60 Persen Kasus Kanker Hati Dapat Dicegah, Begini Caranya

Zena le Roux

Pilihan gaya hidup sehari-hari berpengaruh besar terhadap kesehatan hati kita.

Kasus kanker hati meningkat dengan cepat.

Selama 50 tahun terakhir, maraknya makanan cepat saji, minuman bersoda berukuran jumbo, gaya hidup kurang gerak, dan infeksi kronis membuat kanker hati semakin sering dikaitkan dengan kebiasaan sehari-hari.

Kabar baiknya, hingga 60 persen kasus kanker hati sebenarnya bisa dicegah dengan mengatasi faktor risiko utamanya.


Penyebab Kanker Hati

Sekitar 870.000 orang di seluruh dunia saat ini hidup dengan kanker hati, dan jumlah ini diperkirakan hampir akan berlipat ganda pada tahun 2050.

“Alkohol merupakan faktor risiko tunggal terbesar untuk kanker hati,” ujar Aleksandra Olsen, petugas komunikasi di Kantor Regional Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) untuk Eropa, kepada The Epoch Times.

Alkohol bukan hanya dapat memicu terbentuknya sel kanker, tetapi juga mempercepat pertumbuhan tumor. Zat ini, bersama hasil metabolisme utamanya yaitu asetaldehida, dapat merusak hati dengan berbagai cara. Kombinasi tersebut menimbulkan stres oksidatif—semacam “karat” di dalam tubuh—yang merusak DNA dan menghambat kemampuan sel untuk memperbaiki diri, sehingga memicu perkembangan kanker.
Cedera hati yang berulang akibat alkohol dapat menimbulkan jaringan parut atau sirosis, tempat sebagian besar kanker hati terkait alkohol bermula.

Selain itu, alkohol membuat tubuh lebih rentan terhadap zat pemicu kanker lainnya, seperti tembakau. Alkohol juga mengganggu metabolisme satu karbon, sistem yang berfungsi mengatur gen mana yang aktif atau tidak. Ketika proses ini terganggu, gen pelindung bisa menjadi tidak aktif sementara gen berbahaya justru aktif.

Namun, penyebab kanker hati bukan hanya alkohol. Pola makan juga berperan penting. Asupan makanan tertentu dapat melindungi hati, sementara yang lain justru menumpuk lemak dan menyebabkan penyakit.

Lemak berlebih di area perut dapat menambah beban kerja hati, apalagi jika keseimbangan mikrobioma usus terganggu. Misalnya, pola makan tinggi fruktosa dapat mengubah komposisi bakteri usus dengan cara yang tidak sehat, mengganggu keseimbangan antara dua kelompok utama—Firmicutes dan Bacteroidetes—yang berkaitan dengan sindrom metabolik. Dalam jangka panjang, kondisi ini dapat meningkatkan risiko penyakit hati berlemak dan akhirnya kanker hati.

Namun hal ini hanya berlaku untuk fruktosa industri, seperti sirup jagung tinggi fruktosa yang ditemukan dalam soda dan makanan olahan—bukan fruktosa alami dari buah. Fruktosa olahan diproses langsung oleh hati dan dapat menguras energi hati, sehingga sel-sel hati kesulitan berfungsi dengan baik dan akhirnya memicu fibrosis (pembentukan jaringan parut hati).

Penyebab utama lainnya adalah infeksi virus hepatitis B atau C kronis. Saat virus ini menyerang hati, mereka mengganggu mekanisme normal pertumbuhan sel agar bisa bertahan hidup. Sementara itu, upaya sistem imun melawan infeksi justru menambah stres dan kerusakan. Kombinasi keduanya menciptakan kondisi ideal bagi berkembangnya kanker hati.


Pencegahan Lebih Baik daripada Pengobatan

Pencegahan sangat penting karena kanker hati tidak muncul tiba-tiba. Penyakit ini berkembang perlahan—dimulai dari masalah hati jangka panjang, kemudian jaringan parut (sirosis), hingga akhirnya menjadi kanker. Proses yang panjang ini memberi waktu bagi dokter dan pasien untuk melakukan intervensi medis dan perubahan gaya hidup agar penyakit tidak berkembang lebih jauh.

