EtIndonesia. Hampir semua tokoh besar dan orang sukses memiliki satu persamaan: sejak muda, mereka sudah punya cita-cita yang jelas dan ambisi yang kuat.
Pada dasarnya, tinggi rendahnya tujuan seseorang berkaitan langsung dengan besar kecilnya pencapaian dalam hidupnya. Semakin tinggi seseorang menempatkan tujuannya, semakin cepat dia terdorong untuk mengasah kemampuan, memaksimalkan bakat, dan membangun kapasitas diri yang mengarah pada kesuksesan.
Tekad dan tujuan hidup ibarat mercusuar di tengah samudra, memberi arah saat gelap, menjadi cahaya penuntun ketika kuatir tersesat. Dalam prinsip law of attraction, kita diajak untuk punya gambaran jelas tentang masa depan dan tujuan hidup.
Jika ingin berhasil, langkah pertama adalah punya tujuan dan tekad yang jelas. Tanpa itu, kesuksesan hanya akan jadi angan-angan.
Ada penelitian terkenal dari Harvard mengenai arah hidup para lulusan elit. Mereka meneliti sekelompok mahasiswa yang memiliki tingkat kecerdasan, pendidikan, dan latar belakang hampir sama. Hasil temuan:
· 27% tidak punya tujuan hidup
· 60% punya tujuan yang tidak jelas
· 10% punya tujuan jangka pendek yang cukup jelas
· Hanya 3% yang punya target jelas dan jangka panjang
Dua puluh lima tahun kemudian, hasilnya mengejutkan:
· 3% yang punya tujuan jelas menjadi orang-orang paling sukses di bidang masing-masing
· 10% yang punya tujuan jangka pendek menjadi profesional mapan dan kelas menengah
· 60% hidup biasa-biasa saja di kelas menengah ke bawah
· 27% yang tidak punya tujuan hidup akhirnya terjebak dalam kesulitan dan sering menyalahkan keadaan
Mayoritas orang sukses mulai menentukan tujuan hidup bahkan sebelum kesuksesan itu datang. Mereka tahu apa yang mereka inginkan, punya arah, dan terus berjalan menuju titik itu meski jalannya tidak selalu mulus.
Jadi apa yang harus kita miliki? Mimpi. Tujuan. Tekad.
Tanpa arah, seseorang mudah hanyut dalam kesibukan tanpa makna, terseret urusan sepele, dan akhirnya menyesal di akhir hidupnya. Sebaliknya, mimpi dan tujuan memberi dorongan, energi, dan arah.
Bayangkan diri kamu satu tahun lagi. Dua tahun lagi. Lima tahun lagi. Seperti apa Kamu ingin menjadi? Bila kamu terus menjaganya, langkah demi langkah, lambat atau cepat kamu akan mendekat dan pada akhirnya sampai.
Namun memiliki tujuan saja tidak cukup. Perjalanan menuju mimpi pasti menuntut penyesuaian rencana, menghadapi tantangan, dan pembelajaran terus-menerus. Fokus pada tujuanmu. Biarkan tujuannya sejalan dengan definisi suksesmu, dengan nilai-nilai hidupmu, dan dengan arah yang kamu mau jalani.
Akar yang kuat menghasilkan batang yang kokoh. Tekad yang jelas melahirkan pencapaian besar.
Ketika kamu punya tujuan jelas, menyusun langkah bertahap, dan tetap teguh meski rintangan datang, kamu akan menjadi orang yang kamu inginkan. Sejauh apa cakrawala hatimu terbentang, sejauh itu pula ruang panggung hidupmu terbuka.(jhn/yn)


