Pedagang kaki lima di pasar malam Yingtian Street, Kota Shangqiu, Provinsi Henan, Tiongkok terlibat bentrokan hebat dengan petugas penertiban kota (chengguan) pada 27 Oktober 2025 malam.
Peristiwa tersebut menarik perhatian banyak warga dan menimbulkan kekacauan di lokasi dengan sejumlah orang dilaporkan terluka.
Diketahui, penyebab insiden ini adalah kebijakan pemerintah setempat yang memberlakukan penutupan selama 100 hari terhadap pasar malam terbesar di Shangqiu dengan alasan “pencegahan dan pengendalian polusi udara.”
EtIndonesia. Pada 28 Oktober, akun media sosial independen Tiongkok “Yesterday” yang memantau insiden sosial di daratan Tiongkok, menulis di platform X luar negeri bahwa para pedagang mengungkapkan — sejak September tahun ini, pasar malam Yingtian Street mulai ditutup.
Awalnya hanya pedagang yang tidak membayar biaya lapak yang dilarang berdagang, namun belakangan larangan itu diperluas hingga mencakup pedagang yang telah membayar biaya resmi.
「河南商丘摊贩城管爆发激烈冲突多人受伤(2025.10.27)」10月27日晚,河南省商丘市应天街夜市的摊贩与城管爆发激烈冲突,导致多人受伤。 据悉,事件源于当地政府以“大气污染防治”为名,对商丘最大的夜市采取了长达100天的关停措施。… pic.twitter.com/sQouVTl32F
— 昨天 (@YesterdayBigcat) October 28, 2025
Karena kehilangan mata pencaharian dalam waktu lama dan kesulitan memenuhi kebutuhan hidup dasar, sebagian pedagang terpaksa kembali membuka lapaknya sendiri.
Pada 27 Oktober malam, ketika petugas penertiban kota menggunakan kekerasan untuk mengusir salah satu pedagang yang kembali berjualan, hal itu memicu kemarahan para pedagang lain dan memunculkan perlawanan kolektif. Bentrokan pun pecah di tempat.
Menurut saksi mata, situasi di lokasi sangat kacau dan banyak orang terluka.
Seorang saksi mengatakan, “Ada delapan ambulans yang datang.”
Bentrokan tersebut menarik kerumunan besar warga yang menonton dan berlangsung hingga larut malam. (Hui/asr)


