Lima Anggota Keluarga Bai Suocheng, Salah Satu dari “Empat Keluarga Mafia Online Scam di Myanmar Utara”, Dijatuhi Hukuman Mati

EtIndonesia. Sebanyak 21 anggota keluarga Bai Suocheng, salah satu dari kelompok kriminal besar yang dikenal sebagai “Empat Keluarga Besar Penipuan Online Myanmar Utara”, diadili di Shenzhen, Tiongkok, pada 4 November 2025. Dari jumlah tersebut, Bai Suocheng, Bai Yingcang, dan tiga pelaku utama lainnya dijatuhi hukuman mati atas tuduhan penipuan, pembunuhan berencana, penganiayaan berat, serta 12 dakwaan pidana lainnya.

Berdasarkan putusan yang dibacakan oleh Pengadilan Menengah Shenzhen, Tiongkok, sebanyak kelima terpidana mati adalah Bai Suocheng, Bai Yingcang, Yang Liqiang, Hu Xiaojiang, dan Chen Guangyi. Sementara itu, Li Fushou dan Li Zhide dijatuhi hukuman mati dengan penundaan eksekusi selama dua tahun (yang biasanya dapat diubah menjadi hukuman seumur hidup).

Selain itu, Guo Jianzheng dan Pan Xian bersama tiga orang lainnya dijatuhi hukuman penjara seumur hidup, dan Li Longhua, Luo Wending, serta sembilan terdakwa lainnya dijatuhi hukuman penjara antara 3 hingga 20 tahun.

Menurut keterangan resmi otoritas Tiongkok, keluarga Bai Suocheng mendirikan 41 kompleks kejahatan di wilayah Kokang, Myanmar, dengan kegiatan meliputi penipuan daring lintas negara, pengoperasian kasino ilegal, pembunuhan, penganiayaan, penculikan, pemerasan, hingga perdagangan seks paksa. Total uang yang terlibat dalam aktivitas perjudian dan penipuan diperkirakan mencapai lebih dari 29 miliar yuan (sekitar 63 triliun rupiah).

Aksi-aksi mereka menyebabkan kematian enam warga Tiongkok, satu orang bunuh diri, serta banyak korban luka-luka.

Selain itu, Bai Yingcang juga didakwa memproduksi dan memperdagangkan sekitar 11 ton metamfetamin (sabu-sabu).

Menurut laporan sebelumnya, di antara empat keluarga besar penipu daring Myanmar Utara, keluarga Bai merupakan kelompok paling berkuasa, dengan pasukan bersenjata pribadi yang besar dan pengaruh politik lokal yang luas. Mereka mengendalikan beberapa kawasan industri penipuan berskala besar di Kokang.

Empat (atau lima) keluarga besar yang dikenal sebagai “Empat Keluarga Penipuan Myanmar Utara”, terdiri dari keluarga Ming Xuechang, Bai Suocheng, Wei Chaoren, Liu Zhengxiang, dan Liu Guoxi.

Keluarga-keluarga ini dikatakan menguasai berbagai sektor di wilayah Kokang, mulai dari militer, politik, hingga bisnis, serta lama terlibat dalam pertambangan, properti, narkotika, perjudian, dan penipuan daring.

Pada September 2025, keluarga Ming Xuechang telah lebih dulu diadili — 11 orang dijatuhi hukuman mati, 5 orang hukuman mati dengan penundaan, 11 orang penjara seumur hidup, dan 12 orang penjara waktu tertentu.

Mereka terbukti melakukan penipuan daring, pengoperasian kasino, perdagangan narkoba, dan prostitusi, dengan nilai kejahatan lebih dari 10 miliar yuan, serta membunuh 14 anggota kelompok penipu lainnya.

Kasus-kasus ini mendapat sorotan besar sejak Januari 2025, setelah terbongkarnya kasus seorang aktor Tiongkok bernama Wang Xing yang terjebak ke Myanmar melalui modus penipuan kerja. Peristiwa itu membuka perhatian publik terhadap “taman industri penipuan” di Myanmar dan Kamboja, yang diduga dilindungi oleh pihak-pihak berkuasa di Tiongkok.

Seorang pengusaha Tiongkok bernama Xing Weilin, yang berhasil melarikan diri dari kamp penipuan di Myanmar, pernah mengungkap bahwa para pemimpin sejati jaringan tersebut adalah orang-orang Tiongkok sendiri, sementara yang ditangkap hanya para bawahan kecil. (Hui)

Sumber : NTDTV.com

INSPIRASI ERABARU

Mengapa Dighosting Lebih Menyakitkan daripada Penolakan dan Lebih Sulit untuk Dilupakan

Penolakan sosial mengaktifkan banyak jalur saraf yang sama seperti rasa sakit fisik. Oleh Fjolla Arifi Pesan terakhir itu tetap berada di sana, terkirim dan sudah dibaca....

Seperti Apa Kondisi Otak Anda Saat Membenci Seseorang?

Cinta membuat kekurangan tampak tak berarti, sedangkan kebencian membuat kekurangan yang tak ada seolah nyata Arsh Sarao Ketika Anda melihat sekilas seseorang yang Anda benci, otak...

LATES

Google search engine

VIDEO ET NEWS

MISTERI

Google search engine