EtIndonesia. Jepang menyebut keputusan Rusia untuk melarang masuk 30 warga negaranya menyusul sanksi terhadap Moskow “sama sekali tidak dapat diterima,” lapor Reuters.
Kementerian Luar Negeri Rusia pada hari Selasa, 11 November, mengumumkan larangan masuk tanpa batas waktu bagi 30 warga negara Jepang tambahan. Langkah ini merupakan tanggapan Moskow terhadap sanksi Jepang yang dijatuhkan atas perang Rusia di Ukraina yang telah berlangsung hampir empat tahun.
Di antara mereka yang menjadi sasaran larangan tersebut adalah juru bicara Kementerian Luar Negeri Jepang, Toshihiro Kitamura, serta akademisi: Associate Professor Yu Koizumi dari Universitas Tokyo, Profesor Akihiro Iwashita dari Universitas Hokkaido, Profesor Yoko Hirose dari Universitas Keio, dan Profesor Tamu Kenro Nagoshi dari Universitas Takushoku.
Selain itu, target baru tersebut mencakup perwakilan media, seperti jurnalis senior dari media nasional terkemuka, termasuk harian bisnis Nikkei, serta mantan koresponden di Moskow.
Daftar tersebut juga mencakup Takashi Hirano, editor kantor berita nasional Ukraina, Ukrinform.
Ini adalah keputusan pertama Rusia untuk melarang masuk warga negara Jepang sejak Sanae Takaichi menjadi Perdana Menteri Jepang bulan lalu. Langkah serupa telah diambil oleh Moskow pada bulan Maret tahun ini.
Kepala Sekretaris Kabinet Jepang, Minoru Kihara, mengecam tindakan “menyesalkan” Rusia dan menekankan bahwa komunikasi antarmasyarakat antara kedua negara tetap penting. Dia mengatakan Kremlin berusaha mengalihkan kesalahan atas invasinya ke Ukraina kepada pihak lain.
Jepang terus membeli minyak dan gas dari Rusia
Pada saat yang sama, meskipun terjadi ketegangan politik, Jepang terus mengimpor sumber daya energi dari Pulau Sakhalin di Timur Jauh Rusia. Hal ini terjadi meskipun ada seruan dari Amerika Serikat agar sekutunya memutuskan hubungan ekonomi sebagai cara untuk menekan Moskow.
Sebelumnya, Tokyo memberlakukan sanksi tambahan terhadap perusahaan, individu, dan organisasi Rusia, sekaligus melonggarkan pembatasan impor minyak mentah Rusia melalui laut. (yn)


