Pada Jumat (24 Oktober), Presiden Amerika Serikat Donald Trump berangkat menuju Asia. Ia akan mengunjungi Malaysia, Jepang, dan Korea Selatan secara berurutan. Selama menghadiri KTT APEC di Korea Selatan, Trump dijadwalkan bertemu dengan pemimpin Tiongkok Xi Jinping, sebuah pertemuan yang menarik perhatian dunia.
EtIndonesia. Presiden Amerika Serikat Donald Trump berangkat pada Jumat malam, menandai kunjungan pertamanya ke Asia sejak kembali ke Gedung Putih.
Gedung Putih mengkonfirmasi bahwa Trump akan terlebih dahulu mengunjungi Malaysia untuk menghadiri jamuan kerja para pemimpin ASEAN, kemudian terbang ke Jepang untuk mengadakan pertemuan bilateral dengan Perdana Menteri Jepang yang baru, Sanae Takaichi.
Pada hari Jumat, Takaichi menyampaikan pidato kebijakan pertamanya di parlemen Jepang sejak menjabat, membahas langkah-langkah ekonomi yang berkaitan dengan kesejahteraan rakyat, serta berjanji akan mempercepat pembaruan strategi keamanan nasional guna menghadapi ancaman yang meningkat dari Partai Komunis Tiongkok, Korea Utara, dan Rusia.
Pengamat menilai kunjungan Trump merupakan ujian diplomatik besar bagi Takaichi. Ia berharap dapat membangun hubungan saling percaya pribadi dengan Trump, serta memperdalam aliansi Jepang–AS.
Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi menyatakan: “Jepang dan Amerika Serikat akan bekerja sama untuk meningkatkan kemampuan pencegahan dan respons aliansi kita, guna menghadapi tantangan bersama yang kita hadapi.”
Setelah menyelesaikan kunjungan di Jepang, pada 29 Oktober, Trump akan terbang ke Korea Selatan untuk menghadiri KTT APEC (Kerja Sama Ekonomi Asia-Pasifik).
Juru bicara Gedung Putih, Karolina Leavitt, mengatakan: “Pada Kamis pagi waktu setempat (30 Oktober), Presiden Trump akan mengadakan pertemuan bilateral dengan Presiden Tiongkok Xi Jinping, sebelum berangkat kembali ke Washington D.C.”
Dalam situasi ketegangan perdagangan AS–Tiongkok yang kembali meningkat, pertemuan Trump–Xi di Korea Selatan menjadi fokus perhatian dunia. Trump sebelumnya menyebutkan bahwa topik pembahasan akan mencakup fentanil, logam tanah jarang, perdagangan kedelai, perang Rusia–Ukraina, serta isu Selat Taiwan.
Presiden AS Donald Trump (22 Oktober 2025) mengatakan: “Saya yakin kita akan mencapai sebuah kesepakatan.”
Selain itu, publik juga menaruh perhatian pada kemungkinan pertemuan antara Trump dan Pemimpin Korea Utara Kim Jong-un. Menteri Unifikasi Korea Selatan, Jeong Dong-young, pada Jumat mengatakan bahwa kemungkinan terjadinya “pertemuan Trump–Kim” cukup besar.
Enam tahun lalu, Trump pernah bertemu Kim Jong-un di Panmunjom, menjadikannya presiden AS pertama yang menginjakkan kaki di wilayah Korea Utara. (Hui/asr)
Laporan gabungan oleh reporter NTD, Yi Jing.


