Pemimpin partai komunis Tiongkok (PKT) Xi Jinping baru-baru ini melakukan kunjungan ke Korea Selatan. Namun, yang mengejutkan publik, ia memilih menginap di sebuah hotel bintang empat di Gyeongju alih-alih hotel mewah bintang lima. Keputusan ini menimbulkan berbagai dugaan di kalangan luar negeri.
EtIndonesia. Xi Jinping tiba di Busan pada 30 Oktober untuk bertemu dengan Presiden AS Donald Trump, lalu menuju Gyeongju untuk menghadiri KTT APEC pada 31 Oktober, dan menginap di Hotel Kolon, sebuah hotel bintang empat bergaya tradisional Korea yang dibangun pada tahun 1978 dan terletak di kawasan pegunungan yang terpencil.
Menariknya, Gyeongju memiliki beberapa hotel bintang lima, namun Xi justru memilih hotel bintang empat—sesuatu yang sangat berbeda dari gaya hidup mewah dan penuh kemewahan yang biasa ia tunjukkan.
Media sebelumnya melaporkan bahwa setiap kali Xi melakukan kunjungan luar negeri, demi menghindari risiko pembunuhan, ia biasanya menyewa seluruh hotel mewah terbaik di kota tersebut. Ia juga membawa tim besar, termasuk juru masak pribadi dari State Guesthouse Diaoyutai Beijing, yang menyiapkan semua makanannya.
Sebagai contoh, ketika Xi menghadiri KTT BRICS di Afrika pada 2023, semua perlengkapan di kamar hotelnya—mulai dari cangkir, mangkuk, tempat tidur, kasur, karpet, hingga tirai—diganti dengan barang-barang khusus yang dikirim langsung dari Tiongkok, menunjukkan tingkat paranoia keamanan yang ekstrem.
Karena itu, keputusan Xi kali ini untuk tinggal di hotel bintang empat Kolon Hotel menimbulkan banyak dugaan.
Beberapa analis berpendapat bahwa pilihan hotel tersebut mungkin didasarkan pada pertimbangan keamanan dan privasi. Lokasinya yang relatif terpencil dinilai lebih mudah diamankan dan mengurangi risiko gangguan dari luar.
Namun, kunjungan Xi ke Korea Selatan kali ini diwarnai dengan gelombang besar protes anti-PKT. Ribuan warga Korea membawa spanduk bertuliskan “Hancurkan PKT” dan “Xi Jinping, pergilah!”, bahkan menggunakan pengeras suara untuk meneriakkan “Xi Jinping keluar!” dan “Xi Jinping go home!”.
Menurut sejumlah warga lokal, setelah Xi menginap di Kolon Hotel, jumlah polisi di sekitar area tersebut meningkat drastis, dan tingkat keamanan dinaikkan secara signifikan.
Ada juga pandangan bahwa Xi memilih Kolon Hotel untuk menghindari lokasi tempat Presiden AS Donald Trump menginap, yaitu Hotel Hilton Gyeongju, yang berjarak sekitar 7,7 kilometer. Pemisahan lokasi ini dianggap disengaja untuk alasan diplomatik maupun keamanan.
Namun, sebagian pengamat meragukan hal ini, dengan alasan bahwa Xi Jinping dikenal sangat mementingkan gengsi dan kenyamanan, sehingga sulit dipercaya ia rela menurunkan standar hanya demi menghindari Trump.
Selain itu, Kolon Hotel berjarak sekitar 10 menit berkendara dari Kuil Bulguksa, kuil Buddha terkenal di Korea. Beberapa pihak berspekulasi bahwa Xi mungkin memilih lokasi tersebut agar lebih mudah berkunjung secara diam-diam ke kuil untuk “berdoa” atau “meminta berkah”, jauh dari sorotan publik.
Walaupun Xi adalah pemimpin Partai Komunis yang secara resmi berpaham ateis, WikiLeaks pernah mengungkapkan bahwa Xi sebenarnya percaya pada ajaran dan energi spiritual Buddhis serta kekuatan supranatural. Dalam beberapa tahun terakhir, Xi sering “mengunjungi” situs-situs keagamaan Buddha dan Tao dengan dalih inspeksi resmi.
Banyak pihak menilai hal itu sebagai upaya “berdoa mendadak” setiap kali menghadapi tekanan politik, krisis diplomatik, atau masalah kesehatan.
Menurut laporan media Korea, Xi awalnya dijadwalkan menginap di Hotel Shilla di Seoul, namun karena gelombang protes keras dari masyarakat, pihak PKT terpaksa membatalkan pemesanan tersebut.
Beberapa analis menilai bahwa kesulitan Xi dalam memilih hotel kali ini, hingga akhirnya menginap di hotel bintang empat, tidak sepenuhnya atas kehendaknya sendiri, melainkan mencerminkan perubahan keseimbangan kekuasaan internal di kalangan elite PKT setelah Sidang Pleno Keempat baru-baru ini.
Di platform media sosial X, seorang pengguna berkomentar: “Sebulan lalu, semua hotel bintang lima sudah dipesan. Tapi sebelum Sidang Pleno Keempat, semuanya dibatalkan. Setelah pleno, baru tiba-tiba dipesan hotel bintang empat. Xi Jinping sekarang cuma boneka.” (Hui)
Sumber : NTDTV.com


