EtIndonesia. Departemen Keuangan Amerika Serikat pada Rabu (12 November) mengumumkan sanksi baru terhadap sejumlah entitas dan individu yang membantu Iran dalam mengembangkan program rudal dan drone.
Sebanyak delapan entitas dari berbagai negara beserta 32 individu dimasukkan ke dalam daftar sanksi—termasuk beberapa perusahaan yang berbasis di Tiongkok dan Hong Kong. Mereka dituduh menyediakan bahan sensitif serta menangani aliran dana lintas negara untuk kepentingan Iran.
Pihak Departemen Keuangan menyatakan bahwa jaringan pengadaan tersebut bukan hanya membahayakan keselamatan personel militer AS dan sekutunya yang ditempatkan di Timur Tengah, tetapi juga mengancam keamanan jalur pelayaran komersial di Laut Merah.
Menurut pernyataan tersebut, sebuah jaringan bernama “MVM” masuk ke dalam daftar sanksi karena dituduh membeli bahan kimia yang digunakan untuk memproduksi propelan roket padat dari pemasok di Tiongkok. Jaringan ini diketahui telah mengirim ratusan ton bahan kimia dari Tiongkok ke Iran.
Salah satu pemasok asal Tiongkok, China Chlor-Alkali Technology Co., Ltd., sebenarnya sudah dikenai sanksi oleh AS sejak April tahun ini.
Jaringan lain yang terkait dengan produsen drone Iran, Mado Company, juga ikut disanksi. Dalam jaringan ini terdapat pebisnis berkewarganegaraan Tiongkok bernama Ma Jie, beserta sejumlah perusahaan yang ia dirikan di Tiongkok maupun Hong Kong.
Amerika Serikat menegaskan bahwa Iran kini sedang berupaya membangun kembali lini produksi senjata yang hancur akibat perang.
Sanksi terbaru ini bertujuan untuk melemahkan program rudal Iran, membatasi aliran dana Korps Garda Revolusi Islam (IRGC), dan memaksa Iran mematuhi komitmen internasionalnya. (Jhon)
Sumber : NTDTV.com


