Rudal “Flamingo” Menggila: 150 Ribu Tentara Dikerahkan, Putin Mulai Kehabisan Prajurit?

EtIndonesia. Menjadi salah satu periode paling menentukan dalam perang Rusia–Ukraina. Serangkaian serangan besar Ukraina menghantam infrastruktur militer dan energi Rusia, sementara Moskow mempercepat pengerahan pasukan dalam jumlah masif ke Red Army Village (Pokrovsk). Di lain sisi, Eropa meningkatkan kesiapan militer dengan kontrak persenjataan senilai puluhan miliar euro.

Laporan di bawah merangkum seluruh kejadian secara kronologis dan komprehensif.

Operasi Khusus Ukraina Hantam Depot Minyak Hvardiiske, Krimea 

Pada malam 10 November 2025, Staf Umum Ukraina mengungkap operasi khusus terhadap depot minyak utama Rusia di Hvardiiske, wilayah Krimea.

Pasukan khusus Ukraina dilaporkan menyusup ke lokasi dan meledakkan fasilitas penyimpanan bahan bakar inti. Rekaman malam hari menunjukkan kobaran api dari berbagai titik yang terus menyala hingga dini hari 11 November.

Depot Hvardiiske memegang peran strategis karena menjadi pusat suplai bahan bakar bagi seluruh operasi Rusia di arah Kherson–Zaporizhzhia. Penghancurannya dipandang sebagai langkah Ukraina memotong jalur logistik Rusia baik dari laut maupun dari jaringan depot darat.

Eropa Bergerak: Jerman Teken Kontrak Militer €40 Miliar 

Di tengah eskalasi perang, Eropa mempercepat modernisasi militernya. Pada 11 November 2025, Pemerintah Jerman menandatangani kontrak raksasa senilai €40 miliar dengan Rheinmetall.

Kontrak tersebut mencakup:

·         Produksi kendaraan tempur Boxer generasi terbaru.

·         Pengadaan perlengkapan pertempuran dan sistem proteksi baru.

·         Kemitraan dengan perusahaan Finlandia Eyes untuk membangun lini produksi satelit radar SAR di Jerman.

Langkah ini dianggap sebagai sinyal bahwa Eropa mulai mengurangi ketergantungan pada intelijen dan sistem senjata Amerika Serikat.

Feodosia Terbakar: Terminal Minyak Krimea Lumpuh Total

Pada malam 10 November, tiga garis cahaya putih melesat di langit Krimea sebelum ledakan besar mengguncang terminal minyak Feodosia. Dalam hitungan menit, fasilitas itu berubah menjadi lautan api.

Kejadian penting:

·         Beberapa tangki raksasa meledak berturut-turut.

·         Asap hitam terlihat hingga puluhan kilometer jauhnya.

·         Rusia mengklaim sebagian rudal ditembak jatuh, namun kemudian menutup jalur kereta Kerch–Feodosia dan membatasi pembelian BBM—indikasi kerusakan besar.

Metode Serangan “Gelombang Api”

Analis menggambarkan operasi ini sebagai pola serangan berlapis:

1. Gelombang drone murah untuk memaksa pertahanan udara Rusia menghabiskan amunisi.

2. Drone intelijen memetakan pola radar.

3. Rudal Flamingo dilepaskan saat sistem pertahanan mulai jenuh.

Feodosia adalah pusat distribusi BBM terbesar di Krimea; 80% bahan bakar kawasan melewati titik ini. Dampaknya fatal bagi front selatan Rusia.

Jalur Alternatif Rusia Hampir Mati Total

·         Feri Pioneer rusak sejak Mei, belum diperbaiki.

·         Feri Slavyansk rusak sejak Juli.

·         Feri Conro Trader tenggelam Agustus akibat rudal Neptun.

·         Kereta BBM via Jembatan Krimea tidak berani dioperasikan.

Warga Krimea menyerbu SPBU pada malam yang sama. Banyak stasiun kehabisan bahan bakar dalam beberapa jam.

Ukraina Serang Saratov, Volgograd, Samara, dan Rostov 

Pada larut malam 11 November 2025, kawanan drone Ukraina menyerang kilang minyak Rosneft Saratov, salah satu dari lima kilang terbesar Rusia (kapasitas 7,2 juta ton/tahun). Saksi mata melaporkan delapan ledakan besar.

Sepanjang 10 hari pertama November, kilang ini sudah diserang dua kali.

Di Volgograd, sebuah ledakan memaksa bandara utamanya ditutup total untuk pemeriksaan keamanan. Sementara itu, di Samara dan Rostov, dilaporkan:

·         Serangan udara presisi terhadap fasilitas energi.

·         Aksi sabotase yang menargetkan jalur kereta.

