EtIndonesia. Pasukan Ukraina menyerang kilang Lukoil-Nizhegorodnefteorgsintez di Kota Kstovo menggunakan drone. Puluhan kendaraan udara nirawak digunakan dalam serangan tersebut, menurut sumber di Intelijen Pertahanan.
Menurut sumber, serangan itu terjadi pada malam 4 November. Drone-drone tersebut dioperasikan oleh personel dari Intelijen Pertahanan Kementerian Pertahanan, Angkatan Bersenjata Ukraina, dan Pasukan Operasi Khusus.
Untuk serangan tersebut, tentara mengerahkan lebih dari lima puluh drone buatan Ukraina, termasuk model Bober dan FP-1.
Sumber mengklarifikasi bahwa serangan itu terjadi saat kolom rektifikasi, yang bertanggung jawab atas pemrosesan utama minyak dan sebelumnya rusak dalam serangan sebelumnya, sedang diperbaiki.
Beberapa saluran Telegram Rusia juga melaporkan serangan di kilang Kstovo. Video yang beredar daring menunjukkan ledakan dan kebakaran di fasilitas tersebut.
Lukoil-Nizhegorodnefteorgsintez
Lukoil-Nizhegorodnefteorgsintez adalah salah satu kilang minyak terbesar di Rusia, yang memasok, antara lain, wilayah Moskow, yang menyumbang sekitar 30% dari konsumsi bensin negara tersebut.
Kapasitas pemrosesan minyak mentah kilang ini sekitar 17 juta ton per tahun.
Kilang ini memproduksi lebih dari 50 jenis produk, termasuk bahan bakar otomotif, penerbangan, dan diesel, serta bitumen, parafin, dan produk minyak bumi lainnya.
Produk-produknya secara aktif digunakan oleh pasukan pendudukan Rusia dan kompleks industri pertahanan negara tersebut.
Serangan Malam Hari terhadap Rusia
Sebelumnya, Andriy Kovalenko, kepala Pusat Penanggulangan Disinformasi di bawah Dewan Keamanan dan Pertahanan Nasional, melaporkan bahwa setelah serangan malam hari terhadap Rusia oleh pesawat tanpa awak tak dikenal, dua perusahaan segera menghentikan operasinya.
Secara spesifik, ini termasuk kilang Nizhny Novgorod.
Selain itu, beberapa daerah di wilayah Kursk mulai mengalami masalah pasokan listrik. (yn)


