Jika kamu memiliki kekayaan, yang dikagumi orang sebenarnya bukan dirimu, melainkan hartamu — tetapi kamu sering salah paham, mengira merekalah yang mengagumi pribadimu.
Jika kamu punya kekuasaan, yang dihormati orang bukan dirimu, melainkan kekuatanmu — namun kamu merasa seolah-olah dirimu-lah yang diagungkan.
Jika kamu memiliki kecantikan atau ketampanan, yang memikat orang hanyalah rupa sementara yang kau miliki, bukan jati dirimu — namun kamu keliru mengira semua itu karena pesonamu yang abadi.
Sadarlah — yang benar-benar berharga dalam hidup ini adalah karakter dan moral. Itulah harta yang bisa kamu bawa ke mana pun kamu melangkah.
- Seseorang yang batinnya kaya, mampu merasakan dunia yang penuh warna.
– Seseorang yang berhati baik, mampu melihat bahwa dunia ini sebenarnya hangat dan indah.
– Seseorang yang hati dan pikirannya jernih, akan menemukan bahwa hidup ini layak dinikmati.
– Seseorang yang sungguh-sungguh berusaha, akan menyadari betapa agungnya kehidupan.
Alasan untuk maju hanya butuh satu. Sedangkan alasan untuk mundur, ada seratus.
Dalam hidup ini:
- Boleh kekurangan uang, tapi jangan kekurangan moral.
- Boleh salah dalam ucapan, tapi jangan mengingkari kepercayaan.
- Boleh jatuh, tapi jangan menyerah dan merendahkan diri.
- Boleh mengejar nama, tapi jangan merampas nama orang lain.
- Boleh merasa lelah, tapi jangan memilih kehancuran.
- Boleh bersantai, tapi jangan terjerumus dalam hawa nafsu.
- Boleh rendah hati, tapi jangan berpura-pura suci.
- Boleh hidup sederhana, tapi jangan hidup tanpa arti.
- Boleh romantis, tapi jangan hidup sesat.
- Boleh menjalani hidup, tapi jangan menciptakan masalah.
Satu kalimat sebagai penyemangat — semoga kita hidup jujur, baik hati, dan bahagia.
Prinsip menjadi manusia sejati:
- Kepada yang lebih tinggi: hormati dengan tulus — itulah adab.
- Kepada yang lebih rendah: jangan sombong — itulah kebijaksanaan.
- Dalam hal keuntungan: mampu mengambil enam bagian tapi rela hanya empat — itulah keadilan.
- Dalam menjaga diri: tetap bersih meski hidup di dunia yang kotor — itulah integritas.
- Dalam hubungan dengan manusia: luar dan dalam harus selaras — itulah kepercayaan.
- Dalam membina jiwa: hormati langit, cintai sesama — itulah kasih kemanusiaan.
Manusia sejati bukan yang paling kuat, tetapi yang paling berpegang pada kehormatan diri. (jhn/yn)


