Sebuah Kisah yang Layak Kita Renungkan


EtIndonesia.
Seorang pemuda menemani ayahnya yang sudah lanjut usia di bank. Mereka berada di sana selama hampir satu jam karena sang ayah ingin melakukan transfer uang. 

Si pemuda akhirnya tak tahan dan bertanya: “Papa, kenapa kita tidak pakai internet banking saja?”

Sang ayah balik bertanya, “Mengapa aku harus melakukannya?”

Si anak menjelaskan dengan antusias: “Dengan begitu Papa tidak perlu buang waktu satu jam hanya untuk transfer uang. Papa juga bisa belanja secara online, semuanya jadi lebih mudah.”

Dengan semangat dia ingin memperkenalkan ayahnya pada dunia perbankan digital.

Lalu sang ayah bertanya lagi:  “Kalau begitu, apakah aku tidak perlu lagi keluar rumah?”

Anaknya menjawab dengan bangga: “Betul, Pa! Sekarang semua bisa diantar sampai pintu rumah. Amazon dan layanan online lainnya bisa mengirimkan apa pun.”

Namun jawaban sang ayah setelah itu membuat si anak terpaku—dan membuat kita juga ikut tersentuh.

Ayah berkata: “Ketika aku masuk ke bank hari ini, aku bertemu empat orang teman. Aku juga mengobrol sebentar dengan para pegawai. Kamu tahu, aku sering merasa sendirian. Kebiasaan seperti ini—datang langsung, berbicara dengan orang—itu yang aku butuhkan. Aku punya banyak waktu, tapi aku juga merindukan interaksi manusia yang nyata.

Dua tahun lalu, saat aku sakit, pemilik toko buah langgananku datang menjenguk. Dia duduk di samping ranjangku dan menangis. Beberapa hari yang lalu, ketika ibumu jatuh saat berjalan pagi, pemilik warung yang melihatnya langsung mengantar ibumu pulang dengan mobilnya, karena dia tahu rumah kita di mana.

Kalau semua urusan dilakukan lewat internet, apakah aku masih bisa merasakan kedekatan seperti itu? Mengapa aku harus membuat semuanya dikirim ke pintu rumah, lalu membiarkan diriku hanya berinteraksi dengan komputer? Aku suka berhubungan dengan manusia—bukan sekadar ‘penjual’ atau ‘mesin’. Mengurus sesuatu secara langsung justru menumbuhkan kedekatan dan hubungan antar manusia.

Bisakah Amazon, Taobao, atau platform belanja lain memberikan hal seperti itu? Teknologi bukanlah kehidupan. Habiskan waktumu untuk manusia, bukan untuk perangkat.”

Si pemuda tak bisa berkata apa-apa. Dan kata-kata itu, seketika membuat hati kita ikut tersentak.

INSPIRASI ERABARU

Mengapa Dighosting Lebih Menyakitkan daripada Penolakan dan Lebih Sulit untuk Dilupakan

Penolakan sosial mengaktifkan banyak jalur saraf yang sama seperti rasa sakit fisik. Oleh Fjolla Arifi Pesan terakhir itu tetap berada di sana, terkirim dan sudah dibaca....

Seperti Apa Kondisi Otak Anda Saat Membenci Seseorang?

Cinta membuat kekurangan tampak tak berarti, sedangkan kebencian membuat kekurangan yang tak ada seolah nyata Arsh Sarao Ketika Anda melihat sekilas seseorang yang Anda benci, otak...

LATES

Google search engine

VIDEO ET NEWS

MISTERI

Google search engine