengadilan mempertimbangkan “rasa sakit psikis yang tak terbayangkan yang diderita korban dan keluarganya” dalam menjatuhkan hukuman terberat di Prancis: penjara seumur hidup tanpa kemungkinan pembebasan lebih awal.

Ayah Korban Meninggal karena “Kesedihan yang Tak Tertahankan”

Ibu Lola, Delphine Daviet, mengungkapkan bahwa suaminya, Johan Daviet, meninggal dunia pada tahun 2024 karena kesedihan mendalam setelah mengetahui cara putrinya disiksa hingga mati.

Ia mengatakan pada 22 Oktober bahwa suaminya sudah berhenti minum alkohol, tetapi sejak hari pembunuhan Lola, ia kembali mabuk setiap hari, dan akhirnya meninggal dunia pada Februari 2024.

Sebelum meninggal dunia, Johan menempelkan sepucuk surat di pintu apartemen tempat Benkired menyiksa putrinya.

Surat itu berbunyi:“Sayangku, aku masih tidak mengerti mengapa ada begitu banyak kekejaman terhadapmu. Engkau begitu baik.
Aku tidak sabar untuk bertemu denganmu lagi. Ayahmu yang mencintaimu seumur hidup.” (Hui/asr)

INSPIRASI ERABARU

Chemistry Tumbuh dari Kedekatan: Mengapa Kencan Tatap Muka Masih Tak Tergantikan di Era Digital

Di era ketika lebih dari setengah lajang berusia di bawah 30 tahun menggunakan aplikasi kencan, berbagai bukti menunjukkan bahwa pendekatan digital terhadap percintaan mungkin...

Mengapa Introvert dan Ekstrovert Sama-Sama Berperan Penting dengan Kekuatan Mereka yang Unik

Cara sistem saraf kita merespons lingkungan sosial mencerminkan lebih dari sekadar kepribadian. Oleh Sarah Campise Hallier Dua orang teman memasuki sebuah bar karaoke. Yang satu langsung...

LATES

Google search engine

VIDEO ET NEWS

MISTERI

Google search engine