EtIndonesia. Selama perayaan Hari Orang Mati di Meksiko, wali kota Uruapan ditembak mati, beberapa minggu setelah mendeklarasikan perang terhadap kartel narkoba dan kejahatan terorganisir.
Menurut El País, serangan itu terjadi saat perayaan di kota tersebut.
Wali Kota Uruapan di negara bagian Michoacán, Meksiko barat, Carlos Manso, ditembak mati di jalan saat acara Hari Orang Mati yang digelar publik. Orang-orang bersenjata melepaskan tembakan di depan ratusan orang tak lama setelah Manso meresmikan festival cahaya lilin di kota tersebut. Paramedis berusaha menyadarkannya dengan CPR, tetapi dia meninggal dunia di tempat kejadian.
Sebuah pernyataan dari badan keamanan publik nasional Meksiko mengatakan salah satu penyerang tewas di tempat kejadian, sementara dua lainnya ditangkap.
Dalam konferensi pers, Menteri Keamanan Federal Omar García Harfuch mengonfirmasi bahwa Manso telah berada dalam perlindungan selama beberapa bulan.
“Sejak Desember 2024, dia telah menugaskan pengawal, dan pada bulan Mei, dia menerima bala bantuan tambahan. Sayangnya, para penyerang memanfaatkan kerentanan acara publik untuk melakukan penyerangan,” kata Harfuch.
Sikap Anti-Kartel
Carlos Manso, yang menjadi wali kota pada September 2024, telah mengambil sikap tegas terhadap kejahatan terorganisir dan kartel narkoba. Dia sering berpatroli di jalan-jalan secara langsung dengan mengenakan rompi antipeluru.
Dalam sebuah video yang diunggah di media sosialnya pada bulan Juni, Manso meminta pemerintah federal untuk berbuat lebih banyak dalam memerangi kejahatan kekerasan.
Dia adalah wali kota keenam yang terbunuh di Meksiko tahun ini dan yang ketiga di Michoacán. Pada bulan Juni, wali kota Tepalcatepec, Martha Laura Mendoza, dan Tacámbaro, Salvador Bastida, juga terbunuh.
Rencana Trump untuk Menghadapi Kartel Meksiko
Pada bulan Mei, Presiden AS, Donald Trump menyatakan niatnya untuk mengerahkan pasukan Amerika ke Meksiko guna memerangi perdagangan narkoba.
Presiden Meksiko, Claudia Sheinbaum menolak usulan tersebut, yang mendorong Trump untuk mengklaim bahwa dia “takut pada kartel.” Saat pelantikannya di bulan Januari, Trump mengumumkan rencana untuk menetapkan kartel-kartel tersebut sebagai organisasi teroris internasional.(yn)


