Citra Satelit Menunjukkan Pertumpahan Darah dan Pembunuhan Massal di Sudan yang Dilanda Perang

EtIndonesia. Begitu banyak pertumpahan darah di Sudan yang dilanda perang sehingga terlihat bahkan dari luar angkasa. Citra satelit dari Laboratorium Penelitian Kemanusiaan (HRL) di Sekolah Kesehatan Masyarakat Yale menunjukkan sebuah organisasi pemberontak melakukan pembunuhan massal setelah merebut El-Fasher minggu lalu.

Sudan telah dilanda perang saudara yang mematikan selama lebih dari dua tahun. Perang antara Tentara Sudan dan Pasukan Dukungan Cepat (RSF) dimulai pada April 2023, ketika kedua unit, yang sebelumnya berbagi kekuasaan, berselisih mengenai rencana untuk mengintegrasikan pasukan mereka selama transisi menuju demokrasi.

Pada 26 Oktober, RSF menyatakan telah merebut markas tentara di Kota El-Fasher, Darfur Utara. Kota itu merupakan benteng terakhir tentara di Darfur.

Menurut Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), perang tersebut telah menewaskan sekitar 40.000 orang dan menyebabkan 12 juta orang mengungsi.

Pertempuran telah membuat jutaan orang mengungsi, menjerumuskan separuh Sudan ke dalam kelaparan, dan menyebarkan penyakit ke seluruh negeri.

Bukti Pembunuhan Massal

Dalam sebuah laporan yang diterbitkan pada hari Senin, Yale HRL mengamati kendaraan-kendaraan RSF yang dikerahkan dalam formasi taktis yang konsisten dengan operasi pembersihan dari rumah ke rumah di lingkungan Daraja Oula, El-Fasher, tempat warga sipil mencari perlindungan hingga minggu lalu.

“Analisis citra menunjukkan objek-objek yang sesuai dengan ukuran tubuh manusia di tanah dekat kendaraan RSF, termasuk setidaknya lima contoh perubahan warna tanah kemerahan,” kata laporan itu.

“Operasi pembersihan dari rumah ke rumah berjarak sekitar 250 meter dari masjid Al Safiya – yang diserang RSF dalam serangan pesawat tak berawak pada 19 September 2025 yang menewaskan sekitar 78 orang – dan sedikit di sebelah barat laut Rumah Sakit Saudi,” tambah laporan itu.

Melalui informasi yang kredibel, Yale HRL juga menemukan laporan tentang warga sipil yang meninggal saat melarikan diri dari El-Fasher.

Orang-orang Mengungsi dari Kamp-kamp yang Dikendalikan RSF

Yale HRL mengatakan bahwa sekelompok orang terlihat meninggalkan El-Fasher ke selatan menuju kamp Pengungsi Internal (IDP) yang dikuasai RSF dan ke barat menuju Tawilah.

“Sekelompok besar objek yang mirip manusia terlihat di selatan El-Fasher di jalan B26 menuju Zamzam yang dikuasai RSF, yang sebelumnya merupakan salah satu kamp IDP terbesar di Sudan. Area ini sepenuhnya berada di bawah kendali RSF dan telah digunakan sebagai basis operasi RSF,” lanjut laporan Yale tersebut.

Penguasaan Instalasi Militer Utama

Temuan akhir dari laporan Yale mengonfirmasi bahwa RSF telah mengambil alih Divisi Keenam Angkatan Bersenjata Sudan (SAF).

Citra satelit menunjukkan kerusakan signifikan terlihat di markas Divisi Keenam. Citra tersebut juga menunjukkan adanya kendaraan tambahan yang mirip RSF di lokasi tersebut. (yn)

INSPIRASI ERABARU

Apa yang Diungkapkan Pilihan Pakaian Anda tentang Kepribadian Anda

Seorang peneliti di Universitas New York menemukan bahwa otak manusia membuat 11 penilaian berbeda terhadap orang asing dalam tujuh detik pertama pertemuan.  Psikologi mode (fashion...

Lima Tanda di Pagi Hari yang Menunjukkan Tubuh Anda dalam Kondisi Baik

Banyak masalah kesehatan kronis tidak menunggu hasil pemeriksaan laboratorium untuk menunjukkan keberadaannya. Menit-menit setelah bangun tidur dapat menjadi jendela yang memperlihatkan apa yang dilakukan...

LATES

Google search engine

VIDEO ET NEWS

MISTERI

Google search engine