EtIndonesia. Dalam hubungan antarmanusia, kunci utamanya adalah saling menghormati. Bila setiap orang mampu memberi hormat kepada yang lain dan mengutamakan sikap saling menghargai, maka banyak konflik dan pertikaian tidak akan pernah muncul. Dengan begitu, di mana pun kita berada, suasana yang tercipta adalah kedamaian dan keharmonisan.
Sejak dahulu, bangsa Tionghoa dikenal sebagai bangsa yang menjunjung tinggi etika dan kesopanan. Maka sebagai bagian dari peradaban besar tersebut, kita tidak boleh meremehkan pentingnya sikap santun. Dalam masyarakat yang beradab, baik ketika membina diri, mengelola rumah tangga, maupun menjalankan pemerintahan, semuanya berdiri di atas fondasi etika. Tanpa aturan, tanpa tata krama, hubungan batin antara manusia akan kehilangan jembatannya. Tanpa sopan santun, ucapan dan tindakan mudah menjadi semena-mena, tanpa sadar melukai atau menyinggung orang lain.
Ada pepatah: “Siapa menghargai orang lain, akan dihargai pula.”
Percayalah, ketika kita memperlakukan orang lain dengan hormat, kita pun akan menerima sikap hormat sebagai balasannya. Sikap rendah hati dan penuh kesantunan bukan hanya meredakan banyak masalah kecil yang tak perlu, tapi juga mempererat hubungan antar manusia.
Karena itu, dalam menjalani hidup, kita perlu bersikap rendah hati dan berhati-hati. Melihat segala sesuatu dengan kepala dingin dan pikiran jernih. Dengan cara itu, kita akan lebih mudah mendapat kepercayaan dan rasa hormat orang lain, serta menghindari pertentangan yang tidak perlu.
Singkatnya, untuk hidup rukun dengan sesama, kita harus memahami nilai saling menghargai dan saling memaklumi. Hormat pada orang lain, jaga kerendahan hati, hindari kesombongan, bersikap lapang dada, dan perlakukan siapa pun dengan sopan dan penuh penghargaan.
Karena kesantunan bukan sekadar aturan. Itu adalah napas dari hubungan manusia yang harmonis.(jhn/yn)


