Skandal Mengejutkan: Dugaan Pemaksaan Perempuan untuk Melahirkan Bayi Demi Produksi “Obat Panjang Umur” di Kamboja — Terseret Nama Taizi Group & RS Xiangya

EtIndonesia. Kasus kematian misterius aktor Tiongkok Yu Menglong terus memicu gelombang penyelidikan warganet. Skandal itu kini menyeret rumor lebih besar: dugaan keterlibatan sejumlah selebritas yang tampak “muda kembali” secara tidak wajar. 

Seorang blogger anti-penipuan mengungkap bahwa kompleks penipuan online di Asia Tenggara memaksa perempuan menjalani fertilisasi in vitro (IVF), lalu menjual bayi-bayi itu ke institusi gelap untuk diambil sel punca demi memproduksi “obat panjang umur”.

Lebih mengejutkan lagi, lembaga yang disebut terlibat diduga memiliki hubungan dengan RS Xiangya Kedua, rumah sakit di Hunan yang sebelumnya disorot karena kasus dugaan organ harvesting, dan lokasi lembaga tersebut berada tepat di samping markas Taizi Group—konglomerat yang kini dikenai sanksi Amerika Serikat.


Blogger Anti-Penipuan: Perempuan Dipaksa Hamil IVF, Bayi Dijual untuk Riset “Anti-Aging”

Blogger tersebut berulang kali mengunggah video dari Kamboja, mengklaim bahwa perempuan berusia di atas 40 tahun yang tidak lagi “layak jual” oleh sindikat penipuan dipaksa:

  • Mengandung 2–3 bayi tabung sekaligus,
  • Melahirkan,
  • Bayi kemudian dijual seharga 3 juta yuan per anak kepada laboratorium bernama “Institut Ilmu Kehidupan”.

Di laboratorium itu, kata sang blogger, bayi-bayi tersebut diperlakukan seperti hewan percobaan dalam kotak kaca. Setiap enam bulan, tulang belakang mereka dibor untuk diambil cairan sumsum tulang, yang kemudian diekstraksi menjadi:

  • Growth factors,
  • “Sel punca regeneratif”,
  • Untuk dipasangkan sebagai “obat awet muda” pada orang dewasa.

Setiap pengambilan bisa menghasilkan tiga vial obat tidak resmi itu, yang dijual seharga 5 juta yuan per vial, dan hanya kalangan miliarder yang mampu membelinya.

Walau kebenaran klaim ini belum bisa diverifikasi, temuan warganet menunjukkan bahwa banyak perusahaan biologi Tiongkok memang membuka laboratorium di Asia Tenggara dengan nama seperti “Life Science Institute”, “Biotech Park”, atau “Research Center” yang lokasinya berdekatan dengan kawasan penipuan online—diduga menjadi kedok untuk aktivitas gelap termasuk perdagangan organ.


Jejak Mengarah ke “Cambodia Life Science Institute” Bersebelahan dengan Taizi Group

Blogger tersebut menyebut nama lembaga “Cambodia Life Science Institute”, dan peta yang ia perlihatkan menunjukkan bahwa lokasi bangunan itu persis di sebelah markas Taizi Group (Prince Holding Group) di Phnom Penh. Bahkan halaman Facebook resmi lembaga itu mencantumkan alamat Taizi Group secara langsung.

Warganet menyerbu akun mereka

Warganet Tiongkok kemudian menyerbu akun Douyin (TikTok China) lembaga tersebut, menuduh mereka terlibat dalam praktik tidak manusiawi.

Di akun media sosialnya, lembaga ini mengklaim:

  • Berlokasi di Diamond Island CBD, Phnom Penh,
  • Merupakan GMP Cell Laboratory kelas B+A pertama di Kamboja yang mengikuti “standar internasional”.

Namun situs resminya hanya menyediakan bahasa Mandarin sederhana dan Inggris, tanpa versi Khmer, menimbulkan kecurigaan bahwa lembaga ini tidak memiliki hubungan organik dengan komunitas ilmiah lokal.

Hal ini semakin memperkuat dugaan bahwa laboratorium tersebut dipimpin dan dioperasikan oleh perusahaan Tiongkok.


Jejak Hubungan dengan Perusahaan Hunan “Yuanpin Biotech”

Dalam situs resmi Cambodia Life Science Institute, ditemukan sejumlah petunjuk penting:

1. Bisnis utama mereka: penyimpanan sel punca bayi baru lahir

Hal ini langsung memicu dugaan hubungan dengan industri yang sensitif secara etika.

