Setelah Menewaskan 188 Orang di Filipina, Topan Kalmaegi Terjang Vietnam — Menyebabkan Korban Tewas dan Hilang

Topan “Kalmaegi” menerjang Vietnam dengan angin dan badai dahsyat, menyebabkan sedikitnya 5 orang tewas, sejumlah orang hilang, serta kerusakan besar di berbagai wilayah. Sebelumnya, topan ini telah menewaskan setidaknya 188 orang di Filipina.

EtIndonesia. Pada Kamis (6 November) 2025, Topan Kalmaegi menghantam wilayah tengah Vietnam dengan kecepatan angin mencapai 92 mil per jam (sekitar 148 km/jam). Di Provinsi Dak Lak dan Gia Lai, tercatat 5 korban jiwa, sementara 3 nelayan dilaporkan hilang di lepas pantai Provinsi Quang Ngai. 

Badai ini merobohkan sedikitnya 52 rumah, merusak hampir 2.600 rumah lainnya, dan menyebabkan lebih dari 1,6 juta rumah mengalami pemadaman listrik. Jalur kereta api, fasilitas industri, serta lahan pertanian juga mengalami kerusakan parah.

Seorang petambak udang di Distrik Phu My, Provinsi Gia Lai, Nguyen Dinh Sa, mengatakan:

“Ombaknya lebih tinggi dari atap rumah, sekitar 7 meter — setara dengan bangunan dua lantai.”

Pemerintah memperingatkan bahwa wilayah tengah dari Provinsi Thanh Hoa hingga Quang Tri mungkin akan kembali diguyur hujan lebat setinggi sekitar 20 sentimeter, sementara ketinggian air sungai di daerah Hue hingga Dak Lak meningkat tajam, menimbulkan ancaman banjir dan longsor.

Pemerintah Vietnam telah menggerakkan lebih dari 268.000 tentara untuk melakukan operasi pencarian dan penyelamatan. Beberapa bandara dan jalan tol ditutup, dan ratusan ribu warga terpaksa mengungsi dari rumah mereka.

Sebelum melanda Vietnam, Topan Kalmaegi lebih dulu menghantam Filipina pada awal pekan ini, membawa hujan deras dan banjir bandang. Kantor Pertahanan Sipil Filipina melaporkan setidaknya 188 orang tewas, 135 orang hilang, dan 96 orang terluka. Lebih dari 500.000 orang harus dievakuasi, dan lebih dari 310.000 di antaranya masih bertahan di tempat penampungan sementara.

Badan meteorologi memperingatkan bahwa topan lain bernama “Phoenix” (Fung-wong) diperkirakan akan menerjang wilayah utara Filipina pada Minggu  (9 November) malam atau Senin (10 November) pagi. Topan ini berpotensi meningkat menjadi super topan, dan otoritas penerbangan telah menetapkan status siaga tinggi di berbagai bandara.

Topan Kalmaegi merupakan topan ke-13 yang terbentuk di Laut Tiongkok Selatan tahun ini. Vietnam dan Filipina yang berada di jalur sabuk topan Pasifik secara rutin mengalami kerusakan besar dan korban jiwa setiap musim topan.

Hingga Jumat (7 November), Topan Kalmaegi telah melemah menjadi badai tropis dan bergerak ke Kamboja. Namun, pihak berwenang Vietnam tetap memperingatkan bahwa daerah pegunungan di bagian tengah serta Delta Mekong masih berisiko mengalami hujan deras dan bencana susulan. (Hui/asr)

Laporan oleh Liu Jiajia — New Tang Dynasty Television (NTDTV)

INSPIRASI ERABARU

Mengapa Kita Tidak Bisa Berhenti Membicarakan Orang Lain

Ada cara untuk menggunakan gosip secara bijaksana Debbie Cohen Michelle Tennant tahu betapa menyakitkannya menjadi sasaran gosip yang tidak berdasar. Beberapa tahun lalu, ia mengetahui bahwa seorang...

Apa yang Diungkapkan Pilihan Pakaian Anda Terkait Kepribadian Anda

Seorang peneliti di Universitas New York menemukan bahwa otak manusia membuat 11 penilaian berbeda terhadap orang asing dalam tujuh detik pertama pertemuan.  Psikologi mode (fashion...

LATES

Google search engine

VIDEO ET NEWS

MISTERI

Google search engine