(Video) Wabah “Flu A” Merebak di Banyak Wilayah Tiongkok: Sekolah Diliburkan, Rumah Sakit Penuh Sesak 

Belakangan ini, di berbagai wilayah Tiongkok terjadi wabah flu tipe A (Influenza A). Banyak anak-anak tertular penyakit ini, bahkan para orang tua pun ikut terinfeksi. Sejumlah sekolah terpaksa meliburkan kelas, sementara rumah sakit di banyak daerah penuh sesak oleh pasien. Media resmi Tiongkok yang jarang memberi peringatan semacam ini, kali ini menekankan agar jangan berolahraga setelah mengalami pilek atau demam, karena bisa berakibat fatal bahkan menyebabkan kematian mendadak.

EtIndonesia. Pada 5 November 2025, topik berjudul “Jangan lakukan hal ini setelah pilek dan demam! Bisa berakibat kematian mendadak” naik ke daftar pencarian terpopuler di media sosial Baidu, memicu perhatian publik.

Media resmi partai komunis, CCTV News juga untuk sekali ini menerbitkan peringatan bahwa setelah pilek atau demam, jangan memaksakan diri berolahraga, sebab dapat menimbulkan miokarditis virus (radang otot jantung akibat virus). Saat ini, virus sedang berada pada masa aktif. Jika setelah terinfeksi masih tetap berolahraga berat, hal itu dapat menyebabkan aritmia ganas, gagal jantung, bahkan syok kardiogenik — kondisi yang beratnya bisa menyebabkan kematian mendadak.

Di media sosial Tiongkok, banyak dokter memperingatkan masyarakat bahwa saat ini flu tipe A sedang menyebar luas, dengan jumlah penderita melonjak hingga rumah sakit kewalahan.

Seorang dokter bernama Xu Wenlong mengunggah video pada 4 November dan mengatakan:

“Gelombang virus flu A (subtipe H3N2) kali ini datang sangat ganas. Rumah sakit penuh sesak dengan pasien demam dan batuk, tapi banyak orang masih mengira ini cuma flu ringan dan menahannya di rumah. Saya harus tekankan — flu bukanlah pilek biasa. Jika dibiarkan, bisa sangat berbahaya.”

Ia memperingatkan bahwa flu sangat menular, dan bagi keluarga dengan anak kecil di bawah 5 tahun, lansia, atau penderita penyakit jantung dan diabetes, infeksi ini bisa dengan cepat berkembang menjadi komplikasi berat seperti radang paru-paru atau radang otot jantung.

Sementara itu, akun medis “Dr. Dong Bicara Kesehatan” mengingatkan: “Sekarang flu sedang di puncaknya. Tidak hanya anak-anak dan lansia yang bisa terkena gejala berat, tapi juga anak muda yang sering begadang, kelelahan, atau tetap berolahraga saat sakit — mereka pun rentan terserang berat dan mengalami miokarditis.”

Berdasarkan informasi di internet, flu A telah merebak luas di banyak daerah Tiongkok, terutama menyerang anak-anak TK dan pelajar sekolah.

Di Baotou, Mongolia Dalam, beberapa sekolah menetapkan aturan bahwa jika lebih dari 30% siswa dalam satu kelas sakit, maka kelas tersebut akan diliburkan. Beberapa kelas bahkan sudah diliburkan selama empat hari.

Banyak warganet menulis:

“Di sekolah kami, ada puluhan, bahkan lebih dari seratus siswa yang kena flu A.”
“Sekolah anak saya sudah diliburkan…”

Ada pula video dari orangtua yang mengatakan:

“Baru saja lolos dari COVID, sekarang datang lagi flu A! Parah sekali, di kelas anak saya ada 38 orang yang izin sakit, cuma dua orang yang masih masuk.”

Komentar lain berbunyi:

“Anak-anak zaman sekarang benar-benar berat hidupnya.”
“Memang parah, semua klinik dan rumah sakit penuh sesak.”

Seorang ibu dari Jilin mengunggah video dan berkata: “Di timur laut, flu A benar-benar meledak. Anak saya kena dan sangat menderita. Saya sarankan bagi yang anaknya belum kena, tolong izinkan mereka libur sekolah dulu.”

Ibu lain juga mengunggah video:

“Virus kali ini sepertinya jenis baru, gejalanya lebih berat daripada COVID. Anak saya sudah tiga hari demam tinggi, suhu tubuh 38–39,6 derajat, lesu, dan setiap kali obatnya habis, suhu naik lagi.”

Banyak keluarga melaporkan satu rumah seluruh anggota terinfeksi. Seorang pengguna bernama “Fei Jie dari Xinjiang” mengatakan anaknya tertular flu A dan ia pun ikut terinfeksi:

“Flu A kali ini benar-benar menakutkan. Di kelas anak saya, setengah muridnya sudah sakit.”

Komentar lain menyebut: “Dalam semalam, satu keluarga berempat semuanya sakit. Setelah bangun, anak sulung batuk parah sampai tak bisa bicara, anak kedua demam tinggi dan kena gondongan, ibunya juga demam, dan ayahnya mengeluh sakit tenggorokan.”

“Teman saya kena flu, saya hanya bersamanya dua jam, lalu saya juga tertular. Tenggorokan sakit sampai tidak bisa tidur… Penularannya luar biasa cepat.”

Banyak warganet meragukan diagnosis “flu A” ini, dan berspekulasi bahwa sebenarnya ini adalah COVID-19 yang disebut dengan nama lain.

“Sakitnya parah sekali, tak kuat menahannya, lebih berat dari masa pandemi dulu.”
“Saya juga merasa ini jauh lebih berat daripada COVID.”

Laporan oleh Luo Tingting / Wen Hui – NTDTV.com

INSPIRASI ERABARU

Mengapa Dighosting Lebih Menyakitkan daripada Penolakan dan Lebih Sulit untuk Dilupakan

Penolakan sosial mengaktifkan banyak jalur saraf yang sama seperti rasa sakit fisik. Oleh Fjolla Arifi Pesan terakhir itu tetap berada di sana, terkirim dan sudah dibaca....

Seperti Apa Kondisi Otak Anda Saat Membenci Seseorang?

Cinta membuat kekurangan tampak tak berarti, sedangkan kebencian membuat kekurangan yang tak ada seolah nyata Arsh Sarao Ketika Anda melihat sekilas seseorang yang Anda benci, otak...

LATES

Google search engine

VIDEO ET NEWS

MISTERI

Google search engine