·         Kerusakan dilaporkan di stasiun Likhovskaya.

Serangan-serangan ini menunjukkan strategi sistemik Ukraina: memukul energi, rel kereta, dan pusat logistik Rusia secara bersamaan agar operasi ofensif Moskow di garis depan terhambat total.

Rusia Kerahkan 150.000 Pasukan ke Red Army Village (Pokrovsk) 

Pada 11–12 November 2025, Rusia kembali mengalirkan pasukan ke Red Army Village (Pokrovsk), titik paling panas dalam perang. Diperkirakan 150.000 tentara telah dikerahkan ke kawasan itu.

Menurut NEXTA, Rusia berencana melancarkan serangan penentu.

Upaya Rusia:

·         Mengepung kota dari utara, selatan, dan timur.

·         Mencoba merebut Mirnohrad untuk memotong jalur suplai Ukraina.

Namun, pasukan khusus Ukraina menggagalkan sebagian besar serangan. Rotasi pasukan Ukraina juga berhasil dilakukan—menandakan bahwa kota belum terkepung.

Analis memperingatkan: Jika Rusia gagal merebut kota dalam 2–3 minggu, momentum perang bisa berbalik ke Ukraina.

Krisis Terbesar Rusia Meledak: Kekurangan Personel dan Wamil Paksa

Pada 5 November 2025, Presiden Vladimir Putin menandatangani undang-undang baru yang menyatakan mobilisasi cadangan untuk “melindungi infrastruktur penting.”

Namun analisis ISW (Institute for the Study of War) menyebut undang-undang itu hanya kedok—prajurit cadangan kemungkinan besar akan dikirim langsung ke Ukraina.

Beberapa wilayah Rusia sudah memulai panggilan cadangan bahkan sebelum undang-undang disahkan:

·         Dagestan

·         Bashkortostan

·         Wilayah perbatasan Ukraina

Menariknya, Moskow tidak masuk daftar mobilisasi, diduga untuk mencegah keresahan politik di ibu kota.

ISW memperingatkan bahwa Rusia kini memasuki fase: “Perang jangka panjang + mobilisasi paksa untuk menutup kekurangan besar pasukan.”

Zelenskyy Mendesak Barat: Ukraina Butuh 25 Sistem Patriot Sekarang

Dalam wawancara di kantornya pada 10 November 2025, Presiden Volodymyr Zelenskyy menyatakan Ukraina ingin membeli 25 sistem pertahanan udara Patriot dari AS, masing-masing senilai 1,1 miliar dolar.

Dia menegaskan Ukraina tidak bisa menunggu bertahun-tahun:

·         Ukraina siap membayar menggunakan dana yang berasal dari pinjaman kompensasi US$162 miliar berbasis aset Rusia yang dibekukan.

·         Namun Eropa belum memberi lampu hijau.

Zelenskyy meminta negara-negara Eropa meminjamkan sistem Patriot mereka sementara menunggu produksi baru Amerika selesai.

Saat wawancara berlangsung, listrik di kantor Zelenskyy tiba-tiba padam akibat serangan Rusia 8 November yang sebelumnya memadamkan listrik di hampir seluruh Ukraina. Lampu hanya menyala kembali setelah generator diaktifkan — gambaran nyata betapa kritisnya pertahanan udara Ukraina.

Kesimpulan Utama

·         Ukraina menghantam jantung logistik Rusia di Krimea dan wilayah dalam negeri Rusia (10–12 November 2025).

·         Rusia merespons dengan pengerahan 150 ribu pasukan ke Pokrovsk, namun tanpa keberhasilan signifikan.

·         Krimea kini menghadapi risiko kehabisan BBM.

·         Kekurangan personel membuat Rusia mulai menerapkan mobilisasi paksa.

·         Eropa mempercepat modernisasi militer, sementara Ukraina mendesak pengiriman sistem Patriot segera.

Cukup sekian dulu terimakasih atas perhatiannya

INSPIRASI ERABARU

Seperti Apa Kondisi Otak Anda Saat Membenci Seseorang?

Cinta membuat kekurangan tampak tak berarti, sedangkan kebencian membuat kekurangan yang tak ada seolah nyata Arsh Sarao Ketika Anda melihat sekilas seseorang yang Anda benci, otak...

Mengapa Kita Tidak Bisa Berhenti Membicarakan Orang Lain

Ada cara untuk menggunakan gosip secara bijaksana Debbie Cohen Michelle Tennant tahu betapa menyakitkannya menjadi sasaran gosip yang tidak berdasar. Beberapa tahun lalu, ia mengetahui bahwa seorang...

LATES

Google search engine

VIDEO ET NEWS

MISTERI

Google search engine