Festival Mangrove Jatim Ke-8: Sinergi Pemulihan Lingkungan dan Pemberdayaan Ekonomi Lokal

Bangkalan, Jawa Timur – Pesisir Kabupaten Bangkalan menjadi pusat perhatian dalam gelaran Festival Mangrove Jawa Timur ke-8 yang berlangsung meriah. Acara yang dihadiri oleh berbagai pemangku kepentingan ini tidak hanya menjadi ajang konservasi lingkungan, tetapi juga menunjukkan komitmen nyata dalam pemberdayaan UMKM subsisten binaan Bank Indonesia (BI) Jawa Timur dan investasi masa depan melalui penyerahan beasiswa.

Kolaborasi Multisektor untuk Kelestarian Lingkungan

Festival yang dihadiri oleh para pejabat tinggi pemerintah ini merefleksikan pendekatan holistik dalam pembangunan berkelanjutan. Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, dalam sambutannya menekankan pentingnya kerja sama semua pihak. “Luasan mangrove Jawa Timur mencapai 51% dari total di Pulau Jawa, menjadi bukti nyata sinergi seluruh elemen masyarakat,” ujarnya.

Dirjen Pengelolaan Daerah Aliran Sungai dan Rehabilitasi Hutan (PDASRH) Kementerian Kehutanan RI, Ir. Dyah Murtiningsih, M.Hum., menyampaikan apresiasi yang mendalam. “Rehabilitasi mangrove adalah tanggung jawab lintas sektor dan generasi. Kolaborasi menjadi kunci kesuksesan,” tegasnya. Data yang dipaparkan menunjukkan pencapaian signifikan Provinsi Jawa Timur dengan peningkatan tutupan lahan mangrove sebesar 13,29% atau setara 3.618 hektar pada periode 2021-2024.

Acara ini dihadiri oleh berbagai stakeholders, mulai dari perwakilan TNI, kementerian, pemerintah daerah, akademisi, pelaku usaha, hingga musisi ternama Kakak Slank yang turut memeriahkan kegiatan ini.

Transformasi UMKM Subsisten Madura Melalui Pendampingan BI

Bank Indonesia Jawa Timur menampilkan tiga UMKM binaan yang menunjukkan kemajuan pesat melalui program pendampingan berkelanjutan:

1. Kelompok Ceria Konveksi: Dari Usaha Kecil Menjadi Bisnis Terstruktur

Berbasis di Dusun Glugur, Desa Jangkar, Kecamatan Tanah Merah, kelompok yang terdiri dari 16 anggota ini bergerak di bidang konveksi seragam sekolah. Dengan pendampingan BI sejak 2022, mereka mencatatkan perkembangan yang mengesankan dengan omzet tahun 2023 mencapai Rp 1,1 miliar dan laba bersih Rp 46 juta.

Pendampingan BI dilaksanakan secara bertahap dan komprehensif:

– Tahun 2022: Fokus pada pembangunan fondasi melalui fasilitasi rekening tabungan, pembentukan legalitas kelompok, dan edukasi produk perbankan serta pola pikir wirausaha

– Tahun 2023: Penguatan bisnis melalui digitalisasi toko online, sistem pencatatan keuangan, dan penyusunan model bisnis

– Tahun 2024: Pengembangan usaha melalui pendalaman sistem akuntansi (HPP dan Laporan Laba/Rugi), optimalisasi media sosial, dan pengenalan branding

– Tahun 2025: Pemantapan melalui literasi keuangan tingkat lanjut, sertifikasi produk, dan manajemen usaha terpadu

Dukungan sarana prasarana berupa 2 unit mesin potong kain, 2 unit mesin jahit speed, dan 2 unit mesin obras telah meningkatkan kapasitas produksi secara signifikan.

“Pada awalnya sebelum ada pendampingan BI kami belum berpikir untuk mengembangkan usaha ini, BI memberikan pelajaran bagaimana kami bisa mengembangkan usaha kami ini agar baik,” jelas Kholiq sebagai pemilik usaha Konveksi Ceria.

2. Kelompok Ecoprint Kan Pao: Mengangkat Seni Lokal ke Tingkat Global

Berlokasi di Dusun Pao, Desa Jangkar, Kecamatan Tanah Merah, kelompok dengan 26 anggota ini mengkhususkan diri pada produksi kain dan baju ecoprint. Meskipun masih dalam tahap pengembangan dengan omzet 2023 sebesar Rp 4.050.000, mereka menunjukkan komitmen kuat dengan seluruh anggota telah memiliki rekening bank.

Program pendampingan BI difokuskan pada:

– Penguatan dasar keuangan dan aspek legalitas (2022)

– Penyusunan program kerja dan model bisnis (2023)

– Pelatihan produksi totebag ecoprint dan strategi pemasaran digital (2024)

– Persiapan sertifikasi dan pengelolaan usaha (2025)

Bantuan peralatan berupa mesin jahit dan perlengkapan produksi telah mendorong peningkatan kapasitas kelompok.

Ibu Saidah (65) membuktikan bahwa seni dan ekonomi dapat bersinergi sempurna. Dengan memanfaatkan tanaman pekarangan untuk motif ecoprint, ia mampu menciptakan produk seni bernilai hingga Rp 300.000 per potong.

