Sejumlah platform besar terdampak akibat server Cloudflare bermasalah.
EtIndonesia. Berbagai situs di seluruh dunia melaporkan tidak dapat diakses karena server Cloudflare mengalami crash pada Selasa (18/11/2025) malam. Platform yang terdampak termasuk X dan ChatGPT.
Cloudflare adalah jaringan pengiriman konten (CDN) yang menyediakan keamanan jaringan dan mempercepat waktu pemuatan situs. Caranya dengan memanfaatkan server yang tersebar di seluruh dunia untuk akses informasi yang lebih cepat.
Hampir semua platform besar, termasuk Google, Facebook, Microsoft, Shopify, dan Amazon, menggunakan server Cloudflare.
Menurut data terbaru dari Downdetector, X, Spotify, OpenAI, Amazon Web Services (AWS), Verizon, YouTube, Claude, DoorDash, Zoom, Google, dan Reddit saat ini mengalami gangguan layanan di Amerika Serikat. Downdetector sendiri sempat tidak bisa diakses untuk beberapa waktu.
Banyak situs web masih dalam kondisi down hingga pukul 09.00 pagi waktu ET.
Dalam pernyataan melalui email kepada The Epoch Times, juru bicara Cloudflare mengatakan:
“Kami melihat lonjakan lalu lintas tidak biasa pada salah satu layanan Cloudflare mulai pukul 11:20 UTC. Hal itu menyebabkan sebagian lalu lintas yang melewati jaringan Cloudflare mengalami error.
“Kami belum mengetahui penyebab lonjakan lalu lintas tidak biasa tersebut. Semua tim sedang bekerja penuh untuk memastikan seluruh lalu lintas dapat dilayani tanpa error. Setelah itu, kami akan fokus menyelidiki penyebab lonjakan lalu lintas tersebut.
“Kami akan memposting pembaruan di cloudflarestatus.com.”
Dalam pembaruan sebelumnya, perusahaan menyatakan telah “mengaktifkan kembali akses WARP di London.”
Pada 20 Oktober, AWS mengalami down, yang menyebabkan gangguan besar pada layanan berbasis web, termasuk banyak platform populer.
Gangguan tersebut berlangsung sekitar tiga jam untuk beberapa situs web, dan lebih lama untuk yang lainnya.
Downdetector menunjukkan kegagalan akses yang meluas pada Amazon, Coinbase, Ring, Snapchat, Reddit, Slack, United Airlines, Zoom, serta berbagai jaringan permainan daring seperti Fortnite, Roblox, Pokémon Go, dan layanan Epic Games pada saat itu.
Menurut Cloudflare, server mereka mengelola dan melindungi lalu lintas untuk 20 persen internet, menangani “triliunan permintaan setiap hari,” mulai dari perusahaan hingga penulis blog.
Menurut data dari alat analisis daring Builtwith, hampir 40 juta situs aktif menggunakan Cloudflare, dengan lebih dari 19 juta berada di Amerika Serikat.
Pada awal September, Cloudflare berhasil memblokir salah satu serangan distributed denial-of-service (DDoS) terbesar yang pernah tercatat.
Serangan DDoS ditandai dengan jumlah lalu lintas yang sangat besar, yang diarahkan oleh pihak jahat ke server atau jaringan. Lalu lintas tersebut membanjiri target sehingga pengguna normal kesulitan atau bahkan tidak dapat mengakses sistem.
Belum jelas apakah serangan siber menjadi penyebab downtime server terbaru ini.
Saham Cloudflare dibuka melemah pada Selasa. Harganya berfluktuasi hingga pukul 9:50 pagi.
“Perbaikan telah diterapkan, dan kami yakin insiden ini kini telah teratasi. Kami terus memantau adanya error untuk memastikan semua layanan kembali normal,” kata perusahaan dalam pembaruan.
“Beberapa pelanggan mungkin masih mengalami masalah saat masuk atau menggunakan dasbor Cloudflare. Kami sedang bekerja untuk memperbaikinya dan terus memantau apabila ada masalah lebih lanjut.”
Sumber : Theepochtimes.com


