IQ Saat Kita Marah



EtIndonesia.
Ada seorang pengusaha yang dikenal karena sikapnya yang sangat tenang dan stabil. Meski setiap hari menghadapi dunia bisnis yang keras dan penuh perubahan, dia hampir tidak pernah membuat kesalahan fatal. Karena itu pula, perusahaannya terus berkembang pesat.

Beberapa tahun kemudian, saat dia bersiap untuk pensiun, seorang wartawan bertanya pada acara perpisahannya: “Apa rahasia terbesar kesuksesan Anda selama puluhan tahun ini?”

Dia hanya tersenyum dan berkata singkat: “Saya tidak punya rahasia khusus. Hanya satu hal: saya selalu menghindari banyak bicara dan tidak mengambil keputusan saat sedang marah. Itu saja yang menyelamatkan saya dari banyak bencana.”

Satu kalimat, tetapi menjadi pelajaran hidup bagi semua yang mendengarnya.

Kisah Tragis Karena Keputusan yang Diambil Saat Marah

Ada seorang pria, istrinya meninggal karena komplikasi saat melahirkan. Untungnya, dia memiliki seekor anjing yang sangat pintar, yang sejak itu menjaga bayi mereka dengan setia.

Suatu malam, pria itu pulang sangat larut. Melihat anjingnya datang menyambut dengan wajah gembira — namun mulutnya penuh darah.  Sekejap, dia panik sekaligus marah luar biasa.

“Jangan-jangan… anjing ini memakan bayiku karena lapar?!”

Dia langsung berlari ke kamar bayi dan melihat tempat tidur kosong dan penuh bercak darah. Dengan amarah membara, tanpa berpikir panjang, dia menghajar anjing itu sampai mati.

Sesaat kemudian — bayinya merangkak keluar dari kolong tempat tidur sambil menangis. Tak jauh dari situ, ditemukan seekor serigala mati berlumuran darah. Anjing itu — dengan luka parah di kakinya — telah berjuang mati-matian menyelamatkan bayi itu dari serangan serigala.

Dia menatap bangkai anjing yang baru saja ia bunuh — dan menangis histeris tanpa bisa mengampuni dirinya sendiri.

Mengapa tragedi seperti ini bisa terjadi?

Karena akalnya hancur oleh amarah. Dia tidak memberi kesempatan untuk berpikir atau memeriksa kebenaran.

Psikolog mengatakan: “Saat seseorang sedang marah, IQ-nya setara dengan anak usia 5 tahun.”

Tidak peduli usiamu berapa, pendidikanmu seberapa tinggi — ketika amarah mengambil alih, seluruh kedewasaan mentalmu hilang.

Kitab Suci berkata: “Orang yang bijak tidak mudah terprovokasi oleh amarah.” — Amsal

Benar sekali. 

Saat kita marah:

  • IQ turun
  • EQ runtuh
  • kata-kata jadi kasar
  • keputusan jadi membabi buta
  • dan penyesalan datang terlambat

Jadi, jika kamu ingin hidupmu lebih stabil dan minim penyesalan…

Ingat satu hal sederhana: “Saat sedang marah — IQ kamu hanya setaraf anak usia 5 tahun.”

Latih diri untuk diam saat marah. Tunda bicara. Tunda keputusan. Sebab satu kalimat atau satu tindakan saat emosi bisa menghancurkan apa yang kamu bangun selama bertahun-tahun.

Ketika amarah mereda — kamu akan bersyukur karena tidak bertindak saat emosi masih membara.  Dan itulah ciri manusia yang benar-benar dewasa.(jhn/yn)

INSPIRASI ERABARU

Apa yang Diungkapkan Pilihan Pakaian Anda tentang Kepribadian Anda

Seorang peneliti di Universitas New York menemukan bahwa otak manusia membuat 11 penilaian berbeda terhadap orang asing dalam tujuh detik pertama pertemuan.  Psikologi mode (fashion...

Lima Tanda di Pagi Hari yang Menunjukkan Tubuh Anda dalam Kondisi Baik

Banyak masalah kesehatan kronis tidak menunggu hasil pemeriksaan laboratorium untuk menunjukkan keberadaannya. Menit-menit setelah bangun tidur dapat menjadi jendela yang memperlihatkan apa yang dilakukan...

LATES

Google search engine

VIDEO ET NEWS

MISTERI

Google search engine