Mengejutkan Trump: Banyak Miliarder dan Yayasan Disebut Mendanai Kerusuhan

EtIndonesia. Pemerintahan Trump menutup perbatasan, menindak dan mendeportasi imigran ilegal, serta mengerahkan Garda Nasional ke Washington DC, Los Angeles, dan sejumlah kota lainnya untuk membantu menjaga keamanan. Namun langkah tersebut juga memicu aksi protes—bahkan kerusuhan—yang dipimpin kelompok seperti Antifa. Lalu, siapa sebenarnya pihak yang berada di belakang pendanaan gerakan-gerakan ini?

Reporter New Tang Dynasty Television (NTD), Steve Lance, mewawancarai Direktur Government Accountability Institute (GAI), Seamus Bruner, untuk membahas temuannya.


Wawancara Eksklusif

Steve Lance:
“Selamat datang, Tuan Seamus Bruner.”

Seamus Bruner:
“Suatu kehormatan bisa hadir.”

Steve Lance:
“Senang sekali Anda berada di studio kami. Anda baru saja menghadiri pertemuan di Gedung Putih untuk membahas dalang finansial di balik gerakan Antifa. Kita sering mendengar ungkapan, ‘ikuti aliran uangnya’. Apa yang Anda temukan?”

Seamus Bruner:
“Benar. Saya dan Peter Schweizer bekerja di Government Accountability Institute. Moto kami memang follow the money—ikuti aliran uang. Tugas saya memang melacak ke mana dana mengalir.

Saya memberi tahu Presiden Trump bahwa kami telah berhasil menelusuri struktur yang kami sebut sebagai ‘industri protes’ atau riot industry. Sama seperti perusahaan pada umumnya, ‘perusahaan kerusuhan’ ini juga memiliki berbagai divisi.
Ada divisi aksi lapangan—itulah Antifa. Ada divisi komunikasi dan humas. Ada juga divisi hukum yang dibiayai dengan sangat besar. Dan seperti perusahaan lainnya, mereka juga memiliki para investor.

Yang kami cari adalah siapa saja para investornya.

Kami menemukan dana dari Open Society Foundations milik George Soros, jaringan pendanaan yang tidak terlalu dikenal publik seperti Arabella Foundation dan Tides Foundation. Lalu ada investor asing Neville Roy Singham, yang namanya mulai ramai dibicarakan. Serta miliarder asal Swiss, Hansjörg Wyss, yang telah menggelontorkan puluhan hingga ratusan juta dolar ke dunia politik AS—dan sebagian besarnya mengalir ke apa yang kami sebut sebagai ‘perusahaan kerusuhan’.

Jadi fokusnya bukan hanya pada Antifa, tetapi seluruh struktur di baliknya—unit-unit yang menghasut kekacauan, mendukung kekerasan, dan mendanai kelompok radikal ini.

Hal yang paling mengejutkan bagi Presiden Trump adalah kenyataan bahwa para investor tersebut—Soros, Rockefeller Foundation, dan lain-lain—sebenarnya menggunakan uang pembayar pajak. Artinya, dari kantong masyarakat, uang itu berpindah secara tidak langsung ke kantong para pengunjuk rasa dan perusuh.”


Bagaimana Uang Pembayar Pajak Bisa Masuk ke Aktivitas ‘Anti-Amerika’?

Steve Lance:
“Saya menyaksikan langsung kerusuhan di Chicago. Di sana berkumpul berbagai organisasi sosial, kelompok sosialis, kelompok komunis. Hanya dengan memindai kode QR, seseorang langsung terhubung ke sistem, memasukkan data pribadi, lalu menjadi bagian dari gerakan itu. Anda benar: uang pembayar pajak mengalir ke kegiatan ini. Bagaimana bisa itu terjadi?”

Seamus Bruner:
“Benar, ini sangat mengkhawatirkan.

Banyak orang sekarang sudah tahu bahwa USAID (United States Agency for International Development) telah menggelontorkan lebih dari 50 miliar dolar untuk berbagai program—termasuk proyek yang sebenarnya tidak pro-Amerika. Dana USAID selama bertahun-tahun juga mengalir ke Rockefeller, Soros, dan banyak NGO besar lainnya.

Selain itu, ada pula dana dari program pendidikan pemerintah.
Misalnya, Tides Foundation menerima puluhan juta dolar dari anggaran pendidikan federal—yang berarti berasal dari pajak rakyat. Pemerintah negara bagian juga terlibat; California adalah salah satu penyandang dana terbesar untuk NGO-NGO tersebut.

Yang harus dipahami: NGO ini sebenarnya adalah entitas politik. Mereka menggunakan dana publik untuk mendorong agenda politik tertentu—khususnya agenda sayap kiri. Begitu uang tersebut masuk ke kas organisasi, uang itu bisa dipindah-pindahkan sesuka hati.

Mereka selalu berkata: ‘Ini dana dari pemerintah, itu dana pribadi kami.’ Padahal kenyataannya sama saja—uangnya bercampur. Kami mendokumentasikan banyak kasus protes dan kerusuhan yang didanai secara langsung oleh Tides, Soros, Arabella, dan jaringan afiliasi mereka. Aliran dananya sangat jelas.”


Penutup

Steve Lance:
“Direktur Government Accountability Institute, Seamus Bruner, terima kasih banyak atas waktunya.” (Jhon)

INSPIRASI ERABARU

Mengapa Dighosting Lebih Menyakitkan daripada Penolakan dan Lebih Sulit untuk Dilupakan

Penolakan sosial mengaktifkan banyak jalur saraf yang sama seperti rasa sakit fisik. Oleh Fjolla Arifi Pesan terakhir itu tetap berada di sana, terkirim dan sudah dibaca....

Seperti Apa Kondisi Otak Anda Saat Membenci Seseorang?

Cinta membuat kekurangan tampak tak berarti, sedangkan kebencian membuat kekurangan yang tak ada seolah nyata Arsh Sarao Ketika Anda melihat sekilas seseorang yang Anda benci, otak...

LATES

Google search engine

VIDEO ET NEWS

MISTERI

Google search engine