Dua Warga Tiongkok Kembali Terjebak di Kamp Online Scam Kamboja — Keluarga Diperas Tebusan Rp 470 juta

EtIndonesia. Sindikat penipuan di kawasan “taman industri” kriminal Asia Tenggara terus menimbulkan korban dan hingga kini masih sangat aktif. Baru-baru ini, dua anak muda asal Tiongkok kembali tertipu hingga dijebak di Kamboja dan kehilangan kebebasan mereka. Para pelaku kemudian memeras keluarga masing-masing dengan tebusan 200.000 yuan atau Rp 470 juta. Kedua keluarga tidak mampu mengumpulkan uang tersebut dan terpaksa meminta bantuan media.

Kasus pertama: perempuan hamil 6 bulan disekap di Phnom Penh

Menurut laporan Da Xiang News pada 14 November, seorang warga Guizhou bernama Ms. Tian meminta bantuan media karena putrinya yang sedang hamil 6 bulan kini ditahan oleh sindikat di Kamboja dan berada dalam bahaya.

Menurut penuturan Tian, putrinya pada April tahun ini berangkat dari Guangzhou menuju Phnom Penh setelah dibujuk seorang teman untuk bekerja di sana. Namun sesampainya di Kamboja, ia langsung kehilangan kebebasan. Nomor teleponnya tidak bisa dihubungi, akun WeChat-nya juga tidak aktif; hanya sesekali ia bisa mengirim pesan singkat kepada ibunya. Keluarga menduga ia berada di bawah kendali sindikat, namun tidak dapat berbuat apa-apa.

Tangkapan layar

Pada awal Oktober, Tian tiba-tiba menerima pesan dari putrinya yang mengungkapkan bahwa ia telah hamil lebih dari 6 bulan. Sindikat yang menahannya menuntut tebusan 160.000 yuan, lalu beberapa hari kemudian menaikkan tuntutan menjadi 200.000 yuan.

Tian menerima foto putrinya dan melihat kondisi kehamilannya yang sudah jelas. Putrinya mengatakan bahwa ia berusaha menyembunyikan kehamilannya karena takut jika ketahuan ia akan dijual ke pihak lain. Ia memohon kepada ibunya:

“Aku benar-benar sudah tidak sanggup lagi.”

Tian mengatakan kepada media bahwa keluarganya sedang dalam kesulitan finansial dan tidak mampu menyiapkan uang sebesar itu.

“Kalau terpaksa, saya sampai kepikiran menjual rumah. Tapi saya takut setelah membayar uangnya, putri saya tetap tidak dipulangkan.”

Ketika media menanyakan perkembangan penyelidikan kepada polisi setempat, pihak berwenang hanya menjawab bahwa kasus masih dalam tahap penyelidikan dan detailnya belum dapat diungkapkan.


Kasus kedua: remaja 15 tahun dari Shanxi diculik ke Kamboja

Beberapa hari sebelum kasus perempuan hamil terekspos, Xiaoxiang Morning News melaporkan kasus lain: seorang remaja 15 tahun dari Shanxi bernama Wang Moukai yang kemungkinan besar telah diculik ke Kamboja dan kini dalam kendali sindikat penipuan.

Foto: Tangkap layar—Wang Moukai, remaja 15 tahun yang disekap di kawasan scam Kamboja.

Remaja itu hilang kontak dengan keluarganya sejak Agustus. Pada 3 November, seorang asing mengakses akun media sosial Wang dan mengirim pesan kepada orang tuanya, menuntut tebusan 200.000 yuan, atau sebagai alternatif, keluarga harus “mengirim tiga orang lain ke Kamboja untuk bekerja” sebagai ganti pembebasannya.

Tangkapan layar

Ayah Wang menolak tuntutan tersebut: “Kami tidak mungkin menyeret orang lain ke dalam tragedi yang sama.”

Keluarganya sendiri mengalami kesulitan ekonomi. Kakek dan nenek Wang baru saja menjalani operasi besar sehingga menghabiskan hampir seluruh tabungan keluarga. Mereka tidak punya cara mengumpulkan uang tebusan, dan ibu Wang bahkan sampai berlutut dalam video meminta bantuan publik.

Menurut penyelidikan polisi, lokasi ponsel Wang pada akhir Agustus terdeteksi sudah berada di Kamboja, mengonfirmasi dugaan bahwa ia telah diperdagangkan ke jaringan scam.


Laporan Internasional: Setidaknya 53 kawasan kriminal di Kamboja

Pada Juni tahun ini, Amnesty International merilis laporan investigasi yang menyebut bahwa di Kamboja terdapat setidaknya 53 kawasan yang terlibat kejahatan berat seperti:

  • penipuan daring,
  • perdagangan manusia,
  • kerja paksa,
  • pekerja anak,
  • penyiksaan,
  • penahanan ilegal,
  • hingga perbudakan modern.

Organisasi itu mengecam keras pemerintah Kamboja yang dianggap membiarkan jaringan kejahatan tersebut berkembang.

Dalam tekanan internasional, pemerintah Kamboja meluncurkan operasi besar-besaran pemberantasan penipuan daring sejak akhir Juni. Pada awal November, polisi Kamboja membongkar dua markas besar sindikat di Provinsi Svay Rieng, Kota Bavet, dan menangkap 658 tersangka asing, termasuk warga:

  • Tiongkok
  • Filipina
  • Vietnam
  • Jepang
  • dan Taiwan

(jhon)

INSPIRASI ERABARU

Mengapa Dighosting Lebih Menyakitkan daripada Penolakan dan Lebih Sulit untuk Dilupakan

Penolakan sosial mengaktifkan banyak jalur saraf yang sama seperti rasa sakit fisik. Oleh Fjolla Arifi Pesan terakhir itu tetap berada di sana, terkirim dan sudah dibaca....

Seperti Apa Kondisi Otak Anda Saat Membenci Seseorang?

Cinta membuat kekurangan tampak tak berarti, sedangkan kebencian membuat kekurangan yang tak ada seolah nyata Arsh Sarao Ketika Anda melihat sekilas seseorang yang Anda benci, otak...

LATES

Google search engine

VIDEO ET NEWS

MISTERI

Google search engine