Trump Tiba di Malaysia Setelah 23 Jam Penerbangan, Tampil Penuh Energi Hingga Joget Bareng dengan Penari Tradisional 

Presiden Amerika Serikat Donald Trump tiba di Kuala Lumpur, Malaysia pada Minggu 26 Oktober 2025 dan disambut dengan upacara kehormatan yang meriah. Meski baru menempuh penerbangan panjang selama 23 jam, Trump tampak penuh energi — bahkan ikut menari di karpet merah bersama warga yang menyambutnya, menciptakan suasana yang hangat dan meriah.

EtIndonesia. Pada pagi hari waktu setempat, Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim menyambut langsung Trump di Bandara Internasional Kuala Lumpur, dengan upacara penyambutan tingkat tinggi. Sebuah karpet merah dibentangkan, dan masyarakat setempat menari serta bernyanyi menyambut kedatangan sang presiden AS.

Dalam video yang beredar, terlihat Trump menuruni tangga pesawat dan begitu menginjak karpet merah langsung ikut menari mengikuti irama musik bersama para penyambutnya. Wajahnya tampak cerah dan penuh semangat, tanpa tanda-tanda kelelahan setelah perjalanan panjang tersebut.

Menurut sebuah memorandum yang dirilis oleh Gedung Putih AS pada 10 Oktober, hasil pemeriksaan kesehatan menunjukkan bahwa Trump yang kini berusia 79 tahun memiliki kondisi fisik yang sangat baik, bahkan usia biologis jantungnya 14 tahun lebih muda dari usia sebenarnya.

Kunjungan lima hari Trump ke Asia ini mencakup beberapa agenda penting. Ia akan menghadiri KTT ASEAN di Malaysia, di mana Thailand dan Kamboja akan menandatangani perjanjian gencatan senjata yang diperluas — kesepakatan yang berhasil tercapai berkat mediasi langsung dari Trump.

Pada  Juli lalu, Thailand dan Kamboja sempat terlibat bentrokan sengit di wilayah perbatasan selama lima hari. Saat itu, Trump secara pribadi menghubungi kedua pemimpin negara dan mendesak mereka menghentikan konflik, dengan peringatan bahwa perundingan dagang dengan AS akan ditangguhkan jika kekerasan berlanjut.

Menurut jadwal, pada 27 Oktober Trump akan melanjutkan perjalanannya ke Tokyo, Jepang, untuk bertemu Perdana Menteri baru Jepang, Sanae Takaichi. Kemudian, pada 29 Oktober, ia akan terbang ke Korea Selatan guna menghadiri KTT APEC, dan dijadwalkan bertemu dengan pemimpin Tiongkok, Xi Jinping.

Selain itu, sumber diplomatik menyebutkan bahwa Trump mungkin menambahkan agenda mendadak — yaitu pertemuan singkat dengan pemimpin Korea Utara Kim Jong Un di Zona Demiliterisasi (DMZ) antara kedua Korea. (Hui/asr)

INSPIRASI ERABARU

Chemistry Tumbuh dari Kedekatan: Mengapa Kencan Tatap Muka Masih Tak Tergantikan di Era Digital

Di era ketika lebih dari setengah lajang berusia di bawah 30 tahun menggunakan aplikasi kencan, berbagai bukti menunjukkan bahwa pendekatan digital terhadap percintaan mungkin...

Mengapa Introvert dan Ekstrovert Sama-Sama Berperan Penting dengan Kekuatan Mereka yang Unik

Cara sistem saraf kita merespons lingkungan sosial mencerminkan lebih dari sekadar kepribadian. Oleh Sarah Campise Hallier Dua orang teman memasuki sebuah bar karaoke. Yang satu langsung...

LATES

Google search engine

VIDEO ET NEWS

MISTERI

Google search engine