EtIndonesia . Alkisah, ada seorang pria miskin, namun sangat taat dan tulus memuja Lü Dongbin (salah satu dari Delapan Dewa Tao). Setiap pagi dan malam, dia tak pernah lupa menyalakan dupa dan berdoa, hanya agar bisa makan dengan tenang setiap hari.
Melihat ketulusan itu, Lü Dongbin tersentuh. Dia pun turun menampakkan diri, lalu menunjuk sebuah batu di tanah — seketika batu itu berubah menjadi emas murni yang berkilau.
Sambil tersenyum dia berkata, “Emas ini kuberikan untukmu.”
Namun pria itu langsung berlutut dan berkata : “Saya tidak menginginkannya.”
Lü Dongbin sangat terharu — dalam hati dia memuji: “Betapa mulianya hati orang ini, bahkan tidak tergoda oleh emas.”
Namun beberapa detik kemudian, mata pria itu berbinar dan dia berkata penuh antusias: “Tapi… saya menginginkan jari Anda yang bisa mengubah batu menjadi emas!”
Ada pula kisah lain. Seorang pria menemukan patung Arhat emas (羅漢佛) yang sangat berharga. Orang-orang bersukacita, mengucapkan selamat kepadanya.
Namun tiba-tiba, pria itu justru mengambil batu dan memukul-mukul patung itu tanpa henti.
Orang-orang terkejut: “Mengapa kamu merusak patung emas itu?!”
Dengan wajah tamak pria itu menjawab : “Aku sedang bertanya… di mana tujuh belas patung emas lainnya!”
Keserakahan adalah jurang tak berdasar. Dia menenggelamkan nurani, membutakan hati, membuat manusia tak pernah merasa cukup, dan akhirnya hidup dalam penderitaan yang tak pernah berakhir.(jhn/yn)


