EtIndonesia. Menjelang pembukaan toko fisik pertama Shein di dunia yang berlokasi di Paris, Menteri Ekonomi Prancis Bruno Le Maire memperingatkan bahwa pemerintah mungkin akan memblokir akses situs web Shein. Peringatan ini muncul setelah terungkap bahwa Shein menjual produk seks berbentuk seperti anak kecil secara daring.
Panitia penyelidik di Majelis Nasional Prancis juga mengumumkan akan memanggil pejabat tinggi Shein untuk memberikan keterangan.
Meskipun Shein kemudian mengumumkan pelarangan total penjualan produk semacam itu di platformnya, kontroversi terus bergulir. Saat ini, lebih dari 100.000 orang telah menandatangani petisi yang menolak kehadiran toko fisik Shein di Paris.
Surat kabar Le Parisien pada 1 November melaporkan bahwa di platform Shein terdapat boneka setinggi sekitar 80 cm yang dijual dengan deskripsi berkonotasi seksual, bahkan boneka itu memeluk boneka beruang (teddy bear) di tangannya.
Shein segera mengumumkan penghapusan produk tersebut dan kembali menegaskan bahwa mereka telah melarang semua jenis produk mainan seks di seluruh platform globalnya.
Platform e-dagang asal Tiongkok lainnya, AliExpress, juga dilaporkan menjual boneka serupa. Setelah mendapat sorotan media, AliExpress menyatakan bahwa mereka telah segera menarik produk tersebut.
Komisaris Urusan Anak Prancis, Sarah El Hairy, mengatakan bahwa pihaknya telah memulai penyelidikan terhadap beberapa situs web terkait.
Shein, yang berkantor pusat di Singapura, tahun ini telah tiga kali didenda oleh pemerintah Prancis dengan total 191 juta euro, karena pelanggaran terhadap aturan cookie situs web, iklan menyesatkan, serta gagal mengungkap kandungan mikroplastik pada produknya.
Toko fisik pertama Shein di dunia, yang berlokasi di pusat kota Paris di dalam BHV Department Store, dijadwalkan dibuka pada 5 November. Namun, proyek ini telah memicu gelombang penentangan keras di Prancis.
Setelah kabar tersebut tersebar, beberapa merek lain dilaporkan menarik diri dari kerja sama dengan BHV.
Sumber : NTDTV.com


