EtIndonesia. AS berencana untuk melanjutkan uji coba nuklir setelah jeda lebih dari 30 tahun. Keputusan ini kemungkinan melibatkan uji coba bawah tanah, menurut Reuters.
Presiden AS mengonfirmasi niat negaranya untuk memulai kembali uji coba nuklir untuk pertama kalinya dalam tiga dekade. Dia tidak merinci apakah program tersebut akan mencakup uji coba bawah tanah, yang umum dilakukan selama Perang Dingin.
“Anda akan segera mengetahuinya, tetapi kami akan melakukan beberapa uji coba,” kata Trump kepada wartawan di pesawat Air Force One dalam perjalanan ke Florida, menanggapi pertanyaan tentang kemungkinan ledakan bawah tanah.
Menurutnya, negara-negara lain sudah melakukan uji coba serupa, dan jika mereka melakukannya, “Kami akan melakukannya, oke?”
Melanjutkan uji coba setelah jeda 33 tahun
Sehari sebelumnya, pemimpin AS itu telah mengumumkan bahwa dia telah memerintahkan dimulainya kembali uji coba senjata nuklir setelah jeda 33 tahun. Para analis mengatakan langkah ini merupakan sinyal bagi negara-negara nuklir lainnya, seperti Tiongkok dan Rusia.
Pernyataan tersebut disampaikan dalam penerbangan helikopter Marine One menuju pertemuan dengan Presiden Tiongkok Xi Jinping di Busan, Korea Selatan.
Masih belum jelas apakah ini merujuk pada uji coba peledakan nuklir yang sebenarnya di bawah pengawasan Badan Keamanan Nuklir Nasional atau uji terbang rudal yang mampu membawa hulu ledak.
Namun, penyebutan uji coba bawah tanah ini menarik perhatian luas, karena metode inilah yang digunakan AS hingga tahun 1992.
Reaksi dan Konsekuensi
Dalam kunjungan ke Malaysia, Menteri Pertahanan AS, Pete Hegseth mengatakan bahwa melanjutkan uji coba merupakan cara yang sangat bertanggung jawab untuk mempertahankan pencegahan nuklir, seraya menambahkan bahwa Pentagon akan bekerja sama erat dengan Departemen Energi.
“Kami bergerak cepat,” tegasnya.
Pada saat yang sama, Anggota DPR dari Partai Demokrat, Dina Titus dari Nevada, lokasi uji coba nuklir utama AS, mengajukan rancangan undang-undang yang melarang dimulainya kembali uji coba bawah tanah dan memblokir pendanaannya.
Dia memperingatkan bahwa langkah tersebut dapat mendorong Rusia dan Tiongkok untuk mengambil tindakan serupa dan sekali lagi menempatkan penduduk Nevada pada risiko radiasi dan kerusakan lingkungan.(yn)


