Bersuara untuk “Anak Liar” Yunnan, Blogger Terkenal Tiongkok Dibungkam dari Seluruh Platform

EtIndonesia. Selama hampir sebulan, kasus “anak liar” di Yunnan menjadi sorotan besar publik Tiongkok. Namun alih-alih menjawab pertanyaan masyarakat, rezim Tiongkok justru menutup rapat semua informasi. Kini, tokoh publik dan blogger besar di Weibo, Deng Fei, dilaporkan dibungkam dari seluruh internet karena membela anak tersebut dan menuntut transparansi.


Warganet Bertanya: “Ke Mana Deng Fei?” — Semua Akun Hilang

Pada 14 November, banyak blogger Weibo bertanya:

“Deng Fei ke mana?”

Di kolom komentar, warganet melaporkan:

  • Akun Weibo Deng Fei di-mute,
  • Akun WeChat tidak bisa lagi diikuti,
  • Akun Xiaohongshu (RED) tidak bisa ditemukan,
  • Bahkan fitur pesan pribadi ke dirinya dinonaktifkan.

Komentar warganet:

  • “Diblokir total.”
  • “Semua platform mematikan akunnya.”
  • “Di Xiaohongshu bahkan tidak bisa dicari.”
  • “WeChat resminya juga tak bisa difollow lagi.”
  • “Ini benar-benar gelap.”

Isi Postingan Deng Fei yang Sudah Dihapus: Kritik Langsung ke Pemerintah Yunnan

Salah satu warganet membagikan tangkapan layar postingan Deng Fei yang telah dihapus. Dalam postingan itu, ia mempertanyakan:

“Mengapa seluruh aparat kepolisian dan siber harus berjibaku menangani kasus seorang anak sederhana di Yunnan?
Yunnan sendiri bilang anak itu tidak bermasalah, jadi mengapa tak boleh dilihat publik?
Jawab saja pertanyaan orang. Tampilkan bukti secara terbuka. Bukankah seharusnya mampu menghadapi dengan tenang?
Tapi justru panik, membungkam, menghapus postingan, membuat publik gelisah. Tidak ada yang bertanggung jawab?”

Ia juga menulis:

“Setiap hari ribuan telepon masuk ke Yunnan. Saya kasihan pada para operator yang menerima telepon itu.
Mengapa pemerintah Yunnan menghabiskan begitu banyak sumber daya hanya untuk membungkam informasi?”

Akun Weibo Deng Fei terakhir terlihat aktif pada 7 November.


Rumor: Deng Fei Pernah Diseret Saat Siaran Langsung

Beberapa warganet menulis bahwa dua hari sebelumnya, Deng Fei diduga diambil paksa oleh pihak berwenang Yunnan saat sedang live streaming.

Bahkan seorang blogger lain yang mempertanyakan hilangnya Deng Fei ikut diblokir.

Akun bernama “Shidai Jianbing”, beralamat IP Beijing, mengatakan pada 15 November bahwa ia mendapat peringatan “wajib ditangani” karena memposting tentang kasus ini.


Jurnalis Senior Juga Dibungkam: Dong Shaopeng Dilarang Berbicara

Selain Deng Fei, jurnalis senior Dong Shaopeng juga diblokir dari Weibo pada 12 November.

Sebelum dibungkam, ia memposting gambar bertajuk “Seratus Ribu Mengapa” dan menuliskan bait satir:

“Media tak bermoral bertindak gila,
Orang tua tak bertanggung jawab sibuk berkelit,
Pejabat tak bermoral memamerkan baju baru,
Sahabat di Luoyang hanya bisa menangis.”

Warganet menduga, postingan itu mengkritik narasi resmi pemerintah mengenai kasus “anak liar”.


Reaksi Publik: “Yang Membela Anak Dibungkam, yang Membolak-Balik Fakta Dibiarkan”

Komentar warganet:

  • “Benar-benar absurd. Mengubah kekerasan menjadi ‘terlalu dimanjakan’ tidak diblokir, tapi orang yang membela anak justru dibungkam.”
  • “Semua platform memblokir. Mereka melakukan ini secara besar-besaran.”
  • “Mengapa orang yang menuntut keadilan dibisukan?”
  • “Kalau memang tidak ada apa-apa, kenapa penyembunyian sebesar ini?”
  • “Ini pasti menyentuh kepentingan besar di belakangnya.”
  • “Yang ada bukan manusia… tapi monster.”

Peristiwa Awal: Kasus “Anak Liar” di Yunnan

  • Pada 16 Oktober, kasus seorang anak di Yunnan muncul di internet, memicu seruan publik untuk menyelidiki dugaan kekerasan anak.
  • Publik menelepon kantor-kantor pemerintah di Yunnan dan Beijing, namun tak ada jawaban resmi yang memadai.

Pada 11 November, media pemerintah Yunnan dan CCTV merilis laporan investigasi yang menyatakan:

“Tidak ada kekerasan, yang terjadi adalah pengasuhan berlebihan.”

Mereka menayangkan video interaksi anak dengan keluarganya. Namun warganet meragukan:

  • “Itu bukan anak yang sama.”
  • “Ini membalikkan fakta.”
  • “Ini ‘sebut rusa sebagai kuda’ versi modern.” (jhon)

Sumber : NTDTV.com

INSPIRASI ERABARU

Mengapa Dighosting Lebih Menyakitkan daripada Penolakan dan Lebih Sulit untuk Dilupakan

Penolakan sosial mengaktifkan banyak jalur saraf yang sama seperti rasa sakit fisik. Oleh Fjolla Arifi Pesan terakhir itu tetap berada di sana, terkirim dan sudah dibaca....

Seperti Apa Kondisi Otak Anda Saat Membenci Seseorang?

Cinta membuat kekurangan tampak tak berarti, sedangkan kebencian membuat kekurangan yang tak ada seolah nyata Arsh Sarao Ketika Anda melihat sekilas seseorang yang Anda benci, otak...

LATES

Google search engine

VIDEO ET NEWS

MISTERI

Google search engine