EtIndonesia. Amerika Serikat telah menawarkan opsi kepada militan Hamas untuk meninggalkan sebagian wilayah Gaza dalam upaya meredakan ketegangan dan menstabilkan gencatan senjata, tetapi sejauh ini, belum ada yang menerima proposal tersebut, lapor Axios.
Melalui mediator Mesir dan Qatar, Amerika Serikat menyampaikan inisiatif kepada Hamas, menawarkan jalur aman bagi militannya untuk keluar dari wilayah yang saat ini berada di bawah kendali militer Israel. Proposal tersebut bertujuan untuk menstabilkan gencatan senjata dan membersihkan hampir separuh wilayah Gaza dari kehadiran kelompok bersenjata.
Para pejabat AS mengatakan langkah tersebut dimaksudkan untuk meredakan konflik dan membuka jalan bagi perundingan kemanusiaan lebih lanjut, termasuk memulihkan infrastruktur sipil dan mengizinkan organisasi internasional mengakses wilayah terdampak.
Tanggapan Israel dan situasi terkini
Pasukan Pertahanan Israel (IDF) mengonfirmasi bahwa mereka mengetahui proposal tersebut tetapi mengatakan bahwa hingga Kamis malam, tidak ada pejuang Hamas yang memanfaatkan kesempatan untuk meninggalkan wilayah yang dikuasai Israel.
Menurut sumber-sumber Israel, Hamas terus mempertahankan posisi di permukiman padat penduduk, menggunakan lokasi-lokasi sipil untuk melindungi operasinya.
Para pejabat di Yerusalem menekankan bahwa langkah diplomatik apa pun menuju stabilisasi hanya mungkin dilakukan jika Hamas sepenuhnya menghentikan serangannya.
Di Washington, para pejabat menekankan bahwa inisiatif tersebut bukan merupakan konsesi, melainkan upaya untuk mencegah eskalasi lebih lanjut dan mengurangi risiko bagi warga sipil.
Sebelumnya, Presiden AS, Donald Trump menyatakan bahwa Israel berhak untuk menanggapi serangan Hamas, mengomentari pelanggaran gencatan senjata terbaru di Gaza.(yn)
Militan Hamas sekali lagi melanggar gencatan senjata, memicu kembali bentrokan dan menimbulkan keraguan tentang keberlangsungan gencatan senjata.


