EtIndonesia. Pada 11 November 2025, sejumlah besar video beredar luas di internet dan media sosial, memperlihatkan pemandangan tak biasa di garis depan Donetsk. Wilayah Red Army Village diselimuti kabut tebal pada waktu subuh. Dalam kondisi inilah pasukan Rusia terlihat bergerak menggunakan motor, jeep, dan bahkan van sipil menuju garis depan — sebuah formasi yang segera memicu ironi dan kepanikan.
Perang yang telah berlangsung lebih dari tiga tahun itu kini menampilkan satu babak baru: pasukan bermotor Rusia mencoba menembus pertahanan Ukraina dengan memanfaatkan kabut, namun justru menjadi sasaran empuk drone.
Pasukan Bermotor Rusia Maju dalam Kabut Tebal (11 November 2025)
Video amatir dan rekaman OSINT menunjukkan hal-hal berikut:
- Rombongan besar tentara Rusia mengendarai motor, jeep tanpa lapis baja, hingga van keluarga.
- Hampir tidak terlihat tank, IFV, atau kendaraan tempur berat.
- Motor diperlakukan layaknya kendaraan serbu, jeep bertindak seolah tank, dan mobil pribadi dipaksa menjadi kendaraan tempur.
Pemandangan tersebut mengingatkan pada konflik Afghanistan–Pakistan ketika Taliban mengerahkan pasukan dengan “armada mewah” berupa motor dan jeep — pola yang kini terlihat di kubu Rusia.
Fenomena ini bahkan menjadi bahan pembahasan: Apakah Rusia sedang memasuki fase “Afghanisasi perang”?
Drone Ukraina Mengubah Kabut Menjadi Perangkap Maut
Tidak lama setelah video rombongan motor muncul, militer Ukraina merilis dua rekaman drone yang membalik narasi Rusia.
Video Pertama – “Jalan Kematian”
- Drone pengintai Ukraina memonitor seluruh pergerakan pasukan motor Rusia dari ketinggian.
- Saat konvoi tiba di area terbuka, drone penyerang menjatuhkan bom secara presisi.
- Motor-motor yang terekam sebelumnya kini terlihat hancur berserakan sepanjang jalan.
Dalam rekaman tersebut tidak banyak terlihat tubuh tentara, sehingga jumlah korban tidak langsung terkonfirmasi, namun intensitas kehancuran menunjukkan kerugian besar.
Video Kedua – Eliminasi Total
- Sejumlah tentara Rusia terlihat berdiri di samping motor mereka, seolah bersiap bertahan.
- Semua motor, kendaraan, dan prajurit di titik itu berhasil dieliminasi oleh drone Ukraina.
Setelah pertempuran selesai, drone kembali terbang: Puluhan kendaraan Rusia tampak hancur sejauh mata memandang. Perkiraan kasar menyebut korban Rusia dapat mencapai ratusan.
Fenomena Baru: Rusia Mengandalkan Motor di Garis Depan
Dalam setahun terakhir, Rusia makin sering mengerahkan pasukan bermotor. Rekaman bulan September menunjukkan prajurit Rusia yang menyebutkan kampung halaman mereka: Vladivostok, Amur, Altai, Krimea — tidak satu pun dari Moskow atau St. Petersburg.
Ini memperkuat kritik lama: Putin merekrut pasukan terutama dari wilayah timur dan daerah miskin, sementara elit kota besar relatif aman.
Contoh Bentrokan Drone vs Motor
Ada rekaman dramatis buatan tentara Rusia sendiri:
- Seorang pengendara motor melompat turun dan menembak drone.
- Drone pertama naik kembali, hanya menggertak.
- Sesaat kemudian drone lain datang dan meledakkan motor di sampingnya.
Motor memang lincah, tapi tetap rentan terhadap amunisi presisi.
Situasi Garis Depan: Pertempuran Tetap Sengit (12–13 November 2025)
Posisi Terkini Red Army Village – 12 November
- Rusia menguasai sekitar dua pertiga wilayah desa.
- Bagian utara masih dipertahankan oleh Ukraina.
- Desa Myrnohrad di timur tetap dikuasai Ukraina.
- Ruang mundur pasukan Ukraina semakin menyempit.
Zelenskyy Mengeluarkan Pernyataan Penting – 13 November
Presiden Ukraina menyatakan keputusan mundur sepenuhnya diserahkan kepada komandan lapangan: “Tidak ada yang wajib mengorbankan nyawa demi puing. Keselamatan prajurit adalah yang utama.”
Zelenskyy juga sempat mengunjungi pos komando Red Army Village pada 5 November.
Operasi Drone dan Artileri Ukraina Kini Menjadi Satu Sistem Terpadu
Video dari pusat komando bawah tanah Ukraina memperlihatkan:
- Layar besar menampilkan citra drone secara real-time.
- Komandan mengoordinasikan infanteri, artileri, dan drone secara simultan.
- Menariknya, ini bukan unit drone khusus — tetapi Batalion Serbu “Batu”, menunjukkan bahwa:
Setiap unit tingkat batalion Ukraina kini mengintegrasikan operasi drone sebagai standar.
Teknologi ini menjadi sorotan militer global, termasuk AS dan Taiwan.
Kerugian Rusia Meningkat Drastis
Komandan Ukraina Oleksandr Syrskyi menyebutkan:
- Sejak Oktober saja, Rusia kehilangan 30.000 tentara di sektor Red Army Village.
- Kerugian motor, kendaraan ringan, dan pasukan infanteri semakin memperburuk situasi.
Rekaman lain menunjukkan tank T-72B3M Rusia maju beberapa meter sebelum dihantam artileri atau drone.
Pertempuran di Kharkiv, Urozhaine, dan Lyman (11–13 November)
Walaupun fokus dunia pada Red Army Village, pertempuran lain tetap sengit:
Kharkiv & Urozhaine
- Blogger militer Rusia Rybar (13 November) melaporkan Rusia merebut desa Synilnykove.
- Ukraina mundur ke hutan terdekat.
- Drone Ukraina menargetkan unit penyusup Rusia satu per satu.
Lyman
- Rekaman Ukraina menunjukkan pasukan serbu memasuki bunker dan terowongan bawah tanah Rusia.
- Hampir setiap prajurit menggunakan kamera, membuat cuplikan tampak seperti permainan Call of Duty.
Serangan Balasan Ukraina ke Belakang Garis Rusia
Dalam beberapa hari terakhir, Ukraina meluncurkan serangan udara besar ke:
- Pelabuhan Novorossiysk
- Kilang minyak Oryol
- Berbagai kota industri di Rusia selatan
Ini bertujuan mengganggu logistik energi dan suplai militer Rusia.
Kesimpulan: Red Army Village Semakin Tertekan
- Rusia terus maju tetapi dengan korban luar biasa besar.
- Ukraina berhasil menghabisi ribuan pasukan Rusia dan puluhan kendaraan, termasuk rombongan motor 11 November.
- Namun, secara strategis, pengepungan tiga arah membuat jatuhnya Red Army Village hanya soal waktu.
- Pertempuran bergeser ke wilayah utara desa, termasuk Rodysk — titik vital jalur suplai Ukraina.


