EtIndonesia. Kedutaan Besar Partai Komunis Tiongkok (PKT) di Korea Utara baru-baru ini mengadakan resepsi peringatan, dan dari laporan resmi yang dipublikasikan di situs web kedutaan tersebut, publik menemukan bahwa Komisaris Politik Universitas Pertahanan Nasional PKT kini bukan lagi mantan sekretaris pribadi Xi Jinping, Zhong Shaojun, melainkan telah digantikan oleh Xia Zhihe.
Pada saat yang sama, Wang Renhua, Jenderal Bintang Tiga yang menjabat sebagai Sekretaris Komisi Politik dan Hukum Komisi Militer Pusat (CMC), diam-diam dihapus dari daftar pejabat tinggi, memicu spekulasi luas. Para analis menilai bahwa setelah Sidang Pleno Keempat (四中全會), PKT kini mempercepat pembersihan besar-besaran di kalangan militer.
Selain itu, baru-baru ini di jalanan Beijing, seseorang memasang spanduk anti-komunis dengan tulisan yang menyebut PKT sebagai “sekte jahat anti-manusia,” menandakan krisis legitimasi kekuasaan rezim ini semakin parah.
Perubahan Jabatan di Militer: Zhong Shaojun Digantikan
Menurut laporan situs web Kedutaan Besar Tiongkok di Korea Utara, pada 25 Oktober malam, kedutaan mengadakan resepsi peringatan 75 tahun “Perang Melawan Agresi AS dan Membantu Korea”.
Acara itu dihadiri lebih dari 140 orang, termasuk Komisaris Politik Universitas Pertahanan Nasional Xia Zhihe, yang sedang berkunjung ke Korea Utara.
Dari laporan tersebut terlihat bahwa Xia Zhihe telah menggantikan Zhong Shaojun sebagai Komisaris Politik Universitas Pertahanan Nasional.
Zhong Shaojun adalah mantan sekretaris pribadi Xi Jinping saat Xi masih menjabat di pemerintahan daerah. Setelah Xi berkuasa, Zhong yang tidak memiliki latar belakang militer diangkat menjadi Direktur Kantor Komisi Militer Pusat. Namun pada April 2024, Zhong tiba-tiba dicopot dari jabatannya. Saat itu, banyak rumor beredar bahwa ia telah dipindahkan ke Universitas Pertahanan Nasional, meski pihak resmi tak pernah mengkonfirmasi hal itu.
Penulis kolom Epoch Times, Wang He, menjelaskan: “Dalam beberapa tahun terakhir, PKT sangat menutup rapat informasi tentang dinamika dan perombakan di tubuh militer. Biasanya, publik baru tahu seseorang dipindahkan setelah dia muncul di posisi baru.”
Zhong Shaojun, yang merupakan anggota Komite Sentral ke-20 PKT, baru saja menghadiri Sidang Pleno Keempat. Namun hingga kini, PKT belum mengumumkan secara resmi pencopotannya, dan arah kariernya berikutnya masih tidak jelas.

Jenderal Wang Renhua Hilang dari Daftar, Diduga Bermasalah
Sementara itu, situs resmi Komisi Politik dan Hukum Pusat (China Chang’an Net) memperbarui daftar pejabat tinggi pada 25 Oktober, dan nama Wang Renhua telah dihapus dari daftar anggota komisi.
Ia juga tidak muncul di depan umum selama berbulan-bulan dan tidak menghadiri Sidang Pleno Keempat, menimbulkan dugaan bahwa ia telah ditangkap atau sedang diselidiki.
Wang He berkomentar: “Dari situasinya saat ini, sepertinya Wang Renhua memang sudah jatuh. Ia kemungkinan terhubung erat dengan Miao Hua.”
Gelombang Pembersihan Baru di Tubuh Militer
Menjelang Sidang Pleno Keempat, otoritas PKT secara mendadak mengumumkan pemecatan sembilan jenderal bintang tiga, termasuk Miao Hua dan He Weidong, dengan tuduhan korupsi.
Sehari setelah sidang berakhir, Harian Tentara (militer resmi PKT) menerbitkan editorial yang menekankan bahwa “kasus Miao Hua dan He Weidong menunjukkan bahwa tidak boleh ada tempat bagi unsur korup dalam militer.”
“Editorial seperti ini tentu saja penuh dengan retorika muluk. Faktanya, Xi Jinping sedang berusaha keras mempertahankan kendalinya atas militer dan berupaya memutus hubungan dirinya dari para jenderal yang korup yang justru dia sendiri angkat. Namun, sekeras apa pun dia berusaha, sulit menyangkal kenyataan bahwa Miao Hua dan He Weidong—orang-orang kepercayaannya—adalah pusat dari lingkaran korupsi para jenderal tingkat tinggi,” ujar peneliti di Institut Penelitian Keamanan Pertahanan Nasional Taiwan, Shen Mingshi.

Tiga Posisi di Komisi Militer Masih Kosong
Komunike Sidang Pleno Keempat menunjukkan bahwa Zhang Shengmin, anggota Komisi Militer Pusat, telah dipromosikan menggantikan He Weidong sebagai Wakil Ketua Komisi Militer Pusat. Namun pada 24 Oktober, dalam pertemuan Komisi Tetap Komisi Disiplin Pusat (CCDI) yang disiarkan CCTV, tidak terlihat satu pun perwakilan militer hadir, termasuk Zhang Shengmin sendiri yang tidak tampak di tempat.
Para analis menilai bahwa tiga kursi kosong di jajaran Komisi Militer Pusat serta berbagai kejanggalan pasca-sidang menandakan bahwa gelombang pembersihan besar di tubuh militer PKT masih akan berlanjut.
Wang He menegaskan: “Sistem PKT adalah seperti mesin penggiling daging. Di dalamnya tidak ada moral, tidak ada keadilan, dan tidak ada prosedur yang sah. Semua bergantung pada kekuasaan—siapa yang paling kuat, dia yang menentukan. Dalam sistem seperti ini, tidak ada satu pun orang yang benar-benar aman, dan justru sistem seperti inilah yang menjadi bencana terbesar bagi Tiongkok.”

(Tangkapan layar dari media sosial oleh The Epoch Times)
Spanduk Anti-Komunis Muncul di Beijing
Saat ekonomi Tiongkok anjlok dan rakyat semakin menderita, pada 25 Oktober di Beijing, seseorang memasang spanduk bertuliskan:
“Hakikat Partai Komunis adalah sekte jahat yang menentang kemanusiaan. Mereka akan membawa bencana tak berkesudahan bagi Tiongkok. Mari kita bangun Tiongkok baru yang bebas, manusiawi, dan berdasarkan hukum.”
Foto-foto spanduk ini beredar luas di internet dan menarik perhatian besar dari publik. (Hui/asr)
Laporan oleh Tang Rui dan Luo Ya / New Tang Dynasty Television