2. Enam “unit inti” mereka mencantumkan:

  • Hunan Provincial Cell Preparation Center,
  • Hunan Cell Tissue Bank,
  • Empat dokumen sertifikasi lainnya dari pemerintah Tiongkok, semuanya terkait sel punca.

Selain itu, sertifikat “honor” yang mereka pajang berasal dari:

  • Yuanpin Cell Biotechnology Co., Ltd. (源品生物)
    → perusahaan biotek asal Hunan.

3. Tim profesional hanya mencantumkan satu nama:

  • Pei Gang, penasihat ilmiah dari Yuanpin Biotech.

4. Bagian “mitra strategis” menampilkan kerja sama Yuanpin Biotech dengan berbagai lembaga Tiongkok.

Semua itu memperlihatkan pola kuat: Cambodia Life Science Institute diduga merupakan laboratorium luar negeri milik Yuanpin Biotech.


Yuanpin Biotech: Terhubung dengan Pemerintah Hunan dan Rumah Sakit Xiangya

Data publik menunjukkan Yuanpin Biotech:

  • Didirikan tahun 2015 di Changsha,
  • Fokus pada teknologi sel dan sel punca,
  • Membangun Bank Jaringan Sel Hunan dan Pusat Persiapan Sel Klinis,
  • Bermitra langsung dengan pemerintah Changsha dalam proyek riset regeneratif.

Lebih penting lagi, situs Cambodia Life Science Institute menyebut mitra mereka termasuk:

  • Hunan Normal University
  • Xiangya Hospital
  • Xiangya Second Hospital (RS Xiangya Kedua)
  • Xiangya Third Hospital
  • Nanhua First & Second Affiliated Hospitals

RS Xiangya Kedua pernah menjadi pusat kontroversi besar terkait dugaan pengambilan organ ilegal dalam skala besar, yang diungkap lewat kematian misterius dokter magang Luo Shuaiyu tahun lalu.


Kasus Luo Shuaiyu: Mahasiswa Kedokteran yang Diduga Terbunuh karena Menolak Terlibat “Operasi Gelap”

Pada Mei tahun lalu, Luo Shuaiyu jatuh dari gedung secara misterius dan tewas.

Keluarganya menemukan:

  • Data besar di ponsel dan laptopnya mengenai dugaan praktik pengambilan organ hidup,
  • Bukti pemalsuan dokumen “donor sukarela”,
  • Rekaman percakapan antar-dokter,
  • Bahkan rekaman video yang diduga menampilkan proses pengambilan organ.

Ayah Luo mengatakan: “Coba cari riset dosen anak saya—judulnya ‘Nirwana Reborn’. Dia meneliti teknik ‘awet muda’.”

Dosen Luo, Xie Xubiao, adalah Wakil Kepala Departemen Transplantasi Organ RS Xiangya Kedua, dan termasuk dokter yang dicantumkan oleh organisasi internasional sebagai terduga pelaku organ harvesting.


Pembangunan Laboratorium Sel Punca Lebih Besar di Kamboja

Pada April tahun ini, seorang wanita Tionghoa yang bekerja di industri kecantikan di Phnom Penh mengunggah video:

  • Menunjukkan laboratorium sel punca terbesar di Kamboja sedang dibangun,
  • Lokasi terletak di belakang Cambodia Life Science Institute,
  • Tepat di samping komplek Taizi Group,
  • Gedung bertuliskan besar “Stem Cell Technology”.

Ia mengatakan bahwa area di dalamnya sangat besar hingga membuat orang “tersesat”. (jhon)

INSPIRASI ERABARU

Mengapa Dighosting Lebih Menyakitkan daripada Penolakan dan Lebih Sulit untuk Dilupakan

Penolakan sosial mengaktifkan banyak jalur saraf yang sama seperti rasa sakit fisik. Oleh Fjolla Arifi Pesan terakhir itu tetap berada di sana, terkirim dan sudah dibaca....

Seperti Apa Kondisi Otak Anda Saat Membenci Seseorang?

Cinta membuat kekurangan tampak tak berarti, sedangkan kebencian membuat kekurangan yang tak ada seolah nyata Arsh Sarao Ketika Anda melihat sekilas seseorang yang Anda benci, otak...

LATES

Google search engine

VIDEO ET NEWS

MISTERI

Google search engine