EtIndonesia. Situasi perang Rusia–Ukraina kembali melonjak ke fase eskalasi tertinggi setelah militer Ukraina melancarkan serangkaian serangan jarak jauh secara simultan ke wilayah kedaulatan Rusia, salah satunya menggunakan sistem roket HIMARS buatan Amerika Serikat untuk menghantam langsung infrastruktur kritis di Belgorod.
Serangan HIMARS Hantam Bendungan Glafovka
Menurut laporan kanal militer independen seperti Astra, pada 24 Oktober 2025 malam waktu setempat, Ukraina menembakkan tiga rudal presisi GMLRS dari sistem HIMARS ke Bendungan Glafovka di Belgorod — salah satu simpul logistik utama Rusia di wilayah perbatasan.
- Struktur bendungan mengalami kerusakan berat
- Bangunan sekitar runtuh, puing bertebaran
- Pintu air dilaporkan jebol sebagian
- Risiko banjir lokal mulai meningkat
Moskow mengakui adanya kerusakan besar, namun mengklaim “struktur inti bendungan masih aman”. Analis Barat menilai pernyataan itu bersifat defensif dan situasi sesungguhnya lebih parah dari yang disampaikan Pemerintah Rusia.
Pada malam yang sama, drone Ukraina menyerang infrastruktur listrik Belgorod, memicu pemadaman wilayah di beberapa distrik kota.
Operasi Melebar ke Kursk dan Krimea
Sejak awal Oktober, Ukraina meningkatkan tekanan secara langsung ke wilayah perbatasan Rusia:
- Pasukan Ukraina sempat menembus perbatasan Belgorod secara taktis dan mundur cepat
- Empat kendaraan tempur dan dua motor pengintai Rusia dihancurkan
- Ukraina mencoba menciptakan zona penyangga permanen di barat Rusia
Yang sangat signifikan — Ukraina secara terbuka melanggar “garis merah” Moskow, yaitu penggunaan senjata Barat untuk menyerang wilayah Rusia.
Tiga Sistem Pertahanan Udara Rusia Dihancurkan
Di selatan Rusia dan Krimea, Ukraina melancarkan operasi elektronik dan serangan udara presisi antara 23–24 Oktober 2025 dan berhasil:
- Menghancurkan dua radar EL-119 Nebo SVU
- Menewaskan satu unit sistem rudal pertahanan Buk-M3
Serangan ini disebut sebagai upaya “membutakan radar Rusia” sebagai fase pembuka menuju serangan lanjutan yang lebih besar.
Rusia membalas dengan menembaki area permukiman Korabelny di Kherson, menewaskan 1 warga sipil perempuan dan melukai lebih dari 10 orang, termasuk remaja 16 tahun.
Rusia Gempur Odesa – Reaksi Internasional
Dalam waktu hampir bersamaan, Rusia menggempur kota pelabuhan Odesa menggunakan bom presisi berpemandu.
Gelombang kecaman langsung muncul dari negara-negara Eropa Barat.
Sebagai respons, Inggris secara resmi mengirim tambahan 140 rudal pertahanan udara, bagian dari paket bantuan militer senilai 2,13 miliar dolar AS.
Presiden Volodymyr Zelenskyy langsung melakukan kunjungan mendadak ke London, disambut upacara kenegaraan di Kastil Windsor.
Front Donetsk Membara – Ukraina Kuasai 8,7 Km Wilayah Baru
Pada 24 Oktober 2025, pasukan Ukraina ke-425 melancarkan serangan balasan besar ke Lyman–Torske:
- 8,7 km wilayah berhasil direbut kembali
- 20 tank & kendaraan lapis baja Rusia dihancurkan
- Lebih dari 100 tentara Rusia tewas
Rusia membalas dengan mengerahkan pasukan mekanis besar-besaran — namun ditahan dengan ranjau dan artileri berat.
Kota Sukhsk Direbut Kembali – Rusia Panik
Pada pagi 25 Oktober 2025, pasukan lintas udara Ukraina Brigade ke-82 melancarkan operasi kilat di Red Army Village, Donetsk:
- Kota Sukhsk resmi direbut kembali
- Rekaman drone memperlihatkan bendera Ukraina dikibarkan
- Tentara Rusia tertangkap dan menyerahkan senjata
Dalam 24 jam terakhir, dilaporkan lebih dari 140 pertempuran aktif hanya di sektor Donetsk saja.
EROPA SIAGAKAN SKENARIO PERANG TERBUKA NATO–RUSIA
Eropa Siagakan Skenario Perang Terbuka Nato-Rusia
Sementara itu, NATO menggelar latihan raksasa “Steel Defender 25” di Polandia pada 25 Oktober 2025:
- 20.000 pasukan
- 600 kendaraan berat
- 50 jet tempur F-35 aktif terbang di atas Eropa Timur
Rusia dan Belarusia langsung membalas dengan latihan tandingan “Western 2025”, melibatkan:
- 100.000 tentara gabungan
- 300 pesawat tempur
- 250 kapal perang + simulasi skenario nuklir taktis
Uni Eropa Kucurkan Bantuan €50 Miliar untuk Ukraina
Pada 25 Oktober 2025, Uni Eropa secara resmi menyetujui paket bantuan €50 miliar untuk Ukraina selama 4 tahun ke depan.
- 17 miliar euro berupa hibah langsung
- 33 miliar euro pinjaman lunak
- Pencairan pertama dijanjikan tiba dalam 72 jam
Kesepakatan ini mengakhiri kebuntuan panjang akibat veto Hungary.
Perang Masuk Fase Baru:
Serangan HIMARS langsung ke bendungan Rusia menandai pergeseran kontrol Ukraina — dari bertahan, menjadi proaktif menyerang objek kritikal militer Rusia di dalam wilayahnya sendiri.


