Militer Israel : Tiga Jenazah yang Dikembalikan Hamas Bukan Sandera

Berdasarkan perjanjian gencatan senjata di Gaza yang dimediasi oleh Amerika Serikat, kelompok militan Palestina Hamas masih harus menyerahkan jenazah 11 sandera yang telah meninggal. Namun, pada Sabtu (1 November), militer Israel menyatakan bahwa tiga jenazah yang diserahkan melalui Palang Merah pada 31 Oktober bukanlah sandera yang sebelumnya diculik dari Israel.

EtIndonesia. Sejak perjanjian gencatan senjata mulai berlaku pada 10 Oktober, Hamas telah membebaskan seluruh 20 sandera yang masih hidup, dan mulai menyerahkan jenazah mereka yang tewas. Hingga kini, total 17 jenazah telah dikembalikan ke Israel — terdiri dari 15 warga Israel, 1 warga Thailand, dan 1 warga Nepal.

Namun, menurut militer Israel kepada AFP, hasil pemeriksaan forensik menunjukkan bahwa tiga jenazah yang diserahkan pada 31 Oktober tidak termasuk dalam daftar sandera yang pernah diculik.

Israel menuduh Hamas bergerak terlalu lambat dalam mengembalikan jenazah sandera, yang dianggap melanggar perjanjian. Sebaliknya, Hamas menyatakan bahwa proses menemukan lokasi jenazah di reruntuhan wilayah Gaza membutuhkan waktu.

Pada 29 Oktober, di Rafah, Gaza bagian selatan, terjadi serangan yang menewaskan satu tentara Israel. Sebagai balasan, Israel melancarkan serangan udara besar-besaran dari malam 28 hingga dini hari 29 Oktober. Serangan itu menjadi yang paling mematikan sejak gencatan senjata diberlakukan pada 10 Oktober, dengan laporan yang menyebutkan lebih dari 100 korban jiwa.

Israel pada pagi harinya menegaskan akan tetap mematuhi perjanjian gencatan senjata di Gaza, namun akan memberikan “tanggapan keras terhadap setiap pelanggaran.”

Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan mediator kawasan Qatar menyatakan keyakinan bahwa gencatan senjata akan tetap bertahan. Trump, saat berbicara kepada wartawan di pesawat Air Force One, mengatakan bahwa serangan udara Israel di Gaza tidak mengancam kesepakatan gencatan senjata yang didukung AS.

Trump menuturkan, “Sejauh yang saya tahu, mereka (Hamas) telah membunuh seorang tentara Israel, jadi Israel membalas — dan memang seharusnya mereka membalas.”

Ia menambahkan, “Tidak ada hal yang akan membahayakan perjanjian gencatan senjata ini. Kita harus memahami bahwa Hamas hanyalah bagian kecil dari perdamaian Timur Tengah, dan mereka juga harus menahan diri.”

Hamas di sisi lain membantah bahwa anggotanya terlibat dalam penembakan di Rafah, dan kembali menegaskan komitmennya untuk mematuhi gencatan senjata. (Hui/asr)

Disadur dari New Tang Dynasty News / Cheng Yiren

INSPIRASI ERABARU

Menelusuri Jejak Biksu Xuanzang Melintasi Lanskap Suci Dunia Buddhis yang Telah Hilang

Oleh Eusebia (Venus Upadhayaya) Salah satu catatan perjalanan paling penting dan paling rinci mengenai Jalur Sutra kuno berasal dari perjalanan biksu Tiongkok Xuanzang (玄奘), yang...

Menurunkan Berat Badan dan Mengubah Penampilan adalah Dua Proyek yang Berbeda

 Chen Jing - Visiontimes.com Kebanyakan orang hanya menjalankan proyek yang pertama. Itulah sebabnya angka di timbangan turun, tetapi bayangan di cermin tampak tidak banyak berubah. Anda...

LATES

Google search engine

VIDEO ET NEWS

MISTERI

Google search engine