Relawan Menyelidiki Desa “Anak Liar” di Yunnan, Tiongkok : Dijaga Mobil Polisi, Dihadang Preman dan Mobil Mewah 

Kasus “anak liar seperti anjing” di Yunnan, Tiongkok  terus menjadi perhatian publik. Namun, pihak berwenang hingga kini tidak mengambil tindakan apa pun selain menghapus postingan, menutup akun, dan mengancam warga yang mencoba terlibat. 

Etindonesia.  Pada 6 November 2025, enam orang termasuk seorang pembuat konten di Douyin (TikTok versi Tiongkok) mencoba menyelidiki langsung desa yang diduga terlibat. Mereka melaporkan bahwa desa itu dijaga ketat oleh mobil polisi dan sejumlah pria bertubuh besar yang mengendarai mobil mewah. 

Ada pula truk besar yang keluar-masuk membawa barang-barang tertutup terpal. Setelah kejadian itu, kelompok pembuat konten tersebut dikabarkan hilang kontak.

Mobil Mewah dan Preman Menjaga Desa

Dalam video yang diunggah, tampak sebuah mobil melaju di jalan gelap pada malam hari, dengan sebuah mobil lain terus membuntuti dari belakang. Seorang perempuan di dalam mobil berkata:

“Ada satu mobil Audi yang terus mengikuti kami dari pintu masuk desa, mengusir kami sepanjang jalan. Pagi tadi yang mengikuti kami adalah Lexus. Seluruh desa penuh dengan mobil-mobil mewah, di dalamnya semua pria bertubuh besar.”

Dalam unggahan di bawah video tertulis:

“Di sini bukan cuma ada pos penjagaan, tapi juga mobil-mobil mewah yang mengejar orang ke mana pun, depan-belakang. Polisi bahkan membantu mereka mengusir kami. Apa sebenarnya yang mereka sembunyikan di sini?”

Enam Relawan Masuk Desa, Lalu Menghilang

Dari postingan lain di internet diketahui bahwa pembuat konten Douyin bernama ‘Chitu (Kuda Merah)’ pada 5 November menyerukan netizen lain untuk bergabung dengannya:

“Yang berani, ayo kita pergi bersama.”

Namun kemudian, rekan yang ikut bersamanya menulis bahwa mereka berjumlah enam orang dan berangkat ke desa di Kabupaten Nanjian, Yunnan. Di gerbang desa mereka dihadang warga setempat dan di sekitar lokasi ada mobil polisi.

“Kami berenam, tapi di mobil hanya empat orang. Orang yang di video diusir polisi itu juga teman seperjalanan kami,” tulisnya.

Ia menjelaskan bahwa pada siang hari mereka tidak diizinkan masuk desa, diminta mencari “kerabat” agar bisa masuk. Tak lama kemudian datang mobil polisi yang memaksa mereka turun dari mobil dan pergi.

Malam harinya, mereka berpikir penjaga sudah tidak ada, lalu mencoba masuk lagi dengan lampu mobil dimatikan, tetapi kembali dikejar oleh mobil dan motor dari desa. Sebuah mobil Audi menghadang mereka di jalan, memaksa mereka putar balik.

“Kalian lihat sendiri, mobil itu langsung menutup jalan di depan kami. Kami pura-pura tersesat dan mengikuti mobil itu, lalu malah diarahkan ke jalan tol,” kata mereka.

“Ada Sesuatu yang Lebih Gelap dari Sekadar Kasus Anak”

Netizen tersebut berspekulasi: “Ini bukan sekadar soal anak bernama Lele masih di sini atau belum. Ini tampaknya melibatkan sesuatu yang jauh lebih besar. Pria-pria berotot dan mobil-mobil mewah itu bukan hal wajar untuk sebuah desa miskin. Kalau yang menghadang cuma warga dengan motor atau minivan, itu masuk akal. Tapi yang mengepung kami mobil mewah penuh pria besar, bisa langsung muncul dari segala arah.”

Ia menambahkan bahwa mereka sempat berpikir untuk menyelamatkan anak-anak, tetapi menyadari hal itu mustahil.

“Tak ada siapa pun yang bisa mendekati desa ini. Mobil yang mengikuti kami mungkin lebih dari 70, semuanya berisi pria-pria bertubuh besar seperti anggota militer — tanpa tato, berpakaian rapi seperti penjaga keamanan profesional.”

Diduga Ada Jaringan Besar Perdagangan Anak

Pembuat konten itu menulis kepada para pengikutnya: “Saya beritahu kalian, wilayah Yunnan sudah ‘terkunci’. Semua fokus harus beralih ke utara. Untuk menghadapi situasi seperti ini butuh satuan pasukan paramiliter. Kami tak mungkin bisa mengumpulkan orang sebanyak itu, dan tak ada yang berani ambil risiko.”

Ia juga mempertanyakan: “Untuk apa desa kecil dan miskin seperti itu butuh begitu banyak mobil mewah dan orang yang berjaga siang malam? Apalagi ada truk besar yang terus keluar-masuk, muatannya ditutup kain tebal.”

Menurutnya, mereka disadap dan diawasi, tidak bisa mengirim pesan di platform mana pun.

“Kami hanya bisa kirim pesan ke grup dan minta orang lain sebar luaskan. Seluruh desa itu tampak seperti jaringan besar perdagangan manusia.”

Pembuat Konten Hilang Kontak

Pada 6 November, sejumlah netizen menyerukan bantuan untuk ‘Chitu’ dan rombongannya, setelah kabar menyebutkan bahwa mereka hilang kontak.

Latar Belakang Kasus “Anak Liar” Yunnan

Kasus ini bermula pada 16 Oktober, ketika seorang pengguna internet di provinsi Sichuan merekam seorang anak laki-laki telanjang yang merangkak di tanah dan makan seperti anjing di area peristirahatan jalan tol. Laporan media daratan menyebut keluarga anak itu berasal dari Kabupaten Nanjian, Provinsi Yunnan.

Kasus ini langsung viral di seluruh Tiongkok. Belakangan, muncul tuduhan bahwa pembuat konten Douyin bernama “Guoba” ikut terlibat. Kasus tersebut mungkin berkaitan dengan perdagangan serta penyiksaan anak lintas negara. Publik marah dan mendesak pemerintah menyelidiki, namun otoritas Partai Komunis Tiongkok (PKT) hingga kini tidak memberikan tanggapan apa pun, malah terus menghapus postingan, menutup akun, dan menekan informasi terkait. (Hui/asr)

Laporan oleh: Li Li | Xu Gengwen – NTD

INSPIRASI ERABARU

Mengapa Kita Tidak Bisa Berhenti Membicarakan Orang Lain

Ada cara untuk menggunakan gosip secara bijaksana Debbie Cohen Michelle Tennant tahu betapa menyakitkannya menjadi sasaran gosip yang tidak berdasar. Beberapa tahun lalu, ia mengetahui bahwa seorang...

Apa yang Diungkapkan Pilihan Pakaian Anda Terkait Kepribadian Anda

Seorang peneliti di Universitas New York menemukan bahwa otak manusia membuat 11 penilaian berbeda terhadap orang asing dalam tujuh detik pertama pertemuan.  Psikologi mode (fashion...

LATES

Google search engine

VIDEO ET NEWS

MISTERI

Google search engine