“Bimbingan BI mempercepat pemasaran produk kami,” ujar Ibu Saidah. Pendampingan yang diterima mencakup pelatihan produksi totebag ecoprint, manajemen keuangan, hingga pemanfaatan media sosial untuk pemasaran.

3. Kelompok Pengrajin Agel: Inovasi Berbasis Kearifan Lokal

Terdiri dari 14 anggota yang berdomisili di Dusun Sambas, Desa Kelbung, Kecamatan Sepulu, kelompok ini memproduksi tas dari bahan daun agel. Dengan pencapaian omzet Rp 23.753.500 pada 2023, mereka telah membangun kemitraan pemasaran yang solid dengan CV Daun Agel.

Proses produksi yang unik meliputi:

– Ekstraksi serat daun agel

– Pemurnian dan proses pemintalan menggunakan teknik tradisional

– Pengeringan dan pembentukan produk akhir

Pendampingan BI mencakup penyediaan peralatan khusus seperti mesin bordir manual, mesin potong kulit, dan berbagai jenis mesin jahit yang mendukung optimalisasi proses produksi.

“Awalnya daun Agel ini adalah limbah, banyak tumbuh tapi tidak dimanfaatkan apa-apa, hanya dibakar,” jelas Mohammad Riswandi Himawan selaku marketing.

Kelompok Agel menjadi bukti nyata transformasi ekonomi berbasis inovasi lokal. Riswandi juga memaparkan proses revolusioner pengolahan daun gebang – yang semula hanya limbah – menjadi produk fashion bernilai tinggi.

“Prosesnya dimulai dari pengambilan serat daun, pembersihan bulu-bulu, kemudian dipilin menggunakan berbagai teknik tradisional,” jelas Riswandi dengan semangat. Satu tas membutuhkan satu gulung tali sepanjang 20 meter dari satu pohon, menunjukkan efisiensi dan keberlanjutan proses produksi.

Yang membanggakan, melalui pendampingan BI, Daun Agel telah menembus pasar internasional dengan ekspor ke Singapura dan Prancis. Kelompok yang memberdayakan 50 wanita dari dua desa ini kini telah bertransformasi menjadi usaha berorientasi ekspor dengan dukungan digitalisasi melalui website e-commerce.

Investasi Masa Depan Melalui Program Beasiswa

Dalam kesempatan yang sama, Kepala Perwakilan BI Jawa Timur secara simbolis menyerahkan beasiswa kepada 60 perwakilan dari 611 mahasiswa penerima Beasiswa Bank Indonesia yang tersebar di 9 perguruan tinggi di Jawa Timur. Program ini merepresentasikan komitmen BI dalam membentuk sumber daya manusia unggul untuk masa depan bangsa.

“Program beasiswa dari Bank Indonesia bukan sekadar bantuan finansial, melainkan investasi jangka panjang mengingat pendidikan merupakan fondasi utama pembangunan,” tegas perwakilan BI dalam sambutannya.

Dampak Nyata dan Berkelanjutan

Kesuksesan tiga UMKM binaan BI di Bangkalan menjadi bukti konkret efektivitas program pendampingan yang terstruktur dan berkesinambungan. Pendekatan empat pilar – literasi keuangan keluarga, literasi keuangan usaha, pengembangan usaha, dan penguatan kelembagaan – telah membawa transformasi mendalam dalam kapasitas dan kinerja usaha.

Festival Mangrove Jawa Timur ke-8 tidak hanya menjadi kegiatan seremonial, tetapi membuktikan sinergi positif antara pelestarian lingkungan dan pemberdayaan ekonomi. Kerja sama antara pemerintah, institusi keuangan, akademisi, dan masyarakat ini menciptakan efek berantai yang positif – mulai dari pemulihan ekosistem, penguatan ekonomi lokal, hingga penyiapan generasi penerus yang kompeten.

Melalui program yang terintegrasi ini, UMKM subsisten tidak hanya bertransformasi menjadi usaha yang mandiri dan berdaya saing, tetapi juga aktif berkontribusi dalam mewujudkan pembangunan ekonomi inklusif dan berkelanjutan di Jawa Timur. Kolaborasi ini menjadi contoh nyata bagaimana pembangunan ekonomi dan pelestarian lingkungan dapat berjalan beriringan menuju kesejahteraan masyarakat yang holistik dan berkelanjutan.

INSPIRASI ERABARU

Mengapa Dighosting Lebih Menyakitkan daripada Penolakan dan Lebih Sulit untuk Dilupakan

Penolakan sosial mengaktifkan banyak jalur saraf yang sama seperti rasa sakit fisik. Oleh Fjolla Arifi Pesan terakhir itu tetap berada di sana, terkirim dan sudah dibaca....

Seperti Apa Kondisi Otak Anda Saat Membenci Seseorang?

Cinta membuat kekurangan tampak tak berarti, sedangkan kebencian membuat kekurangan yang tak ada seolah nyata Arsh Sarao Ketika Anda melihat sekilas seseorang yang Anda benci, otak...

LATES

Google search engine

VIDEO ET NEWS

MISTERI

Google search engine