EtIndonesia. Di wilayah Zaporizhzhia yang diduduki Rusia, anak-anak sekolah ditakut-takuti dengan mitos-mitos tentang universitas-universitas Ukraina sebagai bagian dari kampanye propaganda absurd yang bertujuan untuk menjaga kaum muda tetap berada di wilayah-wilayah di luar kendali Ukraina, menurut Pusat Penanggulangan Disinformasi.
Di wilayah Zaporizhzhia yang diduduki Rusia, guru-guru Rusia, sebagai bagian dari seri “Percakapan Tentang Hal-Hal Penting”, menceritakan kisah-kisah aneh kepada siswa SMA tentang universitas-universitas Ukraina yang konon menakutkan.
Menurut aktivis dari gerakan perlawanan Yellow Ribbon, anak-anak diberi tahu bahwa universitas-universitas Ukraina mengajarkan kebencian terhadap orang Rusia, memaksa mahasiswa untuk meninggalkan keyakinan mereka, dan bahkan mempromosikan narkoba dan pesta pora.
Ketakutan dan tekanan palsu terhadap lulusan
Anak-anak sekolah ditakut-takuti dengan klaim bahwa ijazah Ukraina konon tidak diakui di seluruh dunia, dan bahwa siswa dengan nilai rendah dikirim ke garis depan.
Para propagandis bertujuan untuk menciptakan kesan di kalangan anak-anak bahwa belajar di luar wilayah pendudukan itu berbahaya dan sia-sia, sehingga menimbulkan tekanan dan ketakutan akan kemungkinan meninggalkan wilayah tersebut.
Tanggapan kaum muda
Terlepas dari upaya mesin propaganda Rusia, anak-anak sekolah mencari cara untuk mendaftar di universitas-universitas Ukraina dan meninggalkan wilayah pendudukan.
Tujuan kampanye ini jelas: melalui kebohongan dan intimidasi, pihak berwenang bertujuan untuk menahan kaum muda di wilayah-wilayah di luar kendali Ukraina, membatasi kesempatan pendidikan dan kehidupan mereka.
Di wilayah pendudukan di wilayah Donetsk dan Luhansk, pengangguran telah mencapai rekor tertinggi, tiga kali lebih tinggi daripada tahun 1992, dengan sebagian besar penduduk terpaksa bekerja bukan untuk uang melainkan untuk paket makanan. Saat ini, hanya sekitar 30% penduduk yang bekerja.
Melihat ke depan, musim dingin tahun 2025 diperkirakan akan menjadi fase kritis konflik, dengan dukungan internasional yang meningkat untuk Ukraina. Negara-negara Eropa sedang mempertimbangkan untuk memperluas bantuan guna memperkuat kemampuan pertahanan negara dan memastikan stabilitas sistem energi guna mengantisipasi serangan Rusia lebih lanjut. (yn)