1. Kurangi Konsumsi Alkohol

Menurut Dr. Frank Murray, ahli hepatologi, kebijakan kesehatan publik dapat membantu membentuk pilihan gaya hidup masyarakat.

Namun di tingkat individu, dukungan sosial dan komunikasi terbuka sangat penting. Mereka yang ingin mengurangi minum alkohol perlu ruang aman tanpa penghakiman untuk membicarakan kebiasaan dan risikonya.

Langkah pertama adalah menyadari bahwa alkohol telah menjadi masalah. Setelah itu, buatlah target yang realistis—seperti mengurangi frekuensi minum, menghindari situasi pemicu, atau mengganti minuman beralkohol dengan kegiatan sehat lainnya.

“Bahkan perubahan kecil, seperti memilih minuman non-alkohol atau tidak ikut minum bergiliran, bisa membawa dampak nyata,” ujar Dr. Murray.

Olsen juga memberikan beberapa strategi praktis bagi yang ingin mengurangi minum:

  • Kenali batas Anda: Catat konsumsi alkohol mingguan, tetapkan batas, dan evaluasi secara rutin.
  • Buat tujuan pribadi: Tentukan sebelumnya berapa banyak Anda akan minum, dan patuhi itu. Sisipkan hari atau minggu tanpa alkohol.
  • Makan dan tetap terhidrasi: Minum air dan makan sebelum atau saat minum alkohol dapat mengurangi rasa haus sekaligus memperlambat penyerapan alkohol.

2. Pola Makan dan Nutrisi Penting

Pola makan sehat sangat penting untuk mengurangi lemak hati dan melindunginya dari kerusakan metabolik.

Pola makan Mediterania—yang kaya buah, sayur, biji-bijian utuh, dan lemak sehat—telah terbukti meningkatkan kesehatan hati dan metabolisme berkat kandungan antioksidannya yang tinggi.

Diet rendah karbohidrat juga dapat membantu dengan meningkatkan sensitivitas insulin, karena kelebihan karbohidrat, terutama dari makanan tinggi fruktosa dan minuman manis, dapat dengan cepat diubah menjadi lemak di hati.

Jenis lemak juga berpengaruh. Lemak omega-3—yang terdapat pada ikan berlemak seperti salmon dan sarden, serta pada biji rami, chia, dan kenari—bermanfaat untuk mengurangi peradangan, mencegah jaringan parut, dan membantu hati membakar lemak daripada menyimpannya.

Beberapa suplemen yang bermanfaat antara lain:

  • Vitamin E: Sekitar 800 IU per hari dapat mengurangi penumpukan lemak di hati.
  • Silymarin: Ekstrak dari biji tanaman milk thistle yang dapat menurunkan kadar enzim hati dan lemak darah.
  • Kurkumin: Senyawa aktif dalam kunyit yang membantu mengurangi produksi lemak di hati, meningkatkan pemecahan lemak, dan memperbaiki sensitivitas insulin. Kurkumin juga memiliki efek antioksidan dan antiinflamasi.

Untuk infeksi hati akibat virus, pengobatan modern kini sangat efektif.

  • Hepatitis C dapat disembuhkan dalam 8–12 minggu dengan obat antivirus terbaru yang aman dan efektif.
  • Hepatitis B belum dapat disembuhkan sepenuhnya, tetapi obat antivirus yang tersedia mampu menekan jumlah virus dan menurunkan risiko kerusakan jangka panjang.

“Pencegahan bukan tindakan tunggal,” ujar Olsen. “Itu adalah serangkaian pilihan sadar setiap hari yang melindungi hati Anda.”

INSPIRASI ERABARU

Mengapa Dighosting Lebih Menyakitkan daripada Penolakan dan Lebih Sulit untuk Dilupakan

Penolakan sosial mengaktifkan banyak jalur saraf yang sama seperti rasa sakit fisik. Oleh Fjolla Arifi Pesan terakhir itu tetap berada di sana, terkirim dan sudah dibaca....

Seperti Apa Kondisi Otak Anda Saat Membenci Seseorang?

Cinta membuat kekurangan tampak tak berarti, sedangkan kebencian membuat kekurangan yang tak ada seolah nyata Arsh Sarao Ketika Anda melihat sekilas seseorang yang Anda benci, otak...

LATES

Google search engine

VIDEO ET NEWS

MISTERI

Google search engine