EtIndonesia. Jembatan Hongqi, sebuah jembatan besar yang baru dibangun di Provinsi Sichuan, Tiongkok, sebagian runtuh pada hari Selasa (11 November), menurut media Tiongkok. Runtuhnya jembatan tersebut mengakibatkan berton-ton beton jatuh ke sungai dan memenuhi udara dengan kepulan debu. Video dramatis kejadian tersebut pun viral di media sosial.
Jembatan sepanjang 758 meter tersebut, yang merupakan bagian dari jalan raya nasional yang menghubungkan Tiongkok tengah dengan Tibet, ditutup pada hari Senin setelah terdeteksi retakan dan pergeseran tanah, menurut keterangan pejabat setempat kepada Reuters.
Tidak ada laporan korban jiwa, dengan investigasi awal menunjukkan ketidakstabilan geologis di wilayah pegunungan yang curam sebagai pemicu keruntuhan.
Chinese Engineering Failure- The 758-metre-long Hongqi bridge collapsed in southwest China, months after opening. China isn’t as smart as everyone makes them out to be. They couldn’t copy this design. The ground shifted on one of the approaches. Luckily it was noticed the day… pic.twitter.com/ZJDDdwgCP9
— Peter Lemonjello (@KCtoFL) November 11, 2025
Setelah kejadian tersebut, jembatan ditutup oleh pihak berwenang, dengan penyelidikan teknis komprehensif sedang dilakukan untuk menentukan apakah masalah desain atau konstruksi berkontribusi terhadap insiden tersebut.
Menurut laporan Sichuan Daily, potensi risiko teridentifikasi selama inspeksi lokal pada hari Senin pukul 17.25 (waktu setempat) di tepi kanan ruas Jembatan Hongqi jalan raya di Kota Maerkang. Hal ini mendorong pihak berwenang untuk melancarkan tanggap darurat dan evakuasi. Media Tiongkok melaporkan bahwa insiden tersebut terjadi sekitar pukul 15.00 (waktu setempat) di dekat jalan raya nasional G317.
Jembatan tersebut, yang terletak di dekat Pembangkit Listrik Tenaga Air dan bendungan Shuangjiangku, berdiri sekitar 625 meter di atas dasar ngarai. Jembatan ini selesai dibangun awal tahun ini untuk memudahkan koneksi antara Sichuan dan Dataran Tinggi Tibet. Jembatan ini dibuka untuk umum pada bulan September.
Menurut China Daily, belum ada konfirmasi kapan jalan raya tersebut akan dibuka kembali. (yn)


