EtIndonesia. Rusia mungkin menguji pertahanan NATO dalam dua hingga empat tahun ke depan. Moskow mungkin mencoba menyerang salah satu negara Baltik, lapor The Guardian, mengutip Komisioner Pertahanan Uni Eropa, Andrius Kubilius.
Menurutnya, urgensi mengembangkan cara-cara untuk melindungi kawasan Baltik bermula dari pernyataan publik oleh badan intelijen negara-negara NATO, khususnya Jerman, Denmark, Finlandia, dan Belanda.
Rusia mungkin siap menguji pertahanan NATO dalam dua hingga empat tahun ke depan, paling cepat pada tahun 2030.
“Kita bisa menduga bahwa dalam kasus seperti itu, negara-negara Baltik akan menjadi salah satu target yang disukai dari agresi Kremlin yang baru. Ini akan menjadi agresi juga terhadap seluruh NATO dan terhadap seluruh Uni Eropa,” ujarnya.
Kubilius juga menekankan bahwa negara-negara Uni Eropa dan NATO harus belajar dari perang Rusia melawan Ukraina dan mempercepat rencana pertahanan mereka.
“Pesan utama saya hari ini: mari kita tanyakan kepada rakyat Ukraina bagaimana mereka harus siap untuk pertahanan, dan bagaimana mereka dapat membantu kita untuk siap,” ujarnya.
Rusia bersiap melakukan provokasi di Eropa
Sebelumnya, presiden baru Badan Intelijen Luar Negeri Federal (BND) Jerman, Martin Jäger, mengatakan bahwa Vladimir Putin siap menguji batas-batas Eropa dan dapat memicu konfrontasi sengit kapan saja.
Intelijen militer Ukraina telah menyatakan bahwa Rusia menganggap perang skala besar di Eropa tak terelakkan dalam jangka menengah.
Uni Eropa sedang bersiap untuk meluncurkan reformasi pertahanan skala besar, termasuk produksi drone bersama. Brussels ingin membuat Eropa siap berperang pada tahun 2030. (yn)


