Sebuah Rahasia untukmu


EtIndonesia. Ketika kita terus-menerus menghakimi orang lain, itu adalah saat di mana kita perlu berhenti sejenak dan bertanya dalam: sebenarnya, siapa yang sedang menderita?

Bayangkan kamu mengamati seseorang — dan dalam pandanganmu, orang itu sangat tidak menyenangkan. Maka, berbagai emosi pun muncul: marah, kesal, terganggu. Namun perhatikan baik-baik: orang itu tetap seperti adanya. Dia hanya menampilkan dirinya yang asli, dan sifat itu memang sudah menjadi bagian dari hidupnya — stabil dan konsisten. Tapi justru karena dia menjadi dirinya sendiri, kamu yang merasa tersiksa. Bukankah itu menandakan bahwa mungkin kitalah yang masih kurang bijaksana?

Karena sering kali, persoalannya bukan ada pada orang lain — tapi pada diri kita sendiri. Orang itu memang begitu. Bukan hanya terhadapmu, tapi terhadap semua orang pun dia demikian.

Namun kamu tidak mau menerima dirinya apa adanya. Ini mirip dengan berjalan di jalan lalu tanpa sengaja menendang batu, lalu marah-marah, mempertanyakan: “Kenapa batu ini jelek sekali? Kenapa keras sekali? Kenapa bentuknya begini?!”  Dan kita pun kesal bukan main.

Jika ada orang seperti itu, mungkin kita akan menganggapnya agak lucu atau bahkan sedikit tidak waras. Tapi sesungguhnya, kita juga sering melakukan hal yang sama saat sedang menghakimi orang lain.

Saat melihat orang yang kasar di jalan, kita langsung kesal dan berkata dalam hati: “Kenapa dia bisa tidak punya sopan santun?” Dan bahkan saat sudah tiba di rumah, rasa marah itu masih belum pergi.

Padahal, yang sebenarnya sedang bertarung adalah pikiran kita sendiri, berkonflik dengan kenyataan apa adanya — dan tanpa sadar, kita justru menyiksa diri sendiri.

Ini menunjukkan bahwa kebijaksanaan kita belum cukup matang. Ekspektasi dalam pikiran — tentang bagaimana segala sesuatu seharusnya — perlu diubah menjadi penerimaan dan pengertian

Belajarlah menerima segala sesuatu tampil sebagaimana adanya — alami, apa adanya.(jhn/yn)

INSPIRASI ERABARU

Ketahui Jalan Kehidupan yang Dapat Menyelamatkan Anda dari Kesalahan yang Memakan Waktu Puluhan Tahun

Sebagian besar jalan memutar dalam hidup bukan disebabkan oleh kurangnya kemampuan, melainkan oleh kesalahan penilaian kecil yang dilakukan berulang kali.  Apa yang akan dibahas berikut...

Rahasia Membangun Kekayaan: Pelajaran dari Tiga Tokoh Besar dalam Sejarah Tiongkok

Kerja keras dapat menopang kehidupan. Namun, kerja keras jarang menghasilkan kekayaan atau harta besar dengan sendirinya. Perbedaan antara sekadar mencari nafkah dan membangun kekayaan...

LATES

Google search engine

VIDEO ET NEWS

MISTERI

Google search engine