Anak Perempuan 8 Tahun di Xi’an, Tiongkok Berkeliaran di Musim Dingin dengan Sandal Jepit, Memungut Makanan karena Lapar 

Di bawah rezim Partai Komunis Tiongkok (PKT), kasus pelanggaran hak asasi manusia terus bermunculan. Baru-baru ini, kisah seorang gadis berusia 8 tahun di Xi’an yang berkeliaran di tengah musim dingin hanya dengan sandal jepit menarik perhatian luas. Netizen ramai-ramai menyatakan simpati dan mempertanyakan: “Semua dinas sosial ke mana saja?”

EtIndonesia. Pada 11 November, seorang blogger Tiongkok bernama “Qi Anna” mengunggah video yang menunjukkan seorang gadis kecil berkeliaran di Distrik Weiyang, Kota Xi’an, Provinsi Shaanxi. “Musim dingin begini dia masih pakai sandal jepit. Umurnya 8 tahun dan belum pernah sekolah. Kalau lapar, dia memungut makanan,” tulis sang blogger.

Video yang beredar menunjukkan gadis kecil itu mengenakan jaket hijau tebal dan celana yang robek dan kotor. Kakinya telanjang hanya bersandal plastik biru. Saat ditanya, gadis itu berkata ia ingin punya mainan. Ketika ditanya dimana keluarganya, dia menjawab: “Ibu sudah meninggal, ayah ada di rumah tapi tidak peduli padaku.”

Blogger itu mengatakan bahwa saat sedang mengajak anaknya bermain, ia melihat gadis kecil yang kotor itu. “Sudah delapan tahun tapi belum sekolah, kalau lapar mencari makanan sisa,” katanya. Ia mengaku sangat sedih setelah mengetahui keadaan anak tersebut dan berencana mencarinya lagi untuk memahami situasi keluarganya dan memberikan bantuan.

Media daratan kemudian melaporkan bahwa peristiwa itu terjadi di Jalan Hancheng, Distrik Weiyang, Kota Xi’an. Seorang pejabat desa tempat gadis itu tinggal membenarkan bahwa ibunya memang telah meninggal karena sakit. Di rumah masih ada seorang kakak laki-laki dan seorang adik perempuan, namun ayah mereka jarang mengurus anak-anak. Biasanya, si gadis diasuh oleh seorang kakek atau nenek di rumah.

Tentang mengapa anak itu bisa berkeliaran di musim dingin hanya memakai sandal jepit, pejabat itu menjelaskan: “Dia suka jalan-jalan keluar. Sebelumnya pernah sekolah setengah tahun, tapi berhenti dan kabur pulang.”

Netizen berkomentar penuh iba:

  • “Kasihan sekali anak ini.”
  • “Begitu banyak lembaga sosial, apa yang mereka lakukan?”
  • “Bagaimana anak ini hidup? Siapa yang menjaganya?”

Banyak juga yang mengutuk pemerintahan Tiongkok :

“Ada uang untuk memberikan beasiswa bagi mahasiswa asing, tapi anak yatim piatu dibiarkan seperti rumput liar!”
“Kalau tidak diviralkan, tidak akan ada yang peduli!”

Ada pula yang menyindir media pemerintah dengan membandingkan kasus ini dengan insiden “anak liar Yunnan”:

“Anak ini masih pakai jaket, hanya kakinya bersandal jepit, sudah langsung diberitakan. Tapi anak di Yunnan yang telanjang dan makan makanan anjing malah tidak berani disentuh.”

 “Lihat bagaimana Yunnan melaporkannya — tinggal dibilang perbedaan pendidikan, terlalu memanjakan anak, biarkan saja katanya. Begitu caranya menghindar dari tanggung jawab.”

Li Li / Zheng Yu – NTDTV.com

INSPIRASI ERABARU

Seperti Apa Kondisi Otak Anda Saat Membenci Seseorang?

Cinta membuat kekurangan tampak tak berarti, sedangkan kebencian membuat kekurangan yang tak ada seolah nyata Arsh Sarao Ketika Anda melihat sekilas seseorang yang Anda benci, otak...

Mengapa Kita Tidak Bisa Berhenti Membicarakan Orang Lain

Ada cara untuk menggunakan gosip secara bijaksana Debbie Cohen Michelle Tennant tahu betapa menyakitkannya menjadi sasaran gosip yang tidak berdasar. Beberapa tahun lalu, ia mengetahui bahwa seorang...

LATES

Google search engine

VIDEO ET NEWS

MISTERI

Google search